Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 31 Maret 2026
Trending
  • Sentuhan Legenda F1 pada Bridgestone Potenza Adrenalin RE005
  • 80 Kata-Kata Lucu Pasca-Lebaran untuk Bangkitkan Semangat Aktivitas
  • Rekomendasi HP Samsung S25 Edge Paling Tipis dan Layak Dibeli Tahun 2026
  • Komnas HAM: Andrie Yunus Tidak Disiram Air Keras, Pemulihan Butuh 2 Tahun
  • 500 Ponton TI Mengelilingi Sungai, Kades Jada Bahrin Bangka Lelah Mundur
  • Formasi Mengancam Real Madrid Jika 4 Pemain Baru Datang di Bursa Musim Panas
  • Diskon Tol 30 Persen Dibuka, Puncak Arus Balik Mengancam, Hindari Kemacetan Parah
  • Panduan pemilihan obat nyeri bebas yang tepat
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Panduan pemilihan obat nyeri bebas yang tepat
Ragam

Panduan pemilihan obat nyeri bebas yang tepat

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Jenis-Jenis Obat Pereda Nyeri yang Bisa Dibeli Bebas

Saat mengalami nyeri, banyak orang langsung mencari obat pereda nyeri yang bisa dibeli bebas di apotek. Namun, terdapat berbagai pilihan yang tersedia, seperti parasetamol, ibuprofen, dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) lainnya. Tujuan utama dari obat-obatan ini adalah untuk meredakan nyeri. Namun, pertanyaannya adalah, mana yang sebenarnya pilihan tepat untuk beberapa keluhan, seperti sakit kepala biasa, demam, atau nyeri pascaoperasi?

Bagi masyarakat awam, memilih obat pereda nyeri bisa menjadi hal yang membingungkan, karena setiap jenis memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda. Untuk menghindari kesalahan dalam pemilihan, penting untuk memahami lebih jauh perbedaan antara obat-obatan tersebut, kapan sebaiknya digunakan, dan untuk keluhan apa.

Jenis Obat Pereda Nyeri yang Dijual Bebas

Secara umum, ada dua kelompok utama yang sering digunakan, yaitu parasetamol dan OAINS.

Parasetamol

Parasetamol adalah obat yang populer karena mampu meredakan nyeri ringan hingga sedang serta menurunkan demam. Cara kerjanya adalah dengan menghambat sinyal rasa sakit di tubuh dan menargetkan bagian otak yang mengatur suhu, sehingga demam bisa berangsur turun. Namun, perlu diingat bahwa parasetamol tidak dapat mengatasi peradangan atau inflamasi.

Kapan sebaiknya memilih parasetamol?

  • Saat demam.
  • Nyeri sendi akibat artritis.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot atau keluhan ringan lainnya.

Parasetamol juga dianggap sebagai pilihan paling aman untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah 12 tahun. Biasanya, parasetamol menjadi pilihan pertama untuk meredakan nyeri maupun demam pada anak karena relatif aman dikonsumsi, baik dengan atau tanpa makanan.

Namun, ada catatan penting. Parasetamol bisa membebani organ hati. Karena itu, sebaiknya hindari penggunaan bersamaan dengan alkohol atau pada orang yang memiliki penyakit hati atau ginjal berat.

OAINS atau Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID)

Berbeda dengan parasetamol, OAINS tidak hanya meredakan nyeri dan menurunkan demam, tetapi juga mengurangi peradangan. Obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin, zat kimia yang memicu rasa nyeri dan peradangan di tubuh.

Jenis-jenis NSAID yang umum digunakan:

  • Ibuprofen (Novaxifen, Brufen, Ifen, Etafen, Bufect, Proris, Axofen, dan Farsifen).
  • Aspirin.
  • Naproxen (Aleve, Xenifar).

NSAID biasanya direkomendasikan untuk:

  • Demam.
  • Nyeri sendi akibat artritis.
  • Gejala pilek.
  • Sakit punggung dan nyeri otot.
  • Nyeri haid.
  • Sakit kepala.
  • Sakit gigi.

Aspirin memiliki fungsi tambahan karena bersifat mengencerkan darah. Itulah sebabnya, dokter dapat meresepkannya untuk membantu menurunkan risiko serangan jantung dan stroke. Namun, penggunaan aspirin tidak boleh sembarangan karena bisa meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna. Bahkan, anak di bawah 18 tahun tidak boleh mengonsumsi aspirin karena risiko sindrom langka bernama sindrom Reye.

Hanya individu tertentu, di bawah pengawasan dokter, yang boleh rutin mengonsumsi aspirin harian.

Obat Nyeri yang Aman Buat Lambung

OAINS bekerja dengan cara menghambat enzim siklooksigenase (COX), yaitu enzim yang bertugas membentuk prostaglandin, zat kimia yang memicu nyeri, demam, dan peradangan. Di dalam tubuh, ada dua jenis enzim COX dengan fungsi berbeda:

  • COX-2: Berperan besar dalam memicu peradangan, demam, dan rasa nyeri, terutama ketika terjadi trauma di jaringan tubuh, termasuk otak maupun ginjal.
  • COX-1: Banyak ditemukan pada ginjal, trombosit, dan lapisan lambung. Tugasnya cukup penting, yaitu menjaga fungsi ginjal, membantu proses pembekuan darah, sekaligus melindungi dinding lambung. Bila produksi COX-1 dihambat, perlindungan alami lambung akan berkurang sehingga dapat menimbulkan keluhan seperti perih atau nyeri lambung.

Berdasarkan cara kerjanya, OAINS dibagi menjadi dua kelompok:

  • OAINS non selektif: Obat ini menghambat baik COX-1 maupun COX-2. Contohnya: aspirin, ibuprofen, meloxicam, diklofenak, ketoprofen, dan asam mefenamat.
  • OAINS selektif (inhibitor COX-2): Obat ini hanya menarget COX-2 sehingga sama efektifnya dalam meredakan nyeri dan peradangan, tetapi memiliki risiko lebih rendah terhadap kerusakan lambung. Contoh: celecoxib dan etoricoxib.

Meskipun efektif, penggunaan obat antinyeri dari golongan OAINS tetap harus hati-hati. Konsumsi jangka panjang atau tanpa pengawasan medis bisa menimbulkan efek samping serius, sehingga sebaiknya digunakan sesuai anjuran dokter.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sentuhan Legenda F1 pada Bridgestone Potenza Adrenalin RE005

31 Maret 2026

Rekomendasi HP Samsung S25 Edge Paling Tipis dan Layak Dibeli Tahun 2026

30 Maret 2026

Honda Supra X 125 FI 2026 Tetap Jadi Raja Jalanan, Rahasia Kemampuannya Terletak di Sini!

30 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sentuhan Legenda F1 pada Bridgestone Potenza Adrenalin RE005

31 Maret 2026

80 Kata-Kata Lucu Pasca-Lebaran untuk Bangkitkan Semangat Aktivitas

31 Maret 2026

Rekomendasi HP Samsung S25 Edge Paling Tipis dan Layak Dibeli Tahun 2026

30 Maret 2026

Komnas HAM: Andrie Yunus Tidak Disiram Air Keras, Pemulihan Butuh 2 Tahun

30 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?