Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • Lima Tanda Serangan Jantung Saat Olahraga yang Sering Diabaikan
  • Indonesia Masters 2026 – Alwi Farhan Belajar dari Kekalahan Lawan Chen Yu Fei untuk Tampil di Thailand Masters 2026
  • Gol Penentu Kemenangan Guinho di Laga Persib Bandung vs PSBS Biak
  • 5 Tempat Jogging di Surabaya untuk Olahraga Ringan Setelah Kerja
  • Kompolnas: Kasus Suami Korban Jambret Jadi Peringatan untuk Polisi
  • Sifat Raymond/Joaquin Dikagumi Ganda Malaysia Pasca Final Indonesia Masters 2026
  • Apakah Gym Termasuk Olahraga? Cek Fakta Penting!
  • Kejutan Transfer: Dion Marx Resmi Bergabung dengan Persib Bandung
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Pemerasan Disebut Penyakit Kronis di Tubuh Polri
Politik

Pemerasan Disebut Penyakit Kronis di Tubuh Polri

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover13 Februari 2025Tidak ada komentar1 Min Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Pemerasan Disebut Penyakit Kronis di Tubuh Polri
ilustrasi.(MI)

PAKAR hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai pemerasan yang dilakukan oleh personel merupakan penyakit kronis di tubuh Polri. Ia menduga pemerasan tidak hanya dilakukan kepada masyarakat tetapi juga sesama personel Polri.

“Pemerasan itu penyakit kronis di kepolisian, karena tidak hanya terjadi eksternal, internal saja kabarnya naik pangkat dan jabatan saja ada tarifnya,” kata Fickar, kepada Media Indonesia, Senin (27/1).

Fickar mengatakan ada kurikulum pendidikan yang keliru dipahami oleh personel yang terlibat pemerasan, yakni pemahaman bahwa jabatan di organisasi itu seluruhnya dalam kerangka pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Ia mengatakan personel yang bermasalah justru mencari uang atau berbisnis ketika bertugas.

“Oknum-oknum polisi yang terjebak melakukan kejahatan itu keliru memahaminya sebagai urusan bisnis, sehingga langkahnya selalu mencari untung, padahal sudah dibayar gajinya oleh rakyat melakui pajak pada negara,” katanya. 

“Seharusnya ditekankan pada program perekrutan sejak awal (soal hukuman pemerasan), sehingga jika terjadi penyimpangan hukumannya langsung pecat,” tambahnya. (Faj/I-2)

Disebut kronis Pemerasan Penyakit Polri Tubuh
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Syifa Nekat Jadi Tentara AS, Ancaman Kehilangan Kewarganegaraan

28 Januari 2026

Geliat Partai Baru Gema Bangsa dan Gerakan Rakyat: Harapan Efek Coattail Prabowo dan Anies

28 Januari 2026

Klarifikasi Anwar Usman soal Kehadiran di Sidang MK yang Dikaitkan dengan Sakit Sejak Tahun Lalu

28 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Lima Tanda Serangan Jantung Saat Olahraga yang Sering Diabaikan

29 Januari 2026

Indonesia Masters 2026 – Alwi Farhan Belajar dari Kekalahan Lawan Chen Yu Fei untuk Tampil di Thailand Masters 2026

29 Januari 2026

Gol Penentu Kemenangan Guinho di Laga Persib Bandung vs PSBS Biak

29 Januari 2026

5 Tempat Jogging di Surabaya untuk Olahraga Ringan Setelah Kerja

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?