VinFast VF3 yang Dibuat Unik oleh Pemiliknya
VinFast VF3 menjadi salah satu mobil listrik yang menarik perhatian sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia. Desain kecil dengan gaya mini SUV membuat mobil listrik asal Vietnam ini dinilai memiliki karakter kuat dan mudah untuk dimodifikasi sesuai keinginan pemilik.
Salah satu pemilik VinFast VF3 yang menarik perhatian adalah Nopiyan Saputra, yang akrab dipanggil Opi. Sebagai seorang desainer arsitektural dan konstruksi, Opi mengungkapkan bahwa ia sudah tertarik dengan VF3 bahkan sebelum mobil ini diluncurkan secara resmi.
“Saya melihat mobil ini di media sosial sebelum peluncuran, langsung tertarik. Selain karena butuh mobil yang compact untuk beraktivitas harian, desainnya juga berbeda dari EV lain. VF3 ini mini SUV dengan garis desain simple dan timeless,” ujarnya.
Keinginan untuk memiliki mobil tersebut akhirnya terwujud saat pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 di Kemayoran. Setelah menerima unit pada 26 Maret 2025, Opi langsung menggunakan VF3 sebagai mobil harian.
“Saya gunakan untuk ke proyek dan antar anak istri. Dan memang cukup hemat, bisa sampai empat kali lipat dibanding konsumsi BBM mobil konvensional yang biasa saya pakai,” katanya.
Seiring penggunaan harian, muncul keinginan untuk memodifikasi mobil listrik tersebut. Apalagi, Opi memiliki hobi mengutak-atik kendaraan.
Konsep Modifikasi Retro Modern
Untuk konsep modifikasi, Opi memilih aliran retro modern. Menurutnya, garis desain VF3 mendukung arah modifikasi tersebut tanpa harus menghilangkan identitas mobil listrik.
“Retro modern, bukan full retro klasik, karena ini tetap EV,” ujarnya.
Perubahan paling mencolok terjadi pada bagian depan. Wajah VF3 dirombak dengan grill dan headlamp custom yang dirancang sendiri oleh Opi, mulai dari sketsa hingga gambar kerja skala 1:1.
“Grill depan terinspirasi SUV klasik Amerika. Tapi headlamp kita buat modern pakai daymaker. Saya pilih lampu bulat yang aslinya kotak, untuk menetralisir bentuk boxy supaya tidak terlalu kaku. Jadi tetap gagah tapi lucu,” kata dia.
Di sektor kaki-kaki, Opi menurunkan diameter pelek menjadi ring 15 dengan profil ban lebih tebal. Ia menggunakan pelek Bridgestone Nextry D-01 produksi era 1990-an yang dipadukan dengan ban Continental ComfortContact ukuran 205/65 R15. Karena offset pelek cukup besar, ditambahkan spacer custom agar tidak bergesekan dengan inner fender dan shockbreaker.
Sentuhan Retro di Interior
Sentuhan retro juga merambah ke interior. Jok dilapis ulang menggunakan kulit sintetis warna coklat yang dikombinasikan kain motif tartan beige.
Tidak hanya itu, keterbatasan ruang bagasi belakang VF3 diatasi dengan membuat front trunk custom di bawah kap depan. Kompartemen tambahan ini memiliki kapasitas sekitar 90 liter, cukup untuk menyimpan tas hingga koper kecil.
“Kap depan kita pakai engsel hidrolik supaya praktis. Front trunk juga kita lapisi kulit agar selaras dengan interior dan konsep keseluruhan,” ujar Opi.
Modifikasi Lain yang Dilakukan
Modifikasi lain yang melengkapi tampilan antara lain roof rack custom dengan aksen kayu, atap yang di-wrap putih untuk efek two tone, serta pemasangan kaca film 3M dengan tingkat kegelapan 20 persen di depan dan 60 persen di belakang. Warna bodi Urban Mint dipertahankan karena sudah sesuai dengan selera pemilik.
Menariknya, sebagian besar komponen custom tersebut diproduksi sendiri oleh Opi, khususnya yang berbahan fiber. Ia mengakui prosesnya tidak instan dan membutuhkan riset karena aftermarket VF3 di Indonesia masih sangat terbatas.
“Part elektrikal seperti lampu juga kita usahakan socket to socket tanpa ubah bawaan mobil. Konsep retro untuk EV, khususnya VF3, belum banyak, jadi part yang belum ada kita buat sendiri,” katanya.
Meski tampil beda, Opi memastikan mobilnya tetap fungsional untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari wara-wiri di kota hingga piknik ke camping ground atau menghadiri acara komunitas.
Modifikasi dilakukan secara bertahap sejak serah terima unit. Namun jika dikerjakan sekaligus, seluruh prosesnya disebut tak sampai satu bulan.
Total biaya modifikasi yang dikeluarkan berada di kisaran Rp 45 juta, termasuk pelek yang sudah dimiliki sebelumnya.


