Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 17 Maret 2026
Trending
  • Penghasilan US$ 3,9 Miliar, Capaian Operasional PGN Tahun 2025
  • Rincian Dana Desa 2026 Kabupaten Padang Pariaman, Semua 103 Desa
  • Bocoran Harga Samsung A57 yang Diperkirakan Rilis Maret 2026 di Indonesia dan Perbandingan dengan A56
  • Rekomendasi Saham Ritel 9 Maret 2026: MIDI, MAPA, MAPI, ACES Masih Prospektif
  • Pemerintah Larang Akses Medsos Anak Mulai 28 Maret 2026
  • Makna di Balik Sahabat Pakai Baju Biru di Pemakaman Vidi Aldiano, Ada Permintaan Suami Sheila Dara
  • Hasil Piala FA: Arsenal Melaju ke Perempat Final Usai Kalahkan Mansfield Town
  • Orang yang Menyimpan Dendam pada Anda Tunjukkan 7 Tanda, Salah Satunya Sering Mengkritik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Penghasilan US$ 3,9 Miliar, Capaian Operasional PGN Tahun 2025
Ekonomi

Penghasilan US$ 3,9 Miliar, Capaian Operasional PGN Tahun 2025

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kinerja Operasional dan Keuangan PGAS Tahun 2025

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebagai Subholding Gas Pertamina terus memperkuat fondasi bisnisnya serta menjaga stabilitas kinerja operasional di tengah dinamika industri energi sepanjang tahun 2025. Kinerja PGAS didukung oleh pertumbuhan positif pada segmen bisnis inti, yaitu midstream dan downstream yang berbasis infrastruktur.

Pada tahun 2025, PGAS mencatatkan volume niaga gas bumi sebesar 836 BBTUD. Sementara itu, volume transmisi gas bumi PGAS meningkat 4% menjadi 1.609 MMSCFD dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan peningkatan penyerapan pelanggan.

Kinerja operasional juga diperkuat oleh segmen bisnis infrastruktur LNG. Volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD pada 2025, tumbuh 17% dan berkontribusi pada keandalan penyaluran gas untuk berbagai sektor, termasuk industri dan pembangkit listrik.

Di segmen transportasi minyak, PGAS mencatatkan volume penyaluran sebesar 174.811 BOEPD, didorong oleh meningkatnya aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan pipa eksisting.

Selama tahun 2025, PGAS terus memperluas infrastruktur gas bumi dengan menambah lebih dari 230 kilometer (km) jaringan pipa distribusi jargas, serta menjaga keandalan sistem operasi dengan tingkat availability mencapai 98,84%.

Corporate Secretary PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Fajriyah Usman menjelaskan bahwa PGAS menjaga kesinambungan penyaluran energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG serta koordinasi intensif dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan strategis. Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGAS.

“Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujar Fajriyah dalam keterbukaan informasi, Jumat (6/3/2026).

Kontribusi anak perusahaan dan afiliasi turut menguat dengan volume pemrosesan LPG sebesar 117 metrik ton per hari pada 2025 atau naik 8%. Di sisi lain, pencapaian lifting minyak dan gas sebesar 17.519 BOEPD.

Pada segmen LNG Trading Internasional, PGAS berhasil mengirim tujuh kargo LNG atau setara sekitar 59 BBTUD ke pasar internasional sepanjang 2025.

Dalam laporan keuangan 2025, PGAS mengalami penyesuaian kewajaran nilai aset pada entitas anak usaha di segmen hulu yang dipengaruhi perubahan asumsi cadangan. Langkah tersebut dilakukan sesuai standar akuntansi dan regulasi migas yang berlaku sebagai bentuk kehati-hatian dan transparansi.

Namun demikian, penyesuaian ini bersifat non-cash dan tidak berdampak pada arus kas operasional maupun keberlangsungan usaha. Kinerja operasional dan arus kas PGAS tetap solid meskipun terdapat penyesuaian nilai aset tersebut.

Dengan penyesuaian tersebut, PGAS memastikan laporan keuangan lebih mencerminkan kondisi terkini serta memperkuat fondasi keuangan ke depan untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, terutama dalam pengembangan fokus bisnis utama di midstream dan downstream.

Bagi entitas hulu, langkah ini juga mendukung stabilitas dan keberlanjutan kinerja pada masa mendatang, di mana terdapat beberapa sumur yang berpotensi untuk ditingkatkan produksinya.

Selain memperkuat operasional, PGAS menjalankan disiplin pengelolaan keuangan melalui efisiensi biaya, optimalisasi kas, serta pengelolaan portofolio yang prudent.

Pada tahun 2025, beban umum dan administrasi PGAS menurun US$ 33,3 juta atau sekitar 17% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi laba dari entitas patungan (joint venture) juga meningkat menjadi sebesar US$ 76,4 juta pada 2025.

Didukung penguatan operasional dan keuangan yang disiplin, PGAS membukukan pendapatan mencapai US$ 3,9 miliar pada 2025, meningkat 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba operasi PGAS tercatat US$ 519,6 juta, sedangkan laba bersih mencapai US$ 215,4 juta yang dipengaruhi oleh penyesuaian nilai aset hulu yang bersifat non-cash.

PGAS juga membukukan EBITDA sebesar US$ 971,2 juta pada 2025 dengan arus kas operasional positif sebesar US$ 657,1 juta, sehingga mencerminkan ketahanan fundamental dan kapasitas kas yang tetap kuat di tengah dinamika industri energi.

Fajriyah menambahkan, kinerja PGAS didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi yang berfokus pada midstream dan downstream, meliputi segmen transmisi dan distribusi gas bumi, LNG, serta kontribusi anak perusahaan dan afiliasi lainnya.

Pada dasarnya PGAS konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio, termasuk langkah selektif pada proyek prioritas. “Strategi ini penting untuk memperkuat ketahanan korporasi dalam menghadapi tantangan ke depan,” jelasnya.

PGAS terus memperkuat perannya mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan strategi penguatan fundamental bisnis, optimalisasi operasional, serta efisiensi berkelanjutan, PGAS optimistis menjaga stabilitas usaha dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Rekomendasi Saham Ritel 9 Maret 2026: MIDI, MAPA, MAPI, ACES Masih Prospektif

16 Maret 2026

6 Aplikasi Cek Lokasi Banjir Jakarta, Tangerang, Jawa Timur

16 Maret 2026

5 strategi bisnis saat momen mudik Lebaran

16 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Penghasilan US$ 3,9 Miliar, Capaian Operasional PGN Tahun 2025

16 Maret 2026

Rincian Dana Desa 2026 Kabupaten Padang Pariaman, Semua 103 Desa

16 Maret 2026

Bocoran Harga Samsung A57 yang Diperkirakan Rilis Maret 2026 di Indonesia dan Perbandingan dengan A56

16 Maret 2026

Rekomendasi Saham Ritel 9 Maret 2026: MIDI, MAPA, MAPI, ACES Masih Prospektif

16 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?