Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Maret 2026
Trending
  • Borneo FC vs Persib: Bojan Hodak Kembali Diuji
  • 6 Kebiasaan yang Merusak Anggaran Belanja
  • Pesan Menag Nasaruddin Umar yang menyentuh hati: Mengingat Tuhan dengan penuh haru
  • 7 rekomendasi ponsel Rp1 jutaan terbaru Maret 2026, dari Infinix hingga POCO
  • Fitch Turunkan Outlook Bank BUMN, OJK Jamin Fondasi Stabil
  • Jejak Dokter Richard Lee yang Kini Ditahan, Dulu Dilaporkan Kartika Putri
  • Yang Perlu Diketahui tentang Status Siaga I
  • Hasil Super League: Persita Cetak Gol, Gusur Persebaya ke Posisi 5
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Nanang Ditipu, Pesan Susu Rp 114 Juta via Facebook, Hanya Truk Kosong Datang
Hukum

Nanang Ditipu, Pesan Susu Rp 114 Juta via Facebook, Hanya Truk Kosong Datang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penipuan dengan Modus Truk Kosong, Seorang Pedagang di Pekalongan Kehilangan Rp 114 Juta

Seorang pedagang asal Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, menjadi korban dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh seorang pria. Korban mengalami kerugian lebih dari Rp 114 juta setelah mentransfer uang untuk pembelian ribuan karton susu yang ternyata tidak pernah ada. Korban diketahui bernama Nanang Sumawan (48) dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Paninggaran pada Sabtu (27/12) malam setelah menyadari bahwa transaksi yang dilakukannya merupakan bagian dari penipuan terencana.

Peristiwa ini bermula saat korban membutuhkan pasokan susu untuk keperluan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Melalui media sosial Facebook, korban berkomunikasi dengan seorang pria yang mengaku bernama Naufal. Pelaku menawarkan penjualan 2.000 karton susu dengan harga di bawah pasaran dan menjanjikan pengiriman pada hari yang sama.

“Pelaku menawarkan harga murah dan meyakinkan pengiriman dilakukan hari itu juga. Semua komunikasi melalui Facebook dan WhatsApp,” ujar Nanang, Jumat (2/1/2025).

Untuk meyakinkan korban, pelaku mengatur kedatangan sebuah truk ke lokasi yang disepakati, yakni di Dukuh Godang, Desa Paninggaran, sekitar pukul 20.51 WIB. Sopir truk tersebut mengaku hanya menerima pekerjaan pengiriman melalui media sosial, dan tidak mengenal pelaku maupun korban.

Sopir menolak membuka segel bak truk sebelum pembayaran dilunasi. Setelah korban mentransfer uang sesuai invoice yang diberikan, barulah diketahui bahwa truk tersebut dalam kondisi kosong dan tidak bermuatan susu sebagaimana dijanjikan.

“Saya sudah transfer sesuai invoice, tapi setelah itu sopir menyampaikan kalau truknya kosong. Susu sama sekali tidak ada,” ungkapnya.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf membenarkan adanya laporan dugaan penipuan tersebut. Menurutnya, kasus ini memiliki pola yang hampir sama dengan kejadian serupa yang sebelumnya terjadi di wilayah Kedungwuni.

“Pelapor membutuhkan susu untuk SPPG dan berkomunikasi dengan terlapor melalui Facebook. Pelaku menjanjikan 2.000 karton susu, namun setelah uang ditransfer, barang tidak ada,” jelas Kapolres AKBP Rachmad.

Kapolres menambahkan, antara pelapor, pelaku, dan sopir truk tidak saling mengenal, sehingga kuat dugaan adanya rekayasa transaksi untuk memperdaya korban. “Saat ini terlapor masih dalam pengejaran dan kasus masih dalam proses penyelidikan,” tegasnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha, agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli, terutama yang dilakukan secara daring. “Pastikan barang benar-benar ada sebelum melakukan pembayaran. Jika menemukan transaksi mencurigakan, segera laporkan ke kepolisian,” pungkasnya.

Mekanisme Penipuan yang Terjadi

Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh pelaku dalam menjalankan aksinya:

  • Pelaku menghubungi korban melalui media sosial
  • Menawarkan barang yang tidak nyata dengan harga murah
  • Mengatur kedatangan truk untuk memperkuat kesan transaksi nyata
  • Meminta pembayaran terlebih dahulu sebelum membuka truk
  • Setelah pembayaran dilakukan, truk dinyatakan kosong dan barang tidak ada

Tips untuk Mencegah Penipuan

Masyarakat, terutama pelaku usaha, dapat mengikuti beberapa tips berikut untuk menghindari penipuan:

  • Pastikan keaslian barang sebelum melakukan pembayaran
  • Verifikasi informasi melalui sumber yang terpercaya
  • Hindari transaksi yang terlalu cepat atau terlalu menggiurkan
  • Jika ada kecurigaan, segera melaporkan ke pihak berwajib


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jejak Dokter Richard Lee yang Kini Ditahan, Dulu Dilaporkan Kartika Putri

18 Maret 2026

Berita Terpopuler Kotim: Kecelakaan di Eks Golden, 1 Orang Terluka, Arus Mudik 2026 Terlihat di Sampit

18 Maret 2026

Dampak Nabilah O’Brien Jadi Tersangka Setelah Viral Pencuri di Restoran, Polri Janjikan Ini

18 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Borneo FC vs Persib: Bojan Hodak Kembali Diuji

18 Maret 2026

6 Kebiasaan yang Merusak Anggaran Belanja

18 Maret 2026

Pesan Menag Nasaruddin Umar yang menyentuh hati: Mengingat Tuhan dengan penuh haru

18 Maret 2026

7 rekomendasi ponsel Rp1 jutaan terbaru Maret 2026, dari Infinix hingga POCO

18 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?