Kunjungan Mendadak Presiden Prabowo ke Permukiman Bantaran Rel Senen
Pada hari Kamis (26/3/2026), suasana di permukiman bantaran rel kawasan Senen, Jakarta Pusat, tiba-tiba berubah. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto datang tanpa pemberitahuan sebelumnya, membuat warga sekitar terkejut dan antusias menyambutnya.
Prabowo tampak mengenakan pakaian santai dan langsung berjalan menyusuri gang-gang yang padat penduduk. Langkahnya menarik perhatian, terutama dari para ibu-ibu yang segera mengerubungi untuk menyampaikan aspirasi mereka. Sejumlah warga terlihat antusias berbincang langsung dengan Presiden di tengah kerumunan.
Dari pertemuan singkat itu, muncul komitmen besar yang sempat diucapkan oleh sang presiden. Ia menyampaikan janji akan segera membangun hunian yang lebih layak bagi warga di kawasan tersebut. Janji ini disambut dengan harapan baru oleh warga setempat, berharap adanya perubahan nyata dalam waktu dekat.
Tekad dan Janji Hadirkan Hunian yang Layak
Presiden Prabowo menyalami warga sebelum kemudian berjalan di bantaran rel melihat permukiman warga. Ia mengatakan kedatangannya ke kawasan permukiman di bantaran rel kereta api Senen tersebut untuk menyerap aspirasi warga. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa kunjungannya dilakukan pada sore hari, menyusuri permukiman di bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat, yang terletak sekitar 3 km dari pusat kota Jakarta.
Presiden berencana membangun hunian yang layak di kawasan tersebut. Ia menyampaikan rencana untuk segera membangun hunian yang layak bagi masyarakat di daerah tersebut dengan cepat. Selain itu, ia juga menyampaikan tekadnya untuk menyediakan hunian yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Datang Menyamar
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa kunjungan Presiden tersebut sangat mendadak. Tujuan Presiden adalah ingin melihat kondisi warga yang masih tinggal di pinggir rel. Ia menjelaskan bahwa kunjungan Presiden bersifat incognito atau tertutup. Jumlah perangkat yang mendampingi Presiden sangat sedikit termasuk Paspampres yang bertugas menjaga keamanan.

Presiden, kata Teddy, berniat menyamar dalam kunjungannya tersebut. Ia menggunakan mobil biasa dan hanya sedikit Paspampres yang mendampinginya. Meskipun demikian, warga justru kaget dan antusias menyambut beliau. Setelah melakukan tinjauan, Presiden ingin membangun hunian yang layak bagi warga bantaran rel yang letaknya tidak jauh dari pusat kota Jakarta.
Menurut Teddy, kunjungan Presiden tersebut mendapat sambutan hangat dari warga. Banyak dari mereka yang kaget karena ada seorang Presiden yang mau meninjau ke wilayah pinggir rel.
Program Pemerintah
Diketahui bahwa pemerintahan Prabowo Subianto saat ini sedang gencar mempercepat pembangunan hunian warga lewat program 3 juta rumah. Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah bertujuan memberikan akses hunian layak bagi masyarakat miskin ekstrem, miskin, dan kelas menengah bawah, serta mempersempit kesenjangan antara masyarakat kota, desa, dan pesisir.



