Pada bulan November 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) D.I. Yogyakarta mencatat adanya penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) secara bulanan sebesar 8,12%. Jumlah kunjungan pada bulan tersebut tercatat sebanyak 8.005 kunjungan, dibandingkan dengan 8.712 kunjungan pada bulan sebelumnya, yaitu Oktober 2025.
Herum Fajarwati, Plt Kepala BPS D.I. Yogyakarta, menjelaskan bahwa jumlah wisman yang tiba melalui Bandara YIA pada November 2025 mencapai 8.005 kunjungan. Meskipun mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah ini justru meningkat sebesar 18,98% dibandingkan dengan November 2024.
Kunjungan Wisman dari Berbagai Negara
Berdasarkan asal kebangsaan, kunjungan wisman ke D.I. Yogyakarta pada bulan Desember 2025 didominasi oleh 10 negara utama, termasuk Malaysia, Singapura, Jepang, India, Prancis, Amerika Serikat, China, Filipina, Jerman, dan Thailand. Total kunjungan dari 10 negara tersebut mencapai 72,05% dari keseluruhan kunjungan wisman melalui Bandara YIA selama tahun 2025.
Menurut Herum, wisman dari Malaysia menjadi yang terbanyak, dengan kontribusi sebesar 44,20%. Diikuti oleh Singapura sebesar 14,75%, dan Jepang sebesar 2,34%. Meski Malaysia menduduki posisi pertama, jumlah kunjungan dari negara tersebut mengalami penurunan sebesar 3,25% secara bulanan.
Pembagian Berdasarkan Kawasan
Dari segi kawasan, kunjungan wisman ke D.I. Yogyakarta pada bulan November 2025 didominasi oleh kawasan ASEAN sebesar 73,43%. Diikuti oleh Eropa sebesar 12,57%, dan Asia (selain ASEAN) sebesar 8,74%.
Namun, jumlah kunjungan wisman secara bulanan mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan Oktober 2025. Penurunan terbesar terjadi di kawasan Eropa dan Oseania masing-masing sebesar 35,76% dan 35,12%.
Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel
Meski kunjungan wisman mengalami penurunan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mengalami kenaikan secara bulanan di seluruh kelas hotel, kecuali hotel bintang 1.
Peningkatan TPK terbesar terjadi pada hotel bintang 5 sebesar 7,49 poin dibandingkan dengan Oktober 2025. Sementara itu, hotel bintang 1 mengalami penurunan TPK sebesar 4,44 poin.
Untuk hotel non-bintang, TPK pada November 2025 mencapai 22,25% atau meningkat sebesar 0,30 poin dibandingkan dengan Oktober 2025. Dua kelompok kamar hotel non-bintang mengalami peningkatan TPK, yaitu:
- Kelompok kamar dengan jumlah 25-40, yang naik sebesar 1,16 poin.
- Kelompok kamar dengan jumlah 10-24, yang naik sebesar 0,33 poin.
Di sisi lain, kelompok hotel non-bintang dengan jumlah kamar <10 dan >40 mengalami penurunan TPK masing-masing sebesar 0,13 poin dan 0,17 poin.



