Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • Kompolnas: Kasus Suami Korban Jambret Jadi Peringatan untuk Polisi
  • Sifat Raymond/Joaquin Dikagumi Ganda Malaysia Pasca Final Indonesia Masters 2026
  • Apakah Gym Termasuk Olahraga? Cek Fakta Penting!
  • Kejutan Transfer: Dion Marx Resmi Bergabung dengan Persib Bandung
  • Tindakan Richard Lee Pasca-Jadi Tersangka, Gugat Polda Metro Jaya via Praperadilan, Doktif: Tekanan
  • Alvia Nur Vida: Dari Tari Hobi Jadi Jalur Hidup di Sanggar Tresna Budaya Semarang
  • Prediksi Pertandingan Arsenal vs Manchester United di Liga Inggris
  • Mental Juara dan Comeback Mengagumkan: Lima Gol di Emirates, United Kalahkan Arsenal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Pendanaan Infrastruktur Syariah Strategi Kolaboratif yang Siap Ubah Wajah Indonesia
Ekonomi

Pendanaan Infrastruktur Syariah Strategi Kolaboratif yang Siap Ubah Wajah Indonesia

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Februari 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Pendanaan Infrastruktur Syariah: Strategi Kolaboratif yang Siap Ubah Wajah Indonesia
Ilustrasi–Pekerja mengoperasikan alat berat untuk menimbun dan memadatkan area pantai yang akan dibangun Dermaga 2 Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Popoh, Tulungagung, Jawa Timur.(ANTARA/Destyan Sujarwoko)

PEMBANGUNAN infrastruktur adalah tulang punggung kemajuan sebuah negara. Infrastruktur yang lebih baik tidak hanya meningkatkan akses terhadap layanan penting seperti pendidikan, kesehatan, dan sanitasi, tetapi juga memperkuat konektivitas, meningkatkan produktivitas, dan daya saing global. Namun, tantangan utama yang dihadapi Indonesia adalah keterbatasan anggaran pemerintah. Untuk menjawab tantangan ini, skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) menjadi solusi strategis, terutama melalui pendekatan inovatif berbasis syariah.

Dalam artikel berjudul “The Implementation of Ijarah Muntahiyah Bittamlik in Infrastructure Project Financing within the Public-Private Partnership Models: A Collaborative Governance Perspective”, Doctor of Leadership and Policy Innovation dari UGM Lasarus Bambang S menjelaskan potensi besar skema ijarah muntahiyah bittamlik (IMBT) dalam pembiayaan proyek infrastruktur.  

“IMBT adalah kontrak hybrid yang menggabungkan unsur sewa guna usaha dengan penjualan atau pemberian aset di akhir masa kontrak. Model ini tidak hanya mematuhi prinsip syariah, tetapi juga memberikan solusi pembiayaan yang fleksibel dan berkelanjutan,” jelas Lasarus.  

Baca juga : Indonesia Percepat Pembahasan Aliansi Pendanaan Campuran Global

Ia mencontohkan penerapan IMBT pada proyek Jalan Lintas Timur Sumatra dalam skema KPBU Availability Payment (AP), dengan badan usaha yang tergabung dalam Special Purpose Vehicle (SPV) bertanggung jawab mendesain, membangun, membiayai, dan mengoperasikan proyek tersebut hingga masa kontrak selesai. Skema ini terbukti mampu mengoptimalkan kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur nasional.  

MI/HO—Doctor of Leadership and Policy Innovation dari UGM Lasarus Bambang S

Manfaat dan Tantangan KPBU Berbasis Syariah 

Dalam pembiayaan berbasis syariah, bank atau lembaga keuangan memberikan pendanaan melalui kontrak IMBT dengan risiko dan manfaat yang dibagi secara adil. 

“Pendekatan ini sangat relevan untuk proyek-proyek seperti jalan dan jembatan, rumah sakit, sekolah, bendungan, dan perumahan rakyat. Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin 3 dan 6,” ujar Lasarus.  

Baca juga : DPRD DKI Tolak Pembangunan ITF di 3 Lokasi karena belum Layak

Namun, penerapan KPBU berbasis syariah juga menghadapi tantangan, seperti kebutuhan regulasi yang lebih matang dan mekanisme pengelolaan risiko yang terstruktur. 

Sebagaimana diingatkan oleh O’Toole (2022), risiko permintaan yang dialihkan ke pemerintah dalam skema KPBU AP memerlukan manajemen yang hati-hati agar tidak membebani anggaran negara.  

Karenanya, Lasarus memberikan rekomendasi untuk penerapan IMBT, yaitu:

1. Ekspansi ke Sektor Strategis 

Baca juga : Butuh Dana Besar, Jadi Alasan RI Manfaatkan INFF

Pemerintah perlu memperluas penerapan IMBT ke sektor transportasi, kesehatan, dan pendidikan untuk meningkatkan dampaknya.  

2. Regulasi yang Mendukung 

Dibutuhkan kebijakan yang memberikan kepastian hukum dan insentif bagi lembaga keuangan syariah yang mendanai proyek KPBU.  

Baca juga : AIIB Setujui Dana US$150 Juta untuk Proyek Satelit di RI

3. Edukasi dan Sosialisasi 

Pemahaman masyarakat dan pelaku usaha tentang mekanisme IMBT harus diperkuat melalui program edukasi.  

4. Integrasi Teknologi 

Penggunaan teknologi seperti blockchain dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek.  

5. Pelatihan SDM 

Pelatihan di bidang keuangan syariah dan KPBU harus ditingkatkan untuk mendukung implementasi yang lebih efektif.  

6. Evaluasi Berkelanjutan 

Pemerintah dan sektor swasta perlu menciptakan mekanisme monitoring bersama untuk memastikan keberhasilan proyek.

Penerapan IMBT dalam skema KPBU membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengatasi tantangan pendanaan infrastruktur. Dengan pendekatan kolaboratif yang memadukan prinsip syariah dan inovasi keuangan, Indonesia dapat membangun infrastruktur yang berkelanjutan dan inklusif.  

Sebagaimana disampaikan oleh Lasarus, “Dengan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan perbankan syariah, kita dapat mewujudkan visi Indonesia Maju, Kuat, Sejahtera, dan Mendunia.”  (Z-1)

Indonesia Infrastruktur Kolaboratif Pendanaan Siap Strategi Syariah Ubah Wajah yang
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Meikarta jadi rusun subsidi, dekatkan hunian ke pusat ekonomi

27 Januari 2026

Risiko fiskal mengancam pasar SBN, yield melonjak

27 Januari 2026

Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 25 Januari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

27 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kompolnas: Kasus Suami Korban Jambret Jadi Peringatan untuk Polisi

29 Januari 2026

Sifat Raymond/Joaquin Dikagumi Ganda Malaysia Pasca Final Indonesia Masters 2026

29 Januari 2026

Apakah Gym Termasuk Olahraga? Cek Fakta Penting!

29 Januari 2026

Kejutan Transfer: Dion Marx Resmi Bergabung dengan Persib Bandung

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?