Peningkatan yang dialami oleh Alwi Farhan memberikan harapan baru sebagai buah dari proses regenerasi tunggal putra Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir, prestasi Alwi terus mengalami peningkatan signifikan. Perlahan tapi pasti, atlet berusia 20 tahun ini menunjukkan eksistensinya dalam persaingan tunggal putra mulai dari level junior hingga memasuki level senior.
Dalam tahun terakhirnya bertanding di turnamen junior, Alwi berhasil meraih gelar Kejuaraan Dunia dan medali perunggu di Kejuaraan Asia pada 2023. Tahun pertama memasuki persaingan level senior, Alwi sukses meraih gelar BWF Tour 100 pada Indonesia Masters II 2024 yang diselenggarakan di Surabaya.
Alwi kemudian melanjutkan prestasinya pada tahun lalu dengan meraih gelar BWF World Tour Super 300 pada Macau Open dan memenangkan dua medali emas SEA Games di nomor beregu dan perorangan. Awal tahun ini, Alwi mencetak sejarah di Istora Gelora Bung Karno dengan meraih gelar Super 500 pertamanya pada Indonesia Masters 2026.
Kemenangan tersebut membuat Alwi mengikuti jejak tunggal putra Indonesia lainnya yang pernah menjuarai Indonesia Masters, seperti Taufik Hidayat, Dionysius Hayom Rumbaka, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Tommy Sugiarto, Anthony Sinisuka Ginting, dan Jonatan Christie. Raihan gelar tersebut tentu memberikan ekspektasi terhadap Alwi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
Selain itu, Alwi juga dipersiapkan sebagai tunggal putra nomor satu Indonesia setelah era Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Di Pelatnas, atlet asal Surakarta itu menjadi tunggal putra Indonesia dengan peringkat tertinggi. Alwi memahami tekanan dan ekspektasi yang akan datang kepada dirinya.
“It’s okay untuk pressure (tekanan) yang datang,” kata Alwi setelah laga kepada media. “Saya rasa itu tanggung jawab saya sebagai atlet bulu tangkis Indonesia dan ya ketika prestasi diukir disitulah rasa tanggung jawab terbentuk.”
“Jadi pasti pressure ekspektasi orang mau segimanapun bakal saya terima, bakal saya kontrol dan saya bakal perjuangkan, semoga saya selalu bisa kuat semangat excited dan berusaha di apapun kondisinya gak akan pernah menyerah.”
“Jadi ekspektasi orang saya bakal kontrol dengan ya saya berusaha semaksimal mungkin setiap harinya, do the best everyday dan semoga Tuhan bantu saya dan Tuhan paling tahu apa yang sudah saya usahakan dan doakan.”
“Jadi saya gak pernah akan takut dan semoga di perjalanan panjang ini saya bisa selalu stay humble, bisa low key, bisa selalu dengar orang saran dan kritik.”
“Saya juga mau mengucapkan terima kasih banyak kepada Fans saya, kepada orang-orang yang mengkritik saya, saya berterima kasih karena saya cukup banyak bisa belajar dari Kalian, banyak kritik yang bisa saya ambil.”
“Banyak kritik yang tidak saya ambil juga. Jadi selain itu untuk menjadikan saya lebih baik, why not?”
“Jadi ya silahkan aja, saya akan selalu terbuka dan saya akan selalu Menikapinya secara dewasa, Thank you,” ucap Alwi.
Alwi memiliki target yang lebih besar lainnya yakni untuk meraih gelar pada turnamen level Super 750 dan Super 1000. Dia juga menargetkan bisa berlaga pada event terbesar olahraga di dunia yakni Olimpiade Los Angeles 2028.
“Targetnya pastinya kita kejar di level 750-1000, gelar-gelar bergengsi seperti All England, World Champ, Asean Games, Olimpiade,” ucapnya.
“Ya, untuk target jangka pendeknya kita, maksudnya untuk ya, pasti ya dibidik dari sekarang untuk bisa memantaskan bermain di Olimpiade dan ya semoga bisa puncak-nya berada di Olimpiade nanti,” pungkasnya.



