Pertumbuhan Pasar Kendaraan Listrik di Indonesia
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan bahwa pangsa pasar mobil mencapai 561.819 unit per tahun. Dari jumlah tersebut, kendaraan mobil yang berbasis Battery Electric Vehicle (BEV) menembus 9,8 persen. Proyeksi terbaru menunjukkan bahwa angka ini akan melampaui 10 persen pada tahun ini.
Data dari Dinas Perhubungan Jawa Barat menunjukkan adanya tren peningkatan signifikan dalam penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sejak tahun 2022 hingga Desember 2024. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah pengguna kendaraan bermotor listrik di Jawa Barat meningkat pesat, dengan kenaikan sebesar 1000 persen. Angka ini bergerak dari 3.133 unit di tahun 2022 menjadi 36.972 unit KBLBB pada Desember 2024.
Momentum Penting bagi Industri Kendaraan Listrik
Pembukaan showroom Polytron dilakukan di tengah momentum penting bagi industri kendaraan listrik nasional. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menyampaikan hal ini kepada awak media usai Opening Showroom Pertama Mobil Listrik Polytron di Bandung, Selasa 16 Desember 2025.
Bandung memiliki potensi tinggi sebagai pasar mobil BEV. Menurut Tekno Wibowo, Bandung merupakan salah satu kota dengan populasi produktif yang besar dan menjadi lokasi strategis bagi Polytron untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik.
Faktor Pendukung Pertumbuhan Pasar
Dominasi kelompok usia 25–45 tahun yang sedang membangun karier dan mapan secara ekonomi menjadikan Bandung sebagai salah satu pasar potensial dalam fase transisi adopsi kendaraan listrik. Keberadaan showroom Polytron juga turut mendukung komitmen Pemerintah Bandung dalam menjadikan kota ini sebagai pionir dalam pengembangan teknologi energi baru dan ekosistem mobil listrik di Indonesia.
“Pembukaan Polytron EV Showroom & Services Bandung merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan akses kendaraan listrik yang semakin dekat, modern, dan relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini,” ujarnya.
Harapan Masa Depan
Pihaknya berharap, kehadiran showroom ini dapat memberikan rasa percaya diri dan kenyamanan lebih bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik. Showroom ini tidak hanya menjadi tempat pembelian kendaraan listrik, tetapi juga menjadi pusat informasi dan layanan yang lengkap.
Dengan adanya peningkatan yang signifikan dalam penggunaan kendaraan listrik, baik di tingkat nasional maupun regional, seperti di Jawa Barat, maka diperlukan dukungan infrastruktur dan edukasi yang lebih luas. Polytron berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperluas aksesibilitas kendaraan listrik di seluruh Indonesia.
Strategi Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik
Polytron tidak hanya fokus pada penjualan kendaraan listrik, tetapi juga pada pengembangan ekosistem pendukung. Hal ini mencakup pelatihan teknis, layanan purna jual, dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti pemerintah daerah dan lembaga pendidikan.
Dalam rangka mempercepat adopsi kendaraan listrik, Polytron juga berencana untuk membuka lebih banyak showroom di kota-kota lain yang memiliki potensi pasar yang besar. Hal ini bertujuan untuk memperluas jangkauan dan mempercepat proses transisi menuju mobilitas berkelanjutan.
Selain itu, Polytron juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkenalkan program insentif dan diskon bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik. Program ini diharapkan mampu mendorong minat masyarakat dan mempercepat pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Polytron berharap dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.


