Indonesiadiscover.com.CO.ID, JAKARTA — Fase grup Piala Afrika 2025 resmi berakhir pada Kamis (1/1/2026) dini hari WIB dengan drama di Grup F. Juara bertahan Pantai Gading memastikan diri keluar sebagai pemuncak klasemen setelah melakukan comeback luar biasa untuk menaklukkan Gabon 3-2. Pada laga lain, Kamerun bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Mozambik 2-1 dan finis sebagai runner-up grup.
Bermain di Marrakech, Pantai Gading sempat berada di ujung tanduk setelah tertinggal dua gol lebih dulu dari Gabon. Tim yang sudah tersingkir itu tampil lepas dan mengejutkan sang juara bertahan lewat gol cepat Guelor Kanga dan Denis Bouanga pada 20 menit awal pertandingan.
Kesalahan kiper Alban Lafont dimanfaatkan Kanga untuk membuka keunggulan Gabon pada menit ke-11. Sepuluh menit berselang, Bouanga menggandakan skor melalui tembakan melengkung indah dari sisi kiri kotak penalti yang tak mampu dijangkau Lafont.
Pantai Gading baru menemukan ritme permainan menjelang akhir babak pertama. Setelah peluang Oumar Diakite membentur tiang, gol balasan akhirnya tercipta pada menit ke-44. Jean-Philippe Krasso menuntaskan umpan silang rendah Wilfried Zaha untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Memasuki babak kedua, Gabon sejatinya berpeluang menjauh. Pemain pengganti Clench Loufilou gagal memanfaatkan peluang emas di tiang jauh, sebuah momen krusial yang kemudian berbalik merugikan timnya.
Pantai Gading tampil lebih agresif di sisa laga. Tekanan berbuah hasil pada menit ke-84 ketika Evann Guessand menyundul bola hasil sepak pojok untuk menyamakan kedudukan. Saat laga tampak berakhir imbang, Bazoumana Toure yang baru berusia 19 tahun muncul sebagai pahlawan dengan sundulan jarak dekat di masa tambahan waktu.
Kemenangan dramatis itu mengantar Pantai Gading finis di puncak Grup F dengan tujuh poin dari tiga laga, unggul selisih gol atas Kamerun. Pada babak 16 besar, Les Elephants akan menghadapi Burkina Faso di Marrakech.
Sementara itu di Agadir, Kamerun memastikan tiket ke fase gugur setelah menundukkan Mozambik 2-1. Tim berjuluk Singa Tak Terkalahkan sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Geny Catamo pada menit ke-23 melalui tembakan rendah dari luar kotak penalti.
Keunggulan Mozambik hanya bertahan lima menit. Sebuah gol bunuh diri aneh dari bek Nene, yang salah mengantisipasi bola pantul dari tiang, membuat skor kembali imbang di Grand Stade d’Agadir.
Kamerun akhirnya memastikan kemenangan melalui aksi individu Christian Kofane. Pemain muda berusia 19 tahun milik Bayer Leverkusen itu melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti pada menit ke-55, gol yang menjadi penentu kemenangan sekaligus penanda debut gemilangnya di Piala Afrika.
Dengan hasil tersebut, Kamerun mengoleksi enam poin dan finis sebagai runner-up Grup F. Mereka akan berhadapan dengan Afrika Selatan di babak 16 besar yang digelar di Rabat.
Meski kalah, Mozambik tetap berhak melaju ke fase gugur sebagai salah satu dari empat tim peringkat ketiga terbaik. Mereka dijadwalkan menghadapi Nigeria di Fes, sekaligus mencatatkan penampilan perdana di babak gugur Piala Afrika.
Babak 16 besar yang akan dimulai akhir pekan ini, dengan persaingan dipastikan semakin ketat. Berikut adalah beberapa fakta penting dari fase grup:
- Pantai Gading berhasil mempertahankan gelar juara bertahan dengan kemenangan dramatis melawan Gabon.
- Kamerun berhasil bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Mozambik dan menjadi runner-up grup.
- Mozambik, meskipun kalah, tetap lolos ke babak gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
- Gabon harus puas finis di posisi ketiga setelah kalah dari Pantai Gading.
- Afrika Selatan akan menghadapi Kamerun di babak 16 besar, sementara Burkina Faso akan menghadapi Pantai Gading.
Fase grup Piala Afrika 2025 telah menunjukkan bagaimana kompetisi ini bisa sangat dinamis. Dari pertandingan-pertandingan yang berlangsung, banyak pemain muda muncul sebagai bintang, seperti Bazoumana Toure dan Christian Kofane. Selain itu, kesempatan untuk melihat tim-tim kuat saling berebut posisi juga memberikan sensasi yang luar biasa bagi para penggemar sepak bola.
Di samping itu, babak 16 besar akan menjadi momen penting bagi semua peserta. Pertandingan-pertandingan ini akan sangat menentukan siapa yang akan melanjutkan perjalanan menuju gelar juara Piala Afrika 2025. Dengan persaingan yang semakin sengit, semua tim pasti akan berusaha memberikan yang terbaik untuk menembus babak selanjutnya.
Bagi para penggemar sepak bola di Indonesia, Piala Afrika 2025 menjadi ajang yang menarik untuk disaksikan. Banyak laga yang penuh drama dan keseruan, serta permainan yang spektakuler dari para pemain. Dengan hadirnya pemain muda berbakat, Piala Afrika 2025 juga menjadi wadah untuk menunjukkan potensi sepak bola Afrika di kancah internasional.
Tidak hanya dalam hal pertandingan, Piala Afrika 2025 juga menjadi ajang untuk menunjukkan keragaman budaya dan antusiasme pendukung dari berbagai negara. Dari pertandingan-pertandingan yang digelar, terlihat betapa besar antusiasme masyarakat terhadap olahraga ini. Tidak heran jika Piala Afrika selalu menjadi salah satu acara olahraga yang paling ditunggu-tunggu di dunia.



