Indonesiadiscover.com – Bek utama Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampil penuh selama 90 menit dalam kemenangan penting Sassuolo atas tuan rumah Pisa. Pertandingan berlangsung di Arena Garibaldi pada Sabtu (31/1), dan I Neroverdi berhasil meraih kemenangan dengan skor 1-3.
Sassuolo memulai laga dengan intensitas tinggi. Hasilnya terlihat pada menit ke-25 ketika Domenico Berardi melepaskan tembakan kaki kanan dari sudut sempit yang meluncur deras ke pojok gawang. Performa ini menunjukkan bahwa Sassuolo siap menghadapi pertandingan ini dengan strategi yang matang.
Jay Idzes, yang bermain sebagai bek tengah, tampil sangat lugas dalam memotong aliran serangan lawan. Salah satu momen krusial terjadi pada menit ke-34, ketika Idzes melakukan handball di area yang cukup sensitif. Hanya dua menit setelah insiden tersebut, pada menit ke-36, Idzes sukses memenangkan perebutan bola penting dan memaksa pemain lawan melakukan kesalahan.
Menjelang akhir babak pertama, keunggulan tim tamu bertambah menjadi 0-2 akibat gol bunuh diri bek Pisa, Antonio Caracciolo, pada menit ke-45+1. Kesalahan koordinasi di lini belakang Pisa itu menjadi keuntungan besar bagi tim asuhan Fabio Grosso untuk mengontrol jalannya pertandingan sebelum turun minum.
Pisa sempat membuka harapan di awal babak kedua melalui sepakan Michel Aebischer pada menit ke-51 yang mengubah skor menjadi 1-2. Namun, Sassuolo tidak lama kemudian merespons dengan cepat. Pada menit ke-58, Ismael Kone mengunci kemenangan menjadi 1-3 melalui tendangan ke pojok atas gawang setelah menerima umpan dari Nemanja Matic.
Keputusan itu sempat diverifikasi melalui VAR dan dinyatakan bahwa tidak terjadi gol karena bola berhasil disapu Idzes sebelum seluruh bagian bola melewati garis gawang. Penyelamatan heroik ini menunjukkan kemampuan Idzes dalam menjaga area penalti.
Ketangguhan Idzes dalam menjaga area penalti juga terbukti efektif hingga akhir laga. Tercatat, pemain yang kerap disapa Bang Jay itu berhasil melakukan blok-blok penting terhadap upaya serangan udara yang dilancarkan pemain pengganti Pisa, Rafiu Durosinmi, pada masa injury time.
Meskipun Pisa terus membombardir pertahanan Sassuolo di sisa waktu, tidak ada gol tambahan yang bersarang di gawang Arijanet Muric. Kemenangan ini menjadi angin segar bagi Sassuolo menutup bulan Januari dan menjadi kemenangan kedua mereka tahun ini setelah sempat melalui periode sulit.
Sebelumnya, Sassuolo bermain imbang melawan Parma saat membuka awal tahun, tetapi harus menelan pil pahit setelah kalah beruntun dari tim raksasa seperti Juventus, AS Roma, dan Napoli. Momentum kebangkitan baru terlihat saat mereka berhasil menumbangkan Cremonese 1-0 dan melibas Pisa 3-1.
”Kami akan terus mempertahankan hal-hal positif dan memperbaiki yang kurang,” kata pelatih Sassuolo Fabio Grosso dikutip dari situs resmi Sassuolo.
Berkat hasil itu, Sassuolo saat ini bertengger di posisi 10 klasemen sementara Serie A dengan koleksi 29 poin. Sementara itu, kekalahan Pisa semakin membuatnya tenggelam ke zona degradasi dan berada di posisi ke-19 dengan raihan 14 poin.
Ujian berat telah menanti Jay Idzes dan kawan-kawan pada laga selanjutnya. Sassuolo dijadwalkan akan menghadapi sang raksasa Inter Milan pada Senin (9/2).



