Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 31 Maret 2026
Trending
  • Dukung Pemulihan Alam di Partungko Naginjang, Ketua DPD PDI P Sumut Sumbang Rp50 Juta
  • Harga iPhone 17 Series Pasca Lebaran 2026 Stabil, Mulai Rp 17 Jutaan di iBox
  • Polresta Denpasar Selidiki Kasus Pemukulan Pria 19 Tahun Terhadap Istri Siri, Terkait Nama Niluh Djelantik
  • Opini: Efisiensi Anggaran atau Pemangkasan?
  • Prediksi Skor Afrika Selatan vs Panama, Head-to-Head dan Statistik Pertandingan Persahabatan 2026
  • 5 Bunga Simbol Kesetiaan dan Cinta
  • Sheila Dara Kini Tidak Sendirian di Rumah Vidi Aldiano
  • Spesifikasi dan Rekomendasi Asuransi Mobil Hyundai Avega
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Penipuan Loker Vietnam: 4 Warga Bengkulu Tertipu Jadi Scammer di Kamboja
Nasional

Penipuan Loker Vietnam: 4 Warga Bengkulu Tertipu Jadi Scammer di Kamboja

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



BENGKULU, Indonesiadiscover.com

Keempat warga Kota Bengkulu yang tertipu dan diperlakukan tidak manusiawi selama bekerja sebagai scammer judi online di Kamboja akhirnya berhasil melarikan diri ke KBRI di Phnom Penh. Mereka mengalami berbagai bentuk kekerasan, termasuk disetrum, kurang makan, dan dipaksa bekerja tanpa istirahat. Keempat korban adalah Ardi, Deni Febriansyah, Imron, dan Engga.

Para istri dari keempat pria tersebut kini sedang berharap suaminya bisa segera pulang ke Kota Bengkulu dengan bantuan gubernur dan wali kota. Mereka menemui keluarga Imron di Kelurahan Belakang Pondok untuk menyampaikan harapan mereka.

Awal Kebijakan yang Tidak Menyenangkan

Yuli, istri Ardi, menjelaskan bahwa awal keberangkatan suaminya dimulai ketika ia diajak oleh rekannya untuk bekerja di Vietnam sebagai marketing peralatan elektronik pada awal Januari 2026. Gaji yang dijanjikan mencapai Rp 12.800.000 per bulan.

Namun, Yuli sempat merasa ragu karena ia tidak mengetahui secara pasti siapa rekan suaminya yang menawarkan pekerjaan itu. Sosok pengajak tersebut terkesan misterius karena tidak pernah bertemu langsung dengan keluarga korban di Bengkulu.

“Suami hanya bilang ada temannya yang menawarkan kerja ke Vietnam sebagai marketing peralatan elektronik. Saya tidak tahu yang mana temannya, suami hanya bilang temannya itu tinggal di Palembang, Sumatera Selatan,” ujar Yuli.

Ia juga mengatakan bahwa ajakan tersebut membuatnya curiga karena orang yang mengajak tidak pernah mampir ke rumah. “Kalau teman suami setidaknya mereka mampir ke rumah untuk meyakinkan dan menenangkan kami para isteri,” tambahnya.

Perjalanan yang Tidak Sesuai Harapan

Pada akhirnya, keinginan suaminya untuk bekerja di Vietnam semakin kuat. Pada tanggal 6 Januari 2026, Ardi bersama Deni Febriansyah, Imron, dan Engga berangkat ke Jakarta. Setelah sampai di Jakarta, mereka menuju Bekasi untuk membuat paspor.

Katanya, akan ada pelatihan selama dua bulan dan para istri akan diberi upah sebesar Rp 100.000 per hari. Namun, hingga saat ini, keluarga hanya menerima Rp 700.000.

Terbongkar Penipuan di Kamboja

Sustri, istri Imron, menambahkan bahwa setelah membuat paspor, keempat orang tersebut diterbangkan ke Malaysia, Singapura, lalu ke Kamboja. Mereka baru menyadari bahwa mereka ditipu ketika sudah sampai di lokasi tujuan.

“Saat di Malaysia dan Singapura, kami masih bisa berkomunikasi dengan suami. Kemudian kami dapat kabar bahwa suami kami sudah di Kamboja bukan ke Vietnam seperti yang dijanjikan,” jelas Sustri.

Ternyata, keempat pria itu bekerja sebagai scammer judi online. Awalnya, suami belum mau mengungkapkan kebenaran tersebut. Namun, akhirnya mereka mengaku bahwa mereka tidak bekerja sebagai pemasaran barang elektronik, tetapi sebagai penipu judi online.

Pengalaman Buruk di Tempat Kerja

Selama bekerja, para korban tidak diberi waktu istirahat dan dipaksa bekerja selama 24 jam. Jika mengantuk, mereka akan disetrum. Jatah makan hanya diberikan satu kali dalam sehari.

“Mereka yang tidak memenuhi target akan didenda,” ujar Sustri.

Akibat penyiksaan yang terjadi, keempat orang ini akhirnya melarikan diri dari tempat kerja mereka ke KBRI di Phnom Penh.

Upaya untuk Membantu Pulang

Ketua DPD Garda Relawan Indonesia Semesta (GARIS) Provinsi Bengkulu, Iman SP Noya, yang menjadi pendamping keluarga korban, mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi untuk membantu kepulangan para warga tersebut.

“Dengan kementerian kami sudah berkoordinasi, dengan pak gubernur juga sudah saya minta petunjuk. Kami berharap keempat warga Kota Bengkulu itu secepatnya pulang,” ujar Iman.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Dukung Pemulihan Alam di Partungko Naginjang, Ketua DPD PDI P Sumut Sumbang Rp50 Juta

31 Maret 2026

Sheila Dara Kini Tidak Sendirian di Rumah Vidi Aldiano

31 Maret 2026

Opini: Efisiensi Anggaran atau Pemangkasan?

31 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Dukung Pemulihan Alam di Partungko Naginjang, Ketua DPD PDI P Sumut Sumbang Rp50 Juta

31 Maret 2026

Harga iPhone 17 Series Pasca Lebaran 2026 Stabil, Mulai Rp 17 Jutaan di iBox

31 Maret 2026

Polresta Denpasar Selidiki Kasus Pemukulan Pria 19 Tahun Terhadap Istri Siri, Terkait Nama Niluh Djelantik

31 Maret 2026

Opini: Efisiensi Anggaran atau Pemangkasan?

31 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?