Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Wednesday, 14 October 2026
Trending
  • Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak
  • Aprilia Bakal Terapkan Team Order, Kata Kubu Marquez
  • Apple siapkan iPhone Air 2, ini bocoran fitur dan jadwal rilisnya
  • Mengenal RTX AI PC: Senjata Rahasia Mahasiswa & Pekerja Modern
  • Waspada Agen AI Liar: Peringatan Keras PM Singapura Lawrence Wong
  • Home Charging vs SPKLU: Mana yang Lebih Ramah di Kantong?
  • Sarwendah Tantang Uji Forensik, Bantah Video Call Ruben Onsu Editan
  • Fakta Baru Kericuhan Pekerja Proyek dan Satpol PP Terungkap, Bukan karena Nasi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Pengguna Pertalite dan Biosolar Waspadai, Kuota BBM Subsidi 2027 Dipangkas 50 Persen
Politik

Pengguna Pertalite dan Biosolar Waspadai, Kuota BBM Subsidi 2027 Dipangkas 50 Persen

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 August 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengguna Pertalite dan Biosolar Siap-siap, Kuota BBM Subsidi 2027 Disunat 50 Persen Lebih

Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan pengurangan kuota BBM subsidi untuk Pertalite dan Biosolar pada tahun 2027. Rencana ini menimbulkan kekhawatiran bagi para pengguna BBM bersubsidi yang selama ini bergantung pada harga yang lebih murah dibandingkan BBM nonsubsidi.

Pemangkasan Kuota BBM Subsidi

Dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Kemenkeu RI (Kementerian Keuangan Republik Indonesia), pemerintah menyatakan bahwa kuota BBM subsidi untuk tahun 2027 akan sebesar 20,09 juta kiloliter. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan kuota pada tahun 2026 yang mencapai 48,43 juta kiloliter. Artinya, terjadi pengurangan signifikan sebesar 28,34 juta kiloliter atau sekitar 58,5 persen.

Ferry Ardiyanto, Plt./Plh. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu, menjelaskan bahwa pengurangan kuota BBM subsidi dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengendalikan subsidi. Hal ini termasuk dalam rencana pengaturan penggunaan BBM subsidi seperti Pertalite.

Dasar Penetapan Harga Minyak Mentah

Pemerintah menggunakan patokan harga minyak mentah Indonesia Crude Price (ICP) sebesar 75 dollar AS (Rp 1,3 juta, kurs Rp 17.840) per barrel pada 2027 untuk menentukan besaran pengurangan kuota BBM subsidi. Meskipun angka ini masih di bawah harga minyak dunia saat ini yang berada di kisaran 83 dollar AS (Rp 1,47 juta) per barrel, penurunan kuota tetap menjadi langkah penting.

Dampak pada Masyarakat

Pengurangan kuota BBM subsidi akan langsung berdampak pada masyarakat yang selama ini bergantung pada Pertalite dan Biosolar. Saat ini, konsumsi BBM subsidi sedang melonjak tajam. Pada semester I 2026, volume penyaluran BBM subsidi naik sebesar 7,8 persen menjadi 7.989,5 ribu kiloliter. Angka ini meningkat dari 7.410,1 ribu kiloliter pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pangsa pasar Pertalite juga meningkat secara signifikan. Pada periode Januari-Mei 2026, pangsa pasar Pertalite sebesar 75,4 persen, namun naik menjadi 80,3 persen pada bulan Juli 2026. Hal ini menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap BBM bersubsidi.

Perbedaan Konsumsi BBM Bersubsidi dan Nonsubsidi

Di sisi lain, konsumsi BBM nonsubsidi mengalami penurunan. Pada periode yang sama, konsumsi BBM nonsubsidi turun sebesar 23,2 persen menjadi 18,8 persen. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin beralih ke BBM bersubsidi karena harganya yang lebih terjangkau.

Menurut Indra Abra Tallatov, Head of Center of Food, Energy, and Sustainable Development (CFESD) Institute For Development of Economics and Finance (Indef), migrasi konsumen ke BBM bersubsidi mengindikasikan bahwa perbedaan harga semakin memengaruhi perilaku konsumsi.

Upaya Mengetatkan Penyaluran BBM Subsidi

Pemerintah juga berupaya mengetatkan penyaluran BBM subsidi agar sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Salah satu langkah yang diambil adalah melarang kelompok masyarakat dengan ekonomi mampu membeli BBM subsidi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melarang golongan desil 9-10, yang dikategorikan sebagai masyarakat sangat mampu, untuk membeli BBM subsidi. Ia berharap agar masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi tidak kesulitan mendapatkannya.

“Ya sudahlah yang kaya-kaya yang sudah mampu itu jangan ngambil hak rakyat lah, kira-kira begitu. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berhak menerima,” ujarnya.

Kajian Lanjutan atas Pembatasan Pembelian BBM Subsidi

Meski aturan ini sudah diberlakukan, pembatasan pembelian BBM subsidi menggunakan ketentuan desil masih dalam proses kajian oleh pemerintah. Bahlil mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan evaluasi terkait hal tersebut.

“Pembatasan Pertalite, sekarang kita masih dalam kajian, lagi dikaji,” ujarnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

PGRI Desak Kepastian Pencairan TPG Guru Non-ASN

14 October 2026

Opini: Kritik Tak Pernah Padam

14 October 2026

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak

14 October 2026

Aprilia Bakal Terapkan Team Order, Kata Kubu Marquez

14 October 2026

Apple siapkan iPhone Air 2, ini bocoran fitur dan jadwal rilisnya

14 October 2026

Mengenal RTX AI PC: Senjata Rahasia Mahasiswa & Pekerja Modern

14 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?