Rekrutmen Prajurit TNI AD Tahun 2026: Gratis dan Bebas Percaloan
Komandan Kodim 1612/Manggarai, Letkol Arh Amos Comenius Silaban, menegaskan bahwa rekrutmen prajurit TNI Angkatan Darat tahun 2026 akan dilakukan secara gratis tanpa adanya pungutan biaya atau praktik percaloan. Ia menekankan bahwa kesempatan menjadi prajurit adalah hak setiap warga negara yang memenuhi syarat, bukan hasil dari “orang dalam” atau permainan calo.
“Untuk menjadi prajurit TNI itu tidak dipungut biaya alias gratis. Tidak ada istilah bos-bos, tidak ada orang dalam. Saya pastikan lagi, tidak ada,” ujar Amos dengan nada serius, Rabu (21/1/2026).
Pernyataan ini muncul di tengah maraknya isu percaloan yang kerap meresahkan masyarakat. Banyak oknum memanfaatkan animo generasi muda yang bercita-cita menjadi prajurit dengan menawarkan jalan pintas berbayar. Dandim menegaskan, praktik semacam itu harus dilawan bersama.
Rekrutmen Gratis, Tanpa Pungutan
Letkol Amos menekankan, bila ada pengeluaran dalam proses pendaftaran, itu murni kebutuhan pribadi calon peserta, seperti ongkos perjalanan atau biaya fotokopi dokumen.
“Tapi untuk masuk prajurit TNI, tidak ada biaya apa pun,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku bisa meloloskan calon dengan imbalan uang.
“Kalau ada yang mengaku-ngaku bisa meloloskan atau meminta uang, tolong laporkan ke kami. Kami akan tindak lanjuti,” ujarnya.
Jadwal Penerimaan Tamtama dan Bintara
Kodim 1612/Manggarai telah mengumumkan jadwal penerimaan prajurit TNI AD tahun 2026:
- Tamtama PK Gelombang I TA 2026
- Pendaftaran online: 8 Januari – 15 Februari 2026
- Validasi/daftar ulang: 15 Januari – 18 Februari 2026
- Pengecekan awal administrasi: Makodim 1612/Manggarai
Materi seleksi: administrasi, kesehatan, jasmani, psikologi, mental ideologi/litpers
Bintara PK TA 2026
- Pendaftaran online: 8 Januari – 3 Februari 2026
- Validasi/daftar ulang: 12 Januari – 6 Februari 2026
- Lokasi pengecekan awal: Kodim 1612/Manggarai
- Materi seleksi: sama ketatnya dengan Tamtama
Mekanisme Seleksi Berjenjang
Menurut Amos, Kodim hanya melayani pendaftaran dan pendataan awal. Seluruh tahapan seleksi resmi dilaksanakan di Kupang, tepatnya di Korem 161/Wira Sakti, dan berlanjut hingga tingkat pusat di bawah Kodam IX/Udayana.
“Seleksi bukan di Kodim. Kodim hanya membantu administrasi awal. Seleksi nanti di Kupang, di Korem. Semua putra-putri NTT bertarung di sana secara murni, tidak ada kuota daerah,” tegasnya.
Dengan sistem ini, semua calon dari Nusa Tenggara Timur bersaing secara terbuka. Tidak ada jatah khusus untuk Manggarai atau Manggarai Timur. Penilaian dilakukan murni berdasarkan kemampuan.
Antisipasi Percaloan
Isu percaloan dalam rekrutmen TNI bukan hal baru. Di banyak daerah, oknum kerap memanfaatkan semangat pemuda untuk masuk TNI dengan iming-iming “jalur cepat” berbayar.
Amos menegaskan, TNI AD tidak melibatkan pihak luar dalam proses rekrutmen.
“Penerimaan ini murni dari kita TNI. Kita tidak melibatkan institusi lain. Informasi kita sampaikan melalui media online, cetak, elektronik, bahkan podcast agar sampai langsung ke putra-putri Manggarai dan Manggarai Timur,” jelasnya.
Ia meminta peran aktif media dan masyarakat untuk melaporkan bila ada indikasi pungutan liar.
“Tidak ada hak siapa pun memungut biaya. Menjadi prajurit TNI adalah hak setiap warga negara yang memenuhi syarat dan siap mengabdi kepada negara,” ujarnya.
Latihan Persiapan: Terobosan Baru Kodim
Untuk pertama kalinya, Kodim 1612/Manggarai menyelenggarakan latihan persiapan bagi calon peserta. Latihan ini mencakup fisik dasar seperti lari dan renang.
“Kami siapkan adik-adik ini supaya siap mengikuti seleksi di Kupang. Kita latih fisik, termasuk lari dan renang. Ini baru pertama kali kita lakukan, sebelumnya belum ada,” kata Amos.
Langkah ini diambil agar calon peserta tidak datang ke tahapan seleksi dalam kondisi minim persiapan. Dengan latihan bersama, calon prajurit bisa lebih percaya diri menghadapi tes jasmani yang dikenal ketat.
Antusiasme Generasi Muda
Antusiasme generasi muda Manggarai untuk menjadi prajurit TNI sangat tinggi. Setiap pagi, halaman Kodim 1612 dipenuhi pemuda yang datang berlatih.
“Luar biasa. Kalau pagi datang ke Kodim, ramai sekali adik-adik yang datang untuk berlatih. Ini cita-cita mereka, ingin menjadi prajurit TNI. Kita fasilitasi sebisa mungkin agar mereka siap dan percaya diri,” ungkap Amos.
Fenomena ini menunjukkan bahwa profesi prajurit masih menjadi pilihan utama bagi banyak anak muda di daerah. Selain faktor kebanggaan, menjadi prajurit juga dipandang sebagai jalan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Perspektif Sosial: Menghapus Stigma “Orang Dalam”
Penegasan Dandim Manggarai sekaligus menjadi upaya menghapus stigma lama bahwa masuk TNI harus lewat “orang dalam” atau jalur khusus. Dengan sistem rekrutmen terbuka, semua calon memiliki kesempatan yang sama.
Dalam konteks sosial, hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik. Rekrutmen yang transparan akan meningkatkan citra TNI sebagai institusi yang profesional dan bebas dari praktik koruptif.
Tantangan dan Harapan
Meski penegasan sudah disampaikan, tantangan tetap ada. Isu percaloan bisa muncul kembali bila masyarakat tidak kritis. Oleh karena itu, peran media, tokoh masyarakat, dan keluarga calon peserta sangat penting untuk mengingatkan bahwa rekrutmen TNI gratis.
Harapannya, generasi muda Manggarai dan NTT bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Latihan persiapan yang disediakan Kodim menjadi modal awal, tetapi keberhasilan tetap ditentukan oleh disiplin dan kerja keras masing-masing calon.
Menutup pernyataannya, Amos kembali mengajak generasi muda untuk mendaftar secara mandiri.
“Ayo segera daftarkan diri Anda. Gratis. Jangan percaya calo. TNI membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik bangsa yang siap mengabdi kepada negara,” pungkasnya.



