Sejarah Perjalanan Realme dari Subbrand Oppo hingga Kembali Berada di Bawah Payungnya
Realme adalah merek yang lahir dengan tujuan khusus, yaitu menjangkau pasar anak muda dengan harga terjangkau. Pada 2018, Realme resmi berdiri sebagai subbrand Oppo, yang kemudian berkembang menjadi merek independen. Dengan strategi yang jelas dan produk-produk yang kompetitif, Realme berhasil membangun identitasnya sendiri di pasar global.
Awal Mula Realme
Meski dikenal sebagai merek baru, jejak Realme sebenarnya sudah ada sejak 2010 ketika Oppo merilis smartphone bernama Oppo Real di China. Namun, pada masa itu, Realme belum menjadi merek tersendiri dan masih berada di bawah naungan Oppo. Baru pada 2018, Realme benar-benar “lahir” sebagai entitas merek terpisah. Hal ini dilakukan oleh Sky Li (Li Bingzhong), mantan Vice President Oppo, yang kemudian memutuskan untuk memisahkan Realme dari Oppo dan menjadikannya merek mandiri.
Pertumbuhan Cepat dan Ekspansi Global
Setelah berdiri sebagai merek independen, Realme langsung meluncurkan produk pertamanya, Realme 1, pada Mei 2018 di India. Ponsel ini diposisikan sebagai smartphone mid-range dengan harga terjangkau dan langsung mencatatkan penjualan tinggi secara online. Meskipun masih menggunakan antarmuka ColorOS buatan Oppo dan DNA desain yang mirip, Realme 1 berhasil membangun identitas baru sebagai ponsel “value for money”.
Keberhasilan Realme 1 mendorong perusahaan untuk mempercepat ekspansi ke berbagai negara, termasuk China, Eropa, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Pada 2019, Realme resmi meresmikan mereknya di China dan mulai masuk pasar Eropa dengan merilis smartphone berkamera 64 MP. Hasilnya sangat signifikan: pada kuartal II-2019, Realme mengirimkan 4,7 juta unit smartphone secara global dan masuk dalam 10 besar vendor smartphone dunia hanya setahun setelah debut.
Perluasan Segmen dan Lini Produk
Awalnya dikenal sebagai merek entry-level, Realme secara bertahap naik kelas. Perusahaan memperkenalkan beberapa lini produk seperti:
- Realme GT series sebagai lini flagship
- Narzo series untuk segmen gaming
- Seri C dan Number Series untuk pasar entry hingga menengah
Pendekatan multi-segmen ini membantu Realme memperluas pangsa pasar tanpa meninggalkan identitas harga kompetitif.
Pada 2020, Realme memperkenalkan strategi 1+4+N, dengan smartphone sebagai produk inti dan perangkat pendukung seperti TWS, smartwatch, dan smart TV sebagai bagian ekosistem. Strategi ini diperbarui pada 2021 menjadi 1+5+T, yang mencakup:
- Smartphone
- TWS
- Wearable
- Smart TV
- Tablet dan laptop
- Produk AIoT TechLife
Implementasinya terlihat dari peluncuran Realme Buds, Realme Smart TV, hingga Realme Book di Indonesia pada akhir 2021.
Puncak Kinerja Global
Berdasarkan data Counterpoint, Realme mencatat kinerja tertingginya pada kuartal III-2021 dengan pengiriman 16,2 juta unit smartphone secara global. Meski masih di bawah Xiaomi, Oppo, dan Vivo yang mampu mengirim lebih dari 30 juta unit per kuartal, pencapaian ini menegaskan posisi Realme sebagai merek dengan pertumbuhan tercepat.
Di Indonesia, riset IDC menempatkan Realme di peringkat lima besar vendor smartphone pada kuartal III-2021 dengan pangsa pasar sekitar 10 persen.
Realme Kembali Terintegrasi dengan Oppo
Pada 7 Januari 2026, Realme mengumumkan akan kembali diintegrasikan dengan Oppo dan diposisikan lagi sebagai submerek. Langkah ini ditempuh untuk menggabungkan sumber daya, menekan biaya operasional, serta memperkuat layanan purnajual yang kini terintegrasi penuh dengan sistem Oppo.
Menurut laporan industri, CEO Realme Sky Li akan kembali memimpin Realme setelah integrasi. Jadwal peluncuran produk Realme disebut tetap berjalan sesuai rencana, sementara konsumen akan merasakan dampak utama pada layanan purnajual dan efisiensi operasional.
Babak Baru Setelah Kembali ke Induk
Kembalinya Realme ke Oppo menutup satu siklus penuh dalam perjalanan merek ini. Realme lahir sebagai subbrand, tumbuh pesat sebagai merek independen, lalu kembali ke induknya untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Ke depan, Realme diposisikan sebagai salah satu submerek strategis Oppo, berdampingan dengan OnePlus, serupa dengan strategi Xiaomi yang menaungi Redmi dan Poco. Langkah ini diharapkan menciptakan sinergi yang lebih kuat antara merek utama dan submerek di bawah payung BBK Electronics.



