Perjalanan Jemaah Umrah dari Jawa Timur Tetap Berjalan Meski Ada Ketidakpastian di Timur Tengah
Perjalanan jemaah umrah dari Jawa Timur masih berlangsung meskipun situasi di Timur Tengah yang sedang memanas akibat konflik antara Iran dan Israel. PPIU Ziarah Hati Indonesia, yang dipimpin oleh Moch Mas Amiruddin, tetap memberangkatkan jamaah umrah melalui penerbangan reguler langsung (direct flight) dari Indonesia ke Jeddah.
Pada Kamis (5/3/2026), sebanyak 30 orang jamaah umrah asal Jawa Timur diberangkatkan secara langsung melalui penerbangan reguler. Mereka tiba di Jeddah pada Jumat (6/3/2026) dan kini sedang menjalani rangkaian ibadah umrah di Mekkah dan Madinah. Rencananya, mereka akan menjalani prosesi ibadah selama 12 hari ke depan.
Kepulangan para jamaah juga difasilitasi melalui penerbangan reguler langsung dari Bandara King Abdul Aziz di Kota Jeddah menuju Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. Hal ini menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki PPIU Ziarah Hati Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian di wilayah Timur Tengah.
Jenis Penerbangan Berpengaruh pada Proses Keberangkatan
Menurut Mas Amiruddin, jenis penerbangan sangat memengaruhi proses keberangkatan atau kepulangan jamaah umrah. Ia menjelaskan bahwa jamaah yang tertunda biasanya berasal dari travel yang menggunakan penerbangan charter flights atau transit di beberapa negara Timur Tengah.
Penerbangan jenis ini sering kali menggunakan pesawat berukuran lebih kecil dan memiliki sistem kuota. Artinya, jumlah penumpang harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum penerbangan bisa dilakukan. Hal ini berbeda dengan penerbangan reguler yang menggunakan pesawat besar dan tidak memerlukan kuota tertentu.
Mas Amiruddin menjelaskan bahwa PPIU Ziarah Hati Indonesia selalu menyediakan fasilitas penerbangan reguler menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Penerbangan langsung dari Indonesia ke Jeddah ini dinilai aman karena rutenya tidak melewati wilayah udara negara-negara yang sedang berkonflik.
“Garuda itu aman saat ini karena rutenya tidak melewati negara-negara yang berkonflik,” ujarnya. Pilot yang mengemudikan pesawat juga sudah diberi panduan untuk menghindari wilayah udara yang rawan.
Situasi Terkini di Timur Tengah Mengganggu Beberapa Jamaah
Meski begitu, Mas Amiruddin mengakui bahwa situasi serba tak menentu di Timur Tengah menyebabkan beberapa kendala dalam proses pemberangkatan atau kepulangan jamaah umrah. Khususnya bagi jamaah yang menggunakan penerbangan charter flights.
Ia menceritakan bahwa ada seorang temannya sesama pengusaha biro travel umrah yang membawa 35 orang jamaah asal Sidoarjo. Mereka awalnya dijadwalkan pulang pada Sabtu (28/2/2026), tetapi akhirnya harus tertunda hingga Senin (9/3/2026).
Jika jadwal penerbangan terpaksa diubah, biro PPIU harus mengeluarkan tambahan biaya untuk menyediakan tempat menginap dan fasilitas pelengkap lainnya selama masa menunggu. Dalam kasus ini, banyak biro travel yang harus membayar dulu dan kemudian mengajukan reimbursement di Indonesia.
Fasilitas yang Disediakan untuk Jamaah
Untuk mengurangi dampak dari ketidakpastian di Timur Tengah, PPIU Ziarah Hati Indonesia terus berupaya memberikan fasilitas terbaik bagi jamaah. Termasuk dalam hal penginapan dan transportasi selama masa menunggu.
Mas Amiruddin menjelaskan bahwa pihaknya selalu memastikan jamaah mendapatkan perlakuan yang baik dan layanan yang memadai. Bahkan, jika terjadi perubahan jadwal, biro travel akan segera bertindak cepat untuk mengatasi masalah tersebut.
Dengan strategi yang tepat dan pengalaman yang cukup, PPIU Ziarah Hati Indonesia tetap menjadi salah satu penyedia layanan umrah yang dapat diandalkan oleh jamaah dari Jawa Timur.



