Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 13 October 2026
Trending
  • 7 alasan mengapa orang-orang pintar kerap memiliki ide-ide bodoh menurut psikologi
  • 7 langkah untuk mengetahui apakah hubunganmu harus berakhir menurut psikologi
  • Soroti putusan banding kasus Andrie Yunus, Koalisi sipil minta MK segera putus uji materi UU TNI
  • 7 alasan seseorang ingin mengubah pasangan ke arah yang lebih baik menurut psikologi
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025 Diprediksi 5,25%
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025 Diprediksi 5,25%

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 February 2026No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2025

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memberikan proyeksi terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 diperkirakan berada di kisaran 5,25%, sementara untuk keseluruhan tahun 2025 diproyeksikan sebesar 5,07%. Meskipun angka ini menunjukkan proyeksi yang masih solid, namun belum cukup untuk mencapai target pemerintah yang ditetapkan sebesar 5,45% pada kuartal IV dan 5,2% untuk seluruh tahun.

Josua menjelaskan bahwa untuk mencapai target tersebut, diperlukan lonjakan tambahan dari konsumsi dan investasi yang lebih besar dibandingkan pola musiman normal di akhir tahun. Ia mengatakan hal ini melalui wawancara dengan media.

Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Dari segi konsumsi, Josua menyebut bahwa aktivitas konsumen tetap kuat meskipun inflasi masih terjaga. Keyakinan konsumen tetap berada di zona optimistis, serta tekanan harga tahunan yang moderat menjadi faktor pendukung utama. Selain itu, aktivitas dunia usaha juga terlihat stabil, dengan industri pengolahan tetap berada pada fase ekspansi. Hal ini membantu produksi dan distribusi barang pada periode akhir tahun.

Sementara itu, dari sisi permintaan, penjualan eceran meningkat pada November dan diperkirakan akan tumbuh pada Desember 2025. Namun, laju pertumbuhan tidak menunjukkan akselerasi yang cukup besar untuk mendorong pertumbuhan melebihi 5,45% tanpa dukungan dari belanja pemerintah dan percepatan realisasi proyek.

Dukungan Lain yang Penting

Selain itu, dukungan lain yang penting adalah likuiditas dan penyaluran kredit yang menguat pada akhir tahun. Biasanya, hal ini membantu pembiayaan kegiatan usaha dan belanja masyarakat. Sepanjang tahun 2025, penopang terbesar pertumbuhan ekonomi tetap berasal dari kombinasi konsumsi rumah tangga yang relatif resilien dan investasi yang kuat. Realisasi investasi mencapai target tahunan dan tetap tumbuh, dengan kontribusi besar dari proyek hilirisasi dan sektor-sektor terkait.

Strategi Masa Depan untuk Pertumbuhan Ekonomi

Ke depan, Josua memperkirakan bahwa tumpuan pertumbuhan yang paling realistis adalah menjaga mesin investasi tetap meningkat sambil memperkuat daya beli. Hal ini dapat dilakukan dengan mendorong percepatan proyek hilirisasi yang makin menyebar ke luar mineral. Selain itu, penguatan industri pengolahan agar menyerap tenaga kerja lebih luas, pengembangan kawasan industri dan perumahan, serta investasi infrastruktur penunjang seperti listrik, pelabuhan, dan logistik juga menjadi fokus.

Dengan adanya penurunan biaya usaha dan peningkatan kapasitas produksi, pertumbuhan ekonomi dapat lebih stabil. Di sisi lain, stabilitas harga dan ketersediaan pembiayaan perlu dijaga supaya konsumsi tidak melemah. Tanpa konsumsi yang lebih kuat, pertumbuhan ekonomi mudah tertahan di sekitar 5% meskipun investasi tinggi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

31 August 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 August 2026

Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

30 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 alasan mengapa orang-orang pintar kerap memiliki ide-ide bodoh menurut psikologi

12 October 2026

7 langkah untuk mengetahui apakah hubunganmu harus berakhir menurut psikologi

12 October 2026

Soroti putusan banding kasus Andrie Yunus, Koalisi sipil minta MK segera putus uji materi UU TNI

12 October 2026

7 alasan seseorang ingin mengubah pasangan ke arah yang lebih baik menurut psikologi

12 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?