Indonesia memiliki pasar yang semakin berkembang untuk kendaraan besar dengan konfigurasi 7 penumpang dan mesin hybrid. Dua model yang menonjol dalam kategori ini adalah JAECOO J8 SHS ARDIS dan Mazda CX-80 PHEV. Kedua SUV bongsor ini menggunakan teknologi plug-in hybrid, yang memungkinkan pengemudi menggabungkan keuntungan dari mesin bakar dan motor listrik.
Dari segi ukuran, kedua mobil ini memiliki dimensi yang hampir serupa. JAECOO J8 SHS ARDIS memiliki panjang sekitar 4.820 mm dan berat sekitar 2,2 ton. Sementara itu, Mazda CX-80 PHEV sedikit lebih panjang, mencapai 4.990 mm, tetapi memiliki bobot yang sama, yaitu 2,2 ton. Meskipun bobotnya mirip, bagaimana performa pengereman kedua mobil ini?
Untuk mengetahui hal ini, dilakukan pengujian pengereman menggunakan alat tes Racelogic. Kedua kendaraan diuji dari kecepatan 100 km/jam hingga berhenti total. Hasilnya menunjukkan bahwa jarak pengereman JAECOO J8 SHS ARDIS hanya sejauh 38,2 meter. Sedangkan Mazda CX-80 PHEV memiliki jarak pengereman sedikit lebih jauh, yaitu 40,4 meter.
Pengukuran jarak pengereman sangat penting karena menunjukkan seberapa baik kendaraan dapat berhenti dalam situasi darurat. Kedua mobil ini memiliki performa tinggi berkat sistem powertrain plug-in hybrid mereka. JAECOO J8 SHS ARDIS didukung oleh mesin bakar berkapasitas 1.498 cc empat silinder turbo dan tiga motor listrik 3DHT (Dedicated Hybrid Transmission). Sistem ini menghasilkan tenaga total sebesar 530 dk dan torsi 650 Nm.
Catatan akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam juga cukup cepat, dengan waktu hanya 5,4 detik. Sementara itu, Mazda CX-80 PHEV menggunakan mesin eSKYACTIV-PHEV berkapasitas 2.488 cc empat silinder segaris dengan daya 188 dk pada putaran 6.000 rpm dan torsi 261 Nm pada putaran 4.000 rpm. Motor listrik tambahan memberikan daya 172 dk dan torsi 270 Nm. Catatan akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam untuk Mazda CX-80 PHEV tercatat sekitar 6,7 detik.
Dengan demikian, pengukuran jarak pengereman menjadi indikator penting dalam mengevaluasi seberapa baik performa tinggi yang dihasilkan kendaraan diimbangi dengan kemampuan pengereman yang mumpuni. Ini menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli yang ingin mendapatkan kendaraan yang seimbang antara kecepatan dan keselamatan.






