Proses Naturalisasi Manuel Hidalgo dan Keterbatasan FIFA
Pemain sepak bola asal Argentina, Manuel Hidalgo, sedang dalam proses menyelesaikan permohonan kewarganegaraan Malaysia. Berdasarkan laporan media lokal, ia mengajukan permohonan kategori “telah menetap di Malaysia selama 5 tahun.” Hal ini berbeda dari 7 pemain naturalisasi lainnya yang dikenai sanksi FIFA karena proses alih warga negara yang tidak sah.
Kasus serupa pernah terjadi dengan Nguyen Xuan Son, seorang pemain asal Brasil yang mengajukan kewarganegaraan di Vietnam. Seperti Hidalgo, Son juga menjalani proses naturalisasi dengan memenuhi syarat tinggal di negara tujuan selama lima tahun.
Manuel Hidalgo, yang merupakan jebolan Benfica, telah berganti-ganti klub sebelum akhirnya datang ke Asia Tenggara. Ia tiba di Liga Malaysia pada Mei 2021 bersama Sri Pahang FC. Dengan pengalamannya di Eropa, Hidalgo dianggap sebagai tambahan berkualitas untuk posisi pemain sayap Timnas Malaysia.
Namun, ada kemungkinan bahwa Hidalgo tidak akan bisa berpartisipasi dalam pertandingan melawan Timnas Vietnam di babak Kualifikasi Piala Asia 2027. Menurut laporan soha.vn, yang dikutip oleh beberapa situs berita, Hidalgo mungkin belum tinggal di Malaysia selama lima tahun. Sehingga, ia hanya akan memenuhi persyaratan FIFA untuk bermain bagi tim nasional setidaknya hingga April 2026.
Pertandingan antara Vietnam dan Malaysia akan digelar pada 31 Maret 2026 mendatang. Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Malaysia sangat waspada terhadap kasus naturalisasi, terutama setelah adanya sanksi berat dari FIFA terhadap 7 pemain yang melakukan naturalisasi ilegal.
Contoh terbaru adalah striker naturalisasi Jordan Mintah, yang meskipun telah dipanggil ke tim nasional dua kali, belum pernah bermain satu pun pertandingan. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran tentang prosedur naturalisasi yang belum lengkap.
Manuel Hidalgo sendiri sudah menyatakan keinginannya untuk mewakili Timnas Malaysia suatu hari nanti. Menurutnya, ia butuh setidaknya tiga tahun lagi sebelum bisa menjadi pemain nasional naturalisasi.
“Akan sangat luar biasa jika bisa mewakili tim besar seperti Malaysia, tetapi saya membutuhkan setidaknya dua tahun lagi sebelum bisa dinaturalisasi,” katanya, mengutip harimaumalaya.com.my.
Beberapa penggemar sepak bola di Malaysia meminta Hidalgo untuk dinaturalisasi, karena usianya yang masih muda dan potensinya sebagai pemain sayap. Namun, Hidalgo mengaku tidak tahu banyak tentang isu tersebut.
“Ya, saya mendengar rumor tersebut, tetapi saya rasa agen saya yang menangani masalah ini. Saya tahu hanyalah saya sangat senang berada di Sri Pahang saat ini. Sejujurnya, saya tidak tahu tentang masalah ini,” tambahnya.
Tantangan dan Harapan untuk Manuel Hidalgo
Proses naturalisasi Manuel Hidalgo tidak hanya melibatkan syarat waktu tinggal di Malaysia, tetapi juga memenuhi aturan FIFA yang ketat. Meski memiliki bakat dan pengalaman di Eropa, Hidalgo harus menunggu hingga cukup lama sebelum bisa bermain untuk Timnas Malaysia.
Selain itu, situasi politik dan regulasi sepak bola di Malaysia juga memengaruhi proses ini. Asosiasi Sepak Bola Malaysia kini lebih hati-hati dalam menangani kasus-kasus naturalisasi, terutama setelah sanksi FIFA terhadap pemain-pemain yang tidak memenuhi standar.
Hidalgo, yang baru saja bermain di Liga Malaysia, memiliki peluang besar untuk berkembang di negara ini. Namun, ia harus menunggu hingga memenuhi syarat yang ditentukan. Meski begitu, minat publik terhadap dirinya tetap tinggi, terutama karena usianya yang relatif muda dan potensi yang dimilikinya.



