Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 15 Maret 2026
Trending
  • Hasil Serie A: Cremonese Kalah dari Lecce, Audero Cs Terpuruk di Zona Merah
  • Dua pemain asing Bali United mulai tampil mengancam di putaran kedua
  • Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan Pagi, Hujan Ringan Sore Sampai Malam
  • Jadwal MotoGP Brasil 2026 Live Trans7: Bezzecchi Ciptakan Sejarah untuk Aprilia
  • Telkom gelar GoZero% Festival Inovasi, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah
  • Pasar obligasi tertekan, ekonom: pemerintah harus yakin investor soal ekonomi RI
  • Dua Kesepakatan Bebaskan Nabilah O’Brien, Akui Lelah dan Ingin Tidur
  • Opini: Penyempurnaan Program Asuransi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Meski IHSG Menguat, Investor Masih Waspada
Ekonomi

Meski IHSG Menguat, Investor Masih Waspada

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Meski IHSG Menguat, Investor Masih Waspada
ilustrasi(Dok.MI)

HEAD of Research & Chief Economist Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto mengungkapkan setelah melemah dua hari berturut-turut, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami rebound, Rabu (4/6), sebesar 0,3% menjadi 7.069.  Kendati demikian, penguatan IHSG masih dibayangi aksi jual asing. Investor asing kembali mencatatkan net sell, kali ini sebesar Rp440,2miliar.

“Kami melihat memang sepertinya asing masih berhati-hati dalam melihat perkembangan ekonomi Indonesia yang mulai menunjukkan pelemahan,” ujar Rully dalam keterangan resmi, Kamis (5/6).

Indikator pelemahan ekonomi tersebut

ditunjukkan oleh penurunan signifikan surplus neraca perdagangan, serta indikator PMI manufaktur yang menunjukkan kontraksi selama dua bulan berturut-turut.   

Baca juga : IHSG Melemah 0,53 Persen Pekan Ini

Meskipun ia mengatakan ada penurunan suku bunga acuan atau BI rate padaMei yang menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan IHSG bulan lalu, dianggap belum akan mampu mendorong pelemahan ekonomi dalam jangka pendek dan menengah. Ini karena transmisi kebijakan moneter membutuhkan waktu paling cepat satu semester untuk dapat berdampak positif terhadap perekonomian. 

Sementara itu, lanjut Rully, di tengah prospek penerimaan negara yang menurun, pemerintah berhati-hati dalam memberi stimulus fiskal. Realisasi belanja pemerintah masih tergolong rendah, sampai dengan April 2025 baru mencapai 22,3% terhadap total anggaran. 

Sedangkan, paket stimulus sebesar Rp24,4triliun oleh pemerintah, dinilai sulit mendorong perekonomian secara signifikan.

Baca juga : IHSG Naik Solid 6,4 Persen di Sepanjang Mei 2025

“Kebijakan stimulus tersebut hanya untuk menahan supaya tidah terjadi perlambatan ekonomi terlalu signifikan,” ungkapnya.

  

Lebih lanjut, Rully menjelaskan saham-saham yang membantu penguatan IHSG kemarin adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Sementara saham-saham unggulan kembali melemah, untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk ()ASII. 

IHSG saat ini berada dalam tren naik yang cukup solid, didukung oleh nilai slope positif sebesar 26.45 dan R-squared tinggi di 0.8677, yang mencerminkan kestabilan arah pergerakan dalam 30 hari terakhir.

“Support kuat IHSG diramalkan berada di 7,021 dan 6,973, sementara resistance utama berada di 7,153 dan batas atas kanal tren di 7,411,” jelas Rully.

Secara keseluruhan, kondisi teknikal IHSG dianggap masih mendukung kelanjutan tren naik, namun perlu konfirmasi lebih lanjut dari indikator momentum. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap sentimen pasar global yang dapat memengaruhi arah dalam jangka pendek. (H-4)

IHSG Investor Masih Menguat Meski Waspada
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pasar obligasi tertekan, ekonom: pemerintah harus yakin investor soal ekonomi RI

15 Maret 2026

7 strategi investasi THR di saham dan komoditas

14 Maret 2026

Ungkapan promosi baju di WA, untung besar dan laris manis

14 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Hasil Serie A: Cremonese Kalah dari Lecce, Audero Cs Terpuruk di Zona Merah

15 Maret 2026

Dua pemain asing Bali United mulai tampil mengancam di putaran kedua

15 Maret 2026

Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan Pagi, Hujan Ringan Sore Sampai Malam

15 Maret 2026

Jadwal MotoGP Brasil 2026 Live Trans7: Bezzecchi Ciptakan Sejarah untuk Aprilia

15 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?