Penyebab Getaran Setir Saat Berkendara dan Cara Mengatasinya
Getaran pada setir mobil saat melaju pada kecepatan tertentu sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi pengemudi. Meskipun terlihat sebagai masalah kecil, getaran ini sebenarnya bisa menjadi tanda adanya ketidakseimbangan mekanis yang berpotensi merusak komponen lain jika tidak segera diperbaiki.
Banyak orang mengira bahwa getaran pada kemudi hanya disebabkan oleh kondisi ban yang tidak rata atau kempes. Namun, sistem kemudi dan kaki-kaki mobil terdiri dari rangkaian komponen kompleks yang saling berkaitan. Gangguan pada satu bagian dapat memicu resonansi getaran yang terasa hingga ke telapak tangan pengemudi melalui kolom setir.
1. Ketidakseimbangan Roda dan Pentingnya Prosedur Balancing
Penyebab paling umum dari getaran setir pada kecepatan tinggi, biasanya di atas 80 km/jam, adalah distribusi bobot ban dan pelek yang tidak merata. Seiring pemakaian, keausan karet ban tidak selalu simetris, atau mungkin terdapat timah pemberat (balance weight) yang terlepas dari pelek. Hal ini menyebabkan roda mengalami gaya sentrifugal yang tidak seimbang saat berputar cepat, sehingga menimbulkan getaran yang berirama tetap pada setir.
Solusi utama untuk masalah ini adalah melakukan prosedur balancing ulang di bengkel ban. Teknisi akan menggunakan mesin khusus untuk mendeteksi titik tumpu berat yang tidak proporsional dan menambahkan pemberat kecil pada sisi pelek yang membutuhkan. Namun, jika getaran tetap muncul setelah dilakukan balancing, maka pemeriksaan harus beralih ke struktur internal ban, karena ada kemungkinan ban mengalami kerusakan konstruksi seperti benjolan atau “ban bunting” yang tidak bisa diperbaiki hanya dengan penyeimbangan beban.
2. Keausan Komponen Kaki-Kaki dan Sistem Kemudi

Jika setir tetap bergetar bahkan pada kecepatan rendah atau terasa goyang saat melewati jalanan yang tidak rata, kemungkinan besar masalah terletak pada sistem kaki-kaki (suspensi). Komponen seperti tie rod end, ball joint, atau bushing arm yang sudah aus akan menciptakan celah atau “spelling” pada sambungan mekanisnya. Celah inilah yang menyebabkan roda tidak bisa memegang posisi dengan stabil, sehingga getaran dari permukaan jalan merambat naik tanpa teredam dengan baik.
Selain komponen penyambung, kerusakan pada shockbreaker yang bocor juga berkontribusi pada getaran setir karena ban tidak lagi mendapatkan tekanan yang konsisten ke permukaan aspal. Masalah pada sistem kemudi seperti rack steer yang sudah oblak juga sering kali menjadi tersangka utama di balik setir yang terasa tidak presisi dan bergetar. Pemeriksaan rutin pada bagian kolong mobil sangat diperlukan untuk memastikan seluruh sambungan kaki-kaki masih kokoh dan tidak memiliki kelonggaran yang membahayakan stabilitas kendaraan.
3. Piringan Rem yang Tidak Rata atau Bergelombang

Fenomena getaran setir yang unik sering terjadi secara spesifik hanya pada saat pedal rem diinjak, terutama saat melakukan pengereman dari kecepatan tinggi. Getaran yang terasa berdenyut pada setir ini merupakan indikator kuat bahwa piringan rem (brake disc/rotor) sudah tidak rata atau mengalami kondisi oleng (warped). Panas ekstrem yang dihasilkan saat pengereman berat yang diikuti dengan pendinginan mendadak, misalnya melewati genangan air, dapat mengubah bentuk piringan baja menjadi sedikit bergelombang.
Saat kampas rem menjepit piringan yang tidak rata tersebut, tekanan yang dihasilkan menjadi tidak konsisten, sehingga menimbulkan getaran yang disalurkan melalui sistem hidrolis dan batang kemudi ke setir. Solusi untuk masalah ini adalah dengan melakukan pembubutan piringan rem agar kembali rata jika ketebalannya masih mencukupi, atau menggantinya dengan unit yang baru. Mengabaikan piringan rem yang bergelombang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat mengurangi efektivitas pengereman dan mempercepat kerusakan pada sistem piston rem.
Tips Perawatan dan Pencegahan
Untuk mencegah masalah getaran setir, penting untuk melakukan perawatan berkala pada komponen-komponen kaki-kaki dan sistem kemudi. Pastikan ban dalam kondisi baik dan lakukan balancing secara teratur. Selain itu, periksa kondisi piringan rem dan kampas rem secara berkala, serta pastikan semua komponen suspensi dalam keadaan baik dan tidak aus. Dengan perawatan yang tepat, Anda dapat memastikan kenyamanan dan keselamatan saat berkendara.



