Penanganan Kasus Penganiayaan oleh Oknum TNI AL di Melonguane
Sebanyak lima oknum TNI Angkatan Laut (AL) diduga terlibat dalam tindakan penganiayaan terhadap seorang guru SMK di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Kejadian ini memicu kemarahan masyarakat setempat dan memicu respons cepat dari pihak berwajib.
Para prajurit TNI AL tersebut kini sedang menjalani sidang terkait tindakan anarkis yang dilakukan. Penganiayaan ini menimbulkan ketidakpuasan masyarakat, yang akhirnya mengunjungi Mako Lanal untuk meminta penjelasan mengenai kejadian tersebut. Warga menuntut adanya kejelasan dan penindakan terhadap kelima anggota TNI AL yang diduga terlibat dalam pemukulan terhadap Berkam Saweduling, seorang guru SMK.
POM AL segera bertindak dengan mengamankan para terduga pelaku. Identitas para terduga pelaku telah terungkap, yaitu:
* Trisma
* Niko T
* Idil
* Dua lainnya berinisial M
Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Ops, menegaskan bahwa seluruh oknum yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia menekankan komitmen TNI AL dalam menjaga disiplin dan profesionalisme institusi.
Saat ini, para oknum TNI AL yang terlibat dalam kejadian ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Polisi Militer TNI AL. “Situasi di Melonguane telah kembali kondusif,” ujar dia. Pihak Lanal Melonguane juga telah memberikan bantuan pengobatan dan tali asih kepada korban.
Selanjutnya, Danlanal Melonguane melakukan koordinasi dan mediasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan keluarga korban untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Namun, proses hukum tetap berlanjut.
Respons Masyarakat dan Tokoh Adat
Pihak POM AL Lanal Melonguane telah mengambil langkah tegas dengan mengamankan 5 orang pelaku yang diduga melakukan pemukulan. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas desakan masyarakat adat dan tokoh-tokoh lokal yang menuntut pertanggungjawaban aparat terkait.
Godfried Timpua, tokoh adat Melonguane, menyambut baik langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa pengawalan masyarakat tetap diperlukan hingga proses hukum tuntas dan keadilan bagi korban benar-benar ditegakkan. “Masyarakat dan tokoh adat berharap langkah tegas POM AL ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh anggota TNI agar tidak melakukan tindakan sewenang-wenang,” tambahnya.
Pernyataan Danlanal Melongguane
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Melongguane, Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, memberikan keterangan resmi terkait dugaan tindak penganiayaan yang melibatkan sejumlah oknum anggota terhadap warga sipil. Ia menjelaskan bahwa pihak Lanal Melongguane telah melakukan mediasi dengan keluarga para korban dan permasalahan tersebut telah diselesaikan dengan baik.
Letkol Laut (P) Yogie Kuswara menegaskan bahwa pihak Lanal siap bertanggung jawab atas kondisi para korban yang terdampak dalam peristiwa tersebut. Selain itu, ia memastikan bahwa oknum prajurit yang diduga terlibat dalam tindakan penganiayaan telah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI.
Viral di Media Sosial
Media sosial dihebohkan dengan informasi dugaan tindak penganiayaan yang melibatkan sejumlah oknum TNI AL yang bertugas di Lanal Melongguane. Jumlah korban dalam peristiwa tersebut mencapai enam orang warga. Dari foto-foto yang beredar, salah satu korban yang diketahui berprofesi sebagai guru tampak mengalami pembengkakan cukup parah di bagian mata sebelah kanan.
Insiden tersebut memicu kemarahan warga setempat. Sejumlah masyarakat yang berjumlah 350 orang kemudian menggelar aksi spontan sebagai bentuk protes di depan Patung Tuhan Yesus Melongguane.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula sekitar pukul 21.00 Wita saat korban sedang memancing di pelabuhan. Tiba-tiba muncul sekelompok orang yang berteriak-teriak dalam keadaan diduga mabuk. Saat didekati, korban menyadari bahwa mereka merupakan oknum anggota Lanal Melonguane.
Korban merasa resah dan menegur para oknum tersebut sambil merekam menggunakan ponsel. Karena merekam, mereka langsung memukul korban. Korban dikeroyok sampai jatuh dan tetap dipukul dalam posisi terjatuh. Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RS Mala untuk mendapatkan perawatan.
Kejadian tidak berhenti di situ. Sekitar pukul 01.00 Wita, sekitar 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal untuk menuntut pertanggungjawaban oknum TNI AL tersebut. Namun, kedatangan mereka justru memicu cekcok yang berkembang menjadi pemukulan kembali. Enam anggota keluarga korban dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh sekitar 20 oknum anggota TNI AL.


