Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 19 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Luncurkan Seruan Moral Pernas XIII, FMKI Minta Perbaikan Demokrasi dan HAM
Politik

Luncurkan Seruan Moral Pernas XIII, FMKI Minta Perbaikan Demokrasi dan HAM

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Seruan Moral FMKI: Mengawal Demokrasi dengan Nilai Pancasila

Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) melalui Pernas XIII mengeluarkan seruan moral yang menyoroti berbagai isu penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Forum ini digelar pada 4-6 Juni 2026 di RRPS Klaten, Jawa Tengah, dengan tema “FMKI Bangkit dan Bergerak: Mengawal Demokrasi Bangsa Berjiwa Pancasila”. Dalam pertemuan tersebut, FMKI menyampaikan sejumlah masalah yang perlu mendapat perhatian serius.

Masalah Politik dan Pemerintahan

Dalam bidang politik dan pemerintahan, FMKI menilai terjadi penurunan kualitas otonomi daerah akibat semakin kuatnya kendali pusat terhadap kewenangan dan anggaran daerah. Selain itu, organisasi ini juga menyoroti melemahnya fungsi pengawasan parlemen, belum optimalnya penerapan meritokrasi, serta meningkatnya kecenderungan militerisasi kehidupan sipil. Menurut FMKI, hal-hal ini menjadi catatan penting yang perlu segera dievaluasi.

Masalah Hukum dan Hak Asasi Manusia

Di sektor hukum dan hak asasi manusia, FMKI menyoroti proses pembentukan undang-undang yang dinilai kerap dilakukan secara cepat dan mengabaikan partisipasi publik yang bermakna. Organisasi ini juga mencatat adanya penurunan independensi aparat penegak hukum, penggunaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dinilai berpotensi menjadi instrumen pembungkaman, serta melemahnya sejumlah lembaga independen. Selain itu, FMKI juga menyoroti maraknya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), terutama yang berasal dari wilayah-wilayah rentan seperti Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan.

Isu Ekonomi dan Sosial

Di sektor ekonomi, organisasi ini mencermati depresiasi nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS, volatilitas pasar modal, serta sejumlah program pembangunan yang dinilai belum memberikan manfaat proporsional bagi masyarakat lokal. FMKI juga mengkritisi pengalihan sebagian anggaran pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis dan dampak dominasi teknologi terhadap perkembangan generasi muda.

Masalah Lingkungan dan Agraria

Pada sektor lingkungan hidup dan agraria, FMKI menyoroti persoalan deforestasi, pembukaan lahan yang tidak terkendali, tumpang tindih perizinan kawasan hutan, hingga konflik agraria yang berdampak pada masyarakat adat dan lokal. Organisasi ini juga menilai pendekatan keamanan yang dominan di Papua telah mengurangi ruang dialog yang bermartabat dan berkontribusi pada meningkatnya jumlah pengungsi akibat konflik.

Isu Sosial dan Pendidikan

Dalam bidang sosial dan pendidikan, FMKI mencatat masih terjadinya kasus intoleransi dalam kebebasan beribadah, krisis kesejahteraan guru honorer, serta kebijakan pendidikan yang dinilai berpotensi menimbulkan segregasi sosial. Selain itu, organisasi ini juga menyoroti kebijakan pendidikan yang dinilai berpotensi menimbulkan segregasi sosial.

Rekomendasi FMKI

Berdasarkan hasil kajian tersebut, Pernas XIII FMKI menyampaikan 16 rekomendasi kepada para pemangku kepentingan, antara lain:

  1. Penguatan peran DPR dalam menjalankan fungsi pengawasan secara substansial.
  2. Demarkasi fungsi militer dan sipil.
  3. Reformasi dan peningkatan netralitas aparat penegak hukum.
  4. Revisi Undang-Undang ITE.
  5. Penegakan Undang-Undang No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
  6. Pembentukan Undang-Undang melalui proses legislasi sesuai standar deliberasi demokratis.
  7. Perumusan ulang prioritas kebijakan ekonomi.
  8. Evaluasi menyeluruh terhadap Proyek Strategis Nasional.
  9. Moratorium izin konsesi di daerah rawan bencana.
  10. Mempercepat pengesahan Undang-Undang Masyarakat Adat.
  11. Pencabutan kebijakan dan regulasi terkait pendirian rumah ibadah.
  12. Penghapusan kastanisasi dalam lembaga pendidikan.
  13. Pembatasan sarana teknologi dan media sosial kepada anak-anak usia sekolah.
  14. Evaluasi atas pengalihan sebagian anggaran Pendidikan.
  15. Pembukaan ruang dialog damai dengan seluruh elemen masyarakat Papua.
  16. Pembukaan ruang investigasi independen dan akses bagi jurnalis serta pemantau HAM internasional atas kasus-kasus pelanggaran HAM di Papua.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen

11 Juli 2026

Sigit Rakha Utomo, Siswa SMP 1 Sengkang, Wakili Sulsel di AMKM Nasional

11 Juli 2026

Alumni UI Minta Ahmad Khozinudin Mundur Jika Tak Selaras dengan Roy Suryo-Tifa

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?