Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 21 Maret 2026
Trending
  • 6 Kebiasaan yang Merusak Anggaran Belanja
  • OJK Atur Perwakilan Lembaga Pembiayaan Asing di Indonesia
  • Waktu Berlalu Perlahan
  • Sejarah Barcode: Inovasi Penting yang Mengubah Banyak Sektor
  • Pemerintah Kurangi Produksi Batubara, Ini Dampaknya pada Perusahaan Sektor Batubara
  • Pengemudi Ojol Marah Dituduh Bantu Jambret, Panik Kejar Pencuri Ponsel
  • DPRD Medan Soroti Program Mudik Gratis Pemko, Minta Dishub Akuntabel
  • Tiket Final Four dan Grand Final Proliga 2026 Mulai Dijual, Harga Terendah Rp150 Ribu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Pelatih Senegal Menggoda Sadio Mane Batal Pensiun dari Timnas
Olahraga

Pelatih Senegal Menggoda Sadio Mane Batal Pensiun dari Timnas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran Sadio Mane dalam Piala Afrika 2023

Sadio Mane, bintang sepak bola asal Senegal, telah menunjukkan kelasnya selama Piala Afrika 2023. Ia menjadi salah satu pemain terpenting dalam perjalanan timnas Senegal di ajang ini. Dengan catatan tiga assist dan dua gol, ia berkontribusi signifikan dalam beberapa pertandingan penting, termasuk laga final melawan Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat.

Meskipun sudah menyatakan niat untuk menjadikan Piala Afrika 2023 sebagai turnamen terakhir bersama tim nasional, Sadio Mane tetap berkomitmen untuk tampil di Piala Dunia FIFA akhir tahun ini. Keputusan ini membuat pelatih timnas Senegal, Pape Thiaw, angkat bicara dengan nada emosional.

Tanggapan Pelatih Timnas Senegal

Pape Thiaw secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan Sadio Mane. Ia menegaskan akan melakukan apa pun untuk membujuk sang bintang agar tetap berseragam Singa Teranga. “Negara ini tidak setuju (dengan keputusannya), dan saya juga tidak setuju,” ujar Thiaw.

Menurut Thiaw, Sadio Mane bukan hanya seorang pemain bintang, tetapi juga teladan bagi banyak orang. “Dia mewakili Afrika, dunia, dan ketika kami mengatakan itu adalah keputusannya, itu bukan hanya miliknya, dia milik rakyat Senegal, dan mereka ingin melihatnya terus melanjutkan tugasnya,” tambahnya.

Thiaw juga menyebut bahwa Mane memberi pelajaran tentang kerendahan hati, pendidikan, dan dedikasi yang tinggi. “Dia mencurahkan keringatnya untuk Senegal,” ungkap Thiaw. Menurutnya, Mane mengorbankan hidupnya untuk membawa timnas Senegal lolos ke Piala Dunia 2022 dan memenangkan AFCON pertama.

Kehadiran Sadio Mane dalam Sejarah Sepak Bola Afrika

Sejak debut internasionalnya pada 2012, Sadio Mane telah menjadi simbol kebangkitan Senegal. Ia berperan dalam berbagai pencapaian bersejarah, termasuk membawa negaranya menjuarai Piala Afrika untuk pertama kalinya pada 2022.

Di level klub Eropa, prestasi Mane juga sangat mencolok. Ia berhasil meraih gelar Liga Champions, Liga Inggris, serta dua kali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika. Selain itu, ia menjadi figur sentral dalam perjalanan Senegal ke final Piala Afrika 2019 dan kembali ke final beberapa tahun kemudian, yang akhirnya berbuah trofi usai menaklukkan Mesir lewat adu penalti.

Konsistensinya membawa Senegal lolos ke tiga Piala Dunia berturut-turut juga menegaskan statusnya sebagai legenda hidup sepak bola Afrika.

Pujian dari Rekan Setim

Rekan setim Sadio Mane, Moussa Niakhate, juga memberikan pujian kepada sang bintang. “Saya tidak punya cukup waktu untuk menjelaskan apa yang telah dia lakukan untuk sepak bola Afrika dan, terutama, sepak bola Senegal,” kata Niakhate.

Ia menambahkan bahwa Sadio Mane pantas memenangkan Ballon d’Or. “Selain sebagai seorang pemain sepak bola, dia adalah sosok manusia yang luar biasa, dan seperti yang dia nyatakan setelah pertandingan melawan Mesir, ini akan menjadi pertandingan AFCON terakhirnya, tetapi ini adalah turnamen keenamnya, dan itu menunjukkan konsistensinya,” ucap Niakhate.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Tiket Final Four dan Grand Final Proliga 2026 Mulai Dijual, Harga Terendah Rp150 Ribu

20 Maret 2026

Pelatih Persib Bebankan Kekecewaan ke Borneo FC

20 Maret 2026

Menjelang Laga Borneo FC vs Persib, Fabio Minta Khusus

20 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

6 Kebiasaan yang Merusak Anggaran Belanja

21 Maret 2026

OJK Atur Perwakilan Lembaga Pembiayaan Asing di Indonesia

20 Maret 2026

Waktu Berlalu Perlahan

20 Maret 2026

Sejarah Barcode: Inovasi Penting yang Mengubah Banyak Sektor

20 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?