Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Wednesday, 7 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Olahraga»Pemain Bintang Ini Jatuh di Chelsea Setelah Tinggalkan AC Milan
    Olahraga

    Pemain Bintang Ini Jatuh di Chelsea Setelah Tinggalkan AC Milan

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 December 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perjalanan Andriy Shevchenko dari AC Milan ke Chelsea

    Andriy Shevchenko, seorang penyerang legendaris asal Ukraina, pernah menjadi salah satu bintang terbesar dalam sejarah sepak bola Eropa. Pindah dari AC Milan ke Chelsea adalah salah satu transfer yang menarik perhatian publik. Meskipun dianggap sebagai bintang dunia saat itu, kiprahnya di Stamford Bridge justru tidak sesuai ekspektasi.

    Sebelum pindah ke Chelsea, Shevchenko menghabiskan masa keemasannya bersama AC Milan. Kecepatan eksplosif, ketajaman dalam menyelesaikan peluang, serta kemampuan tampil menentukan di laga besar menjadikannya ikon klub Rossoneri selama beberapa tahun.

    Bersama Milan, Shevchenko membawa klub meraih berbagai gelar penting seperti Serie A dan Liga Champions. Ia juga memenangkan penghargaan individu tertinggi, yaitu Ballon d’Or 2004. Performa tersebut sangat jauh berbeda dengan pengalamannya setelah hijrah ke Chelsea.

    Kejayaan Shevchenko di AC Milan

    Shevchenko tercatat sebagai pencetak gol terbanyak AC Milan di Serie A sepanjang sejarah klub. Ia meraih gelar capocannoniere sebanyak dua kali, yaitu pada musim 1999-2000 dan 2003-04.

    Pada musim 2003-04, ia kembali menjadi top skor Serie A dengan mencetak 24 gol dari 32 pertandingan. Gol-golnya berperan besar dalam membawa Milan meraih Scudetto ke-17. Di akhir musim tersebut, Shevchenko juga mencetak hattrick ke gawang Lazio pada final Piala Super Italia, membantu Milan meraih trofi ketiga dalam satu musim.

    Pada tahun yang sama, ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eropa 2004. Prestasi individu Shevchenko mencapai puncaknya ketika meraih Ballon d’Or 2004 sebagai pesepak bola terbaik dunia. Ia juga masuk dalam daftar FIFA 100 pilihan Pelé dan mencatatkan gelar kelima dari enam kali sebagai Pemain Terbaik Ukraina.

    Pada musim 2004-05, Shevchenko masih mampu mencetak 17 gol liga dari 29 laga, meski kerap diganggu cedera. Ia mencatatkan total 26 gol dari 40 pertandingan di semua kompetisi.

    Musim berikutnya, 2005-06, Shevchenko kembali tampil produktif dengan 19 gol dari 28 laga Serie A. Ia juga menjadi top skor Liga Champions dengan sembilan gol dari 12 penampilan.

    Meredup Bersama Chelsea

    Shevchenko akhirnya meninggalkan Milan menuju Chelsea setelah menolak tawaran perpanjangan kontrak enam tahun. Transfer tersebut bernilai 44 juta euro dan menjadi rekor pada masanya.

    Perjalanan Shevchenko di Liga Inggris tidak berjalan mulus. Ia hanya mencetak 22 gol selama dua musim bersama Chelsea, jauh dari standar yang ia tunjukkan saat berseragam Milan.

    Cedera menjadi faktor utama yang menghambat performanya. Shevchenko mengalami masalah lutut setelah pemulihan tergesa-gesa pasca Piala Dunia 2006, ditambah cedera hernia berulang serta masalah punggung yang menguras energinya.

    Kondisi fisik tersebut membuat Shevchenko kesulitan beradaptasi dengan intensitas dan tempo tinggi Premier League. Pada usia 29 tahun, gaya bermainnya dinilai tidak lagi cocok dengan karakter sepak bola Inggris.

    Ia hanya mampu mencetak sembilan gol liga dari 48 pertandingan. Shevchenko secara terbuka mengakui kelelahan fisik serta kegagalan operasi sebagai alasan utama di balik penurunan performanya, sekaligus menyesali ketidakmampuannya membalas dukungan suporter.

    Faktor taktik juga berperan besar. Sistem pressing tinggi yang diterapkan Jose Mourinho lebih mengutamakan penyerang bertipe kuat seperti Didier Drogba, membuat Shevchenko sering tersisih dari peran utama.

    Jose Mourinho bahkan menyebut Shevchenko terlalu terbiasa diperlakukan istimewa selama di Milan. Transfer bernilai besar yang didorong pemilik klub juga dinilai mengabaikan kecocokan skuad.

    Perpindahan dari gaya bermain teknis Serie A ke pendekatan lebih langsung di Inggris semakin memperparah penurunan kondisi fisik Shevchenko. Sinergi dengan gelandang seperti yang ia nikmati di Milan pun tidak lagi ia dapatkan.

    Shevchenko sempat kembali ke Milan dengan status pinjaman pada musim 2008-09. Akan tetapi, ia gagal mengulang kejayaan masa lalu dengan hanya mencetak dua gol dari 26 penampilan di semua kompetisi.

    Ia menutup dua periodenya bersama Milan dengan catatan 175 gol dari 322 penampilan di semua ajang. Torehan tersebut mencakup 127 gol Serie A dari 226 laga dan menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah klub.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

    31 August 2026

    Prediksi Skor: Viktoria Plzen vs Red Star Belgrade, Zvezda Dekat Liga Fase!

    31 August 2026

    Prediksi Skor Omonia vs Sint-Truiden: De Kanaries Melangkah!

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?