Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 3 April 2026
Trending
  • Jadwal Kapal Bukit Siguntang Terbaru April 2026: Lihat Rute Selengkapnya
  • Tetap Bertahan atau Tersandung? Nasib Pekerja di Tengah Kesulitan Lapangan Kerja
  • Tanpa Sarung Tangan, Tak Masalah: Yuki Yoza Bagikan Kebiasaan Uniknya Jelang ONE Samurai 1
  • Perang, Hegemoni, dan Ujian Moral Peradaban: Refleksi Surat Al-Baqarah Ayat 30
  • Kekuatan Percaya Diri untuk Berkembang Bersama
  • Pengemudi Makassar Protes Kenaikan BBM: Ekonomi Belum Pulih
  • Yamaha NMAX 2026 Tantang Konsumen dengan Mesin Responsif dan Sistem Keamanan Mengganggu Pencuri
  • Supra X 125 FI 2026: Kembali Bercahaya dengan Irit BBM dan Performa Unggul
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Mahasiswa UKIM Kecam Aksi Tak Senonoh di Rombongan Santa
Nasional

Mahasiswa UKIM Kecam Aksi Tak Senonoh di Rombongan Santa

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kritik terhadap Aksi Santa Claus yang Dianggap Menghancurkan Makna Tradisi Natal

Aksi rombongan Santa Claus yang viral di Kota Ambon beberapa waktu lalu menimbulkan reaksi keras dari berbagai kalangan, khususnya dari akademisi dan masyarakat setempat. Menurut Giovan Walewawan, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), peristiwa ini bukan sekadar masalah selera atau humor yang tidak tepat, melainkan tanda adanya degradasi makna simbol budaya dan religius.

Giovan menegaskan bahwa figur Santa Claus sejatinya memiliki makna moral, edukatif, dan spiritual yang penting untuk generasi muda. Ia menyatakan bahwa penampilan yang ditampilkan dalam parade Santa Claus di Ambon justru mengandung pergeseran nilai yang mengkhawatirkan.

“Ketika simbol yang secara historis sakral dan edukatif ditampilkan dalam bentuk parodi yang vulgar, terjadi pergeseran makna dari nilai luhur ke arah profan,” ujarnya.

Asal Usul Santa Claus dan Perannya di Maluku

Santa Claus berasal dari St. Nicholas, yang dikenal sebagai simbol kedermawanan dan filantropi. Di Maluku, tradisi Santa Claus telah mengalami proses penyesuaian budaya dan berfungsi sebagai sarana edukasi moral sekaligus perekat sosial di tengah masyarakat. Namun, kemunculan pria yang mengenakan gaun pengantin putih lengkap dengan riasan wajah menyerupai perempuan dalam rombongan Santa, serta penggunaan kaos bertuliskan kata-kata tidak senonoh oleh salah satu anggota, dinilai telah mencederai makna tersebut.

Giovan menjelaskan bahwa hal ini bukanlah kreativitas, melainkan distorsi simbolik yang bisa merusak fungsi edukatif ruang publik, terutama bagi generasi muda yang seharusnya memperoleh teladan moral dari figur-figur simbolik seperti Santa Claus.

Reaksi Masyarakat dan Dampaknya

Ia menilai bahwa reaksi keras masyarakat bukan lahir dari sikap konservatif sempit, melainkan kesadaran kolektif bahwa telah terjadi kekerasan simbolik terhadap identitas budaya dan religius yang dijunjung tinggi di Maluku.

“Jika figur yang seharusnya menjadi panutan justru menampilkan atribut yang bertentangan dengan norma kesopanan dan nilai religius, maka pesan moral yang ingin disampaikan menjadi runtuh,” ujarnya.

Giovan juga menyoroti peran masyarakat dalam memperbesar kontroversi tersebut melalui penyebaran konten viral. Ia menilai bahwa dalam ekosistem media digital, kemarahan dan reaksi publik justru sering menjadi komoditas yang menguntungkan secara algoritmik.

“Kita perlu lebih bijak membedakan antara kreativitas yang membangun makna dan perilaku yang sekadar mencari validasi. Kebebasan berekspresi tetap harus dibingkai oleh etika komunikasi dan penghormatan terhadap memori kolektif masyarakat,” katanya.

Kontroversi yang Masih Berlanjut

Sebelumnya, publik Kota Ambon dihebohkan oleh beredarnya video dan foto rombongan Santa Claus yang menampilkan seorang pria bernama Gilberth Einstain Gloriano Purmiasa alias Gilcans mengenakan gaun pengantin putih lengkap dengan riasan wajah menyerupai perempuan. Penampilan tersebut dinilai tidak relevan dengan karakter Santa Claus yang dikenal luas sebagai figur teladan bagi anak-anak.

Kritik publik semakin menguat setelah salah satu anggota rombongan lainnya tertangkap kamera mengenakan kaos putih dengan tulisan bermakna negatif dan dianggap tidak senonoh. Aksi tersebut menuai kecaman luas karena dinilai bertentangan dengan nilai kesopanan serta tradisi religius masyarakat Maluku.

Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi perbincangan hangat di ruang publik dan media sosial. Sekaligus memunculkan kembali diskusi tentang batas antara kebebasan berekspresi, kreativitas, dan tanggung jawab sosial dalam menjaga nilai budaya dan religius.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal Kapal Bukit Siguntang Terbaru April 2026: Lihat Rute Selengkapnya

3 April 2026

Kekuatan Percaya Diri untuk Berkembang Bersama

2 April 2026

Perang, Hegemoni, dan Ujian Moral Peradaban: Refleksi Surat Al-Baqarah Ayat 30

2 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal Kapal Bukit Siguntang Terbaru April 2026: Lihat Rute Selengkapnya

3 April 2026

Tetap Bertahan atau Tersandung? Nasib Pekerja di Tengah Kesulitan Lapangan Kerja

2 April 2026

Tanpa Sarung Tangan, Tak Masalah: Yuki Yoza Bagikan Kebiasaan Uniknya Jelang ONE Samurai 1

2 April 2026

Perang, Hegemoni, dan Ujian Moral Peradaban: Refleksi Surat Al-Baqarah Ayat 30

2 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?