Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 21 Maret 2026
Trending
  • Jenis-jenis Infaq Beserta Arti dan Contoh
  • LPEM UI: Ancaman Perang Bisa Dorong Defisit APBN ke 3,5%
  • Sipil Desak Prabowo Cabut Telegram Panglima TNI, Ini Alasannya
  • Gen Z, Perang Hibrid, dan Ketahanan Mental di Era Konflik Global
  • Mengenal Dana Triliun Rupiah Danantara
  • Bayi viral di bak sampah perumahan Bekasi, wajah ibu terpampang CCTV
  • Mudik Lebaran Dekat, Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Aman
  • Pembaruan klasemen Super League: Borneo FC kejar Persib, Malut United bangkit lagi dalam perburuan gelar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Mudik Lebaran Dekat, Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Aman
Politik

Mudik Lebaran Dekat, Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Aman

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ketersediaan BBM Nasional Aman Selama Arus Mudik Lebaran

Menjelang arus mudik Lebaran yang tinggal menghitung pekan, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dipastikan masih dalam kondisi aman. Hal ini diungkapkan oleh Anggota DPR RI Komisi VI sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, dalam sebuah evaluasi bersama pihak terkait.

Herman menyampaikan bahwa hasil evaluasi terakhir menunjukkan stok BBM nasional cukup untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama periode mudik dan arus balik. Ia menjelaskan bahwa evaluasi tersebut melibatkan Pertamina, PLN, serta sektor moda transportasi darat terkait kesiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat Idulfitri.

“Tadi kami baru saja melakukan evaluasi dengan Pertamina, PLN dan kemudian moda angkutan darat terkait dengan kesiapan arus mudik dan arus balik,” ujar Herman saat diwawancarai dalam momen buka puasa bersama awak media Cirebon.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi tersebut, ketersediaan BBM nasional saat ini masih dalam batas aman. Menurutnya, sampai evaluasi kemarin, ketersediaan BBM baik dari sisi ketersediaan maupun keterjangkauan siap dan masih cukup untuk 21 hari kerja. Jadi masih cukup untuk 21 hari, dan itu terus ditambah sejalan dengan tingkat kebutuhan yang tentu sangat dibutuhkan, baik nanti saat mudik maupun saat balik.

Dengan kondisi tersebut, Herman mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar selama masa mudik Lebaran. “Oleh karenanya, kita tetap tenang,” jelas dia.

Meski demikian, ia mengakui situasi global saat ini turut memberi tekanan terhadap harga energi dunia. Salah satunya dipicu oleh memanasnya kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk penutupan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.

“Dengan kenaikan harga internasional yang saat ini terjadi akibat penutupan Selat Hormuz dan terjadinya perang di sekitar Teluk yang merupakan sumber crude oil, pemerintah tentu memiliki cara dan strategi,” katanya.

Ia menilai Indonesia sebenarnya pernah menghadapi situasi serupa di masa lalu, yakni saat harga minyak dunia melonjak pada era pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, pada masa itu pemerintah mampu mengelola dampak kenaikan harga energi melalui kebijakan yang terukur, termasuk pemberian jaring pengaman sosial dan stimulus ekonomi bagi masyarakat.

“Persoalan ini pernah terjadi di tahun sebelumnya, di era Pak SBY. Bahkan dulu harga minyak internasional melonjak sangat tinggi, kemudian pemerintah menaikkan harga BBM dengan tetap memberikan social safety net dan stimulus ekonomi kepada kalangan tertentu,” ujarnya.

Herman menambahkan, kebijakan tersebut terbukti mampu menjaga ketahanan ekonomi masyarakat, meskipun kenaikan harga BBM sempat berdampak terhadap berbagai sektor. “Kita tahu Pak SBY bisa menurunkan tingkat kemiskinan sampai 9 persen. Artinya ini sebuah hal yang harus dikelola dengan baik,” ucap Kang Hero, sapaan akrabnya.

Saat ini, ia meyakini pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi tekanan global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di dalam negeri. “Kami meyakini Pak Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia memiliki strategi dan cara, dan sudah dibicarakan dengan para menterinya bagaimana menghadapi situasi saat ini,” jelas dia.

Ia menambahkan, pemerintah kemungkinan akan tetap menjaga harga BBM subsidi agar tidak membebani masyarakat, meskipun ada potensi kenaikan pada jenis BBM yang mengikuti harga pasar. “Saya yakin tidak ada kenaikan harga sampai nanti Hari Raya Idulfitri, kecuali yang floating price. Tetapi bagi yang subsidi, pemerintah harus menambah subsidi,” katanya.

Menurut Herman, kebijakan kompensasi juga dapat menjadi salah satu opsi agar lonjakan harga energi tidak melampaui kemampuan daya beli masyarakat. “Saya meyakini Pak Prabowo memiliki strategi dan cara mengelola situasi saat ini, sehingga masyarakat dari sisi daya beli tidak kerepotan mengakses bahan bakar. BBM selalu tersedia dan terjangkau, sementara APBN kita tetap tangguh menghadapi situasi global saat ini,” ujarnya.

Strategi Pemerintah dalam Menghadapi Tekanan Harga Energi

Pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi untuk menghadapi tekanan harga energi global. Salah satunya adalah menjaga harga BBM subsidi agar tetap terjangkau bagi masyarakat. Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat tidak akan merasa terbebani saat menghadapi lonjakan harga energi.

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan kebijakan kompensasi sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi dampak kenaikan harga energi. Dengan kebijakan ini, daya beli masyarakat tetap terjaga, sehingga tidak ada kesulitan dalam mengakses bahan bakar.

Strategi lain yang digunakan adalah menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri. Dengan APBN yang tangguh, pemerintah mampu menghadapi situasi global tanpa mengorbankan kesejahteraan rakyat.

Kesimpulan

Dari berbagai strategi yang telah disiapkan, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk menjaga ketersediaan BBM dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala, pemerintah mampu memastikan bahwa semua kebutuhan masyarakat selama arus mudik Lebaran terpenuhi.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sipil Desak Prabowo Cabut Telegram Panglima TNI, Ini Alasannya

21 Maret 2026

5 Fakta Mengagumkan Shah Abbas I, Sang Pemimpin yang Membawa Persia ke Masa Keemasan

21 Maret 2026

Perang dan Penonton Perang

21 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jenis-jenis Infaq Beserta Arti dan Contoh

21 Maret 2026

LPEM UI: Ancaman Perang Bisa Dorong Defisit APBN ke 3,5%

21 Maret 2026

Sipil Desak Prabowo Cabut Telegram Panglima TNI, Ini Alasannya

21 Maret 2026

Gen Z, Perang Hibrid, dan Ketahanan Mental di Era Konflik Global

21 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?