Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 28 Januari 2026
Trending
  • Shin Tae Yong Bocorkan Tekanan dan Konflik di Balik Layar Timnas dalam Podcast
  • Serangan Tawon Tewaskan Pasangan: Suami Tewas di Kebun, Istri Meninggal Beberapa Jam Kemudian
  • Pekan Depan, Kemenhub Uji Coba Penegakan Hukum ODOL di 5 Lokasi
  • OJK Tanggapi Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
  • Top Skor Proliga 2026: LavAni Bintang Asing Ciptakan Kejutan, Megawati di Urutan Enam dengan 97 Poin
  • Dua Wanita dan Satu Pria Tersesat di Sukasada, Suami Tunggu Dua Hari di Rumah
  • Arsenal Kalah dari Man United, Rekor 20 Tahun Liga Inggris Chelsea Tetap Aman
  • Akhyana Kehilangan Motor Kesayangannya di Plumbon
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda ยป Kota Baku Menerima Persamaan, Menolak Perbedaan dengan Bangga
Politik

Kota Baku Menerima Persamaan, Menolak Perbedaan dengan Bangga

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 Januari 2026Tidak ada komentar7 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



By Christie Damayanti

Kota Baku yang menolak perbedaan dan menerima persamaan. Masjid, sinagoge atau gereja berdampingan dengan harmonis atau Kota Tua Baku jaman kuno serta dunia Gobustan sejak jaman purba 400.000 tahun lalu, juga berdampingan denagn kota Baku modern dan futuristic …..

Awalnya, aku mengira Azerbaijan adalah sebuah negara setara Turkiye berada di Asia dengan latar belakang juga setara Turkiye. Turkiye memang sebagian dari negaranya masuk ke benua Asia dan sebagian lagi masuk ke benua Eropa. Dan, ternyata demikian lah negara Azerbaijan.

Aku buta sama sekali tentang negara api ini, dan karena Azerbaijan adalah negara Muslim, tidak terpikir olehku untuk berkunjung kesana karena yang terlintas di kepalaku tentang agama ini adalah seperti di Jakarta, yang sebagian besar sama sekali tidak ramah denagn minoritas, apapun minoritas nya.

Aku adalah seorang pemerumpan disabilitas di atas kursi roda. Disabilitas pun di Jakarta masih dianggap warna negara kelas paling akhir, aku merasakan betul.

Aku juga seorang penganut Kristen yang taat dimana banyak teman2ku penganut yang sama tidak bisa beribadah di gereja masing2 karena terbentue denagn warga yang membeda2kan minoritas.

Dan berita2 tentang itu benar2 membuat aku malas berkunjung ke negara2 Muslim, walau aku tahu tidak semua Muslim seperti itu, Tetapi yang ada di drpanku, yagna da dalam kehidupanku dan yang ada di berita2 di hadapanku adalah yang membuat nyaliku ciut untuk berhadapan muka langsung dan aku lebih memilih menghidar ……
Tetapi ternyata ketia aku memberanikan diriku untuk berkunjung ke Uzbekistan tahun 2023 dan temanku Muslim yang mempunyai travrlnya, aku terbang dan menemukan kenytaan yang sungguh sangat berbeda tentang apa yang ada di kepalaku.

Bahkan 4x aku berwkunjung ke Uzbekistan aku mempunyai banyak teman salah satunya Zoyir yang benar2 membantuku apapun tanpa memandang apapun! Yang ada dia selalu memandangku sebagai kesamaan sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan. Pupuslah aku berpikir tentang Muslim di negara2 yang benar2 menganut kebersamaan dan kepedulian untuk sesame manusia.

Cerita ini sudah aku tuliskan dalam beberapa bab di buku2ku tentang Uzbekistan, yang aku launching di Tashkrnt ibukota Uzbekistan tahun 2025 bulan Mei lalu, di KBRI Tashkent, UPost Uzbekistan dan Lapzag Tashkent dibantu oleh Zoyir dan teman seniorku Mr.Rashid.

Setelah aku familiar denagn kehidupan Uzbekistan dan mempunyai teman dan sahabat disana, aku mulai memberanikan diriku untuk mengeksplore research dan surveyku di negara2 ex Soviet. Ada 15 negara yang akan kukunjungi, dan sementara ini aku baru terbang ke Uzbekistan 4x, Armenia, Georgia dan Azerbaijan masing2 1x. Dan, tahun 2026 ini, aku akan mengeksplore 7 negara ex Soviet, jika Tuhan berkenan …..


Aku sebagai wisatawan yan baru berkunjung di Azerbaijan, yang baru pertama kali datang mungkin merasa identitas Timur-bertemu-Barat ini membingungkan. Ya, tentu saja. Dengan tulisanku diatas dita,mbah dengan berbagai “misteri” Azerbaijan, aku memang agak bingung. “Dimana aku?”

Berada di sebuah dunia baru, antara 2 benua, dengan berbagai “pembagian waktu kehidupan” dari Azerbaijan purba, Azerbaijan jaman Jalur Sutra kuno, Azerbaijan jaman Kerajaan, Azerbaijan dibawah kendali Soviet sampai Azerbaijan futuristic! Dan yang paling penting adalah Azerbaijan yang peduli tanpa memandang perbedaan, yang ada Azerbaijan ingin Bersama denan 1 misi membangun kehidupan yang lebih baik ……

Menarik, sangat menarik!

Suatu saat aku berada di toko2 souvenir dan tawar-menawar di pasar tradisional dan memorabilia Soviet berbagi tempat, saat berikutnya aku minum the atau sekedar berkongkow dengan Zoyir di beberapa cafe yang tentunya tidak akan terlihat aneh di Baku.

Mungkin itulah pesona terbesar Baku, sebuah penerimaan yang benar2 dalam persamaan atau penolakannya untuk sesuatu yang sering dianggap perbedaan. Ini adalah kota yang membuat aku terus berpikir, “Benarkah kota Baku senyaman itu?”

“Negeri Api” Ajerbaijan , dengan gagah selalu memasang bendera mereka di banyak tempat. Bahkan, banyak apartemen2 disana, memasang bendera mereka masing2 di masing2 unit. Bendera besarsecara nasional pun selalu berkibar gagah, menendakan betapa bangganya mereka sebagai warga Azerbaijan!

3 gedung Flame Tower meliuk2 dengan LED Bendera Azerbaijan berganti2 dari sore hingga malam hari …..
Sebuah rumah di lorong2 sempit Kota Tua Baku, ada seorang pensiunan memasang bendera Azerbaijan karena kebanggaannya kepada negaranya …..


Dikotomi budaya Baku menjadi semakin menarik ketika mempertimbangkan sejarahnya yang luar biasa sebagai ibukota minyak. Jauh sebelum Pennsylvania atau Texas di Amerika Serikat, kota Baku telah memproduksi emas hitam.

Sumur minyak pertama di dunia dibor di sini pada tahun 1846, tdan itu 13 tahun sebelum penemuan terkenal Amerika. Pada tahun 1900, kota Baku ini menghasilkan setengah dari pasokan minyak dunia, menarik raksasa industri seperti saudara Nobel dan Rothschild, yang membangun kekayaan mereka dari minyak mentah Azerbaijan.

Kekayaan yang tak terbayangkan itu membangun gedung2 megah bergaya Eropa yang berjajar di jalan2 pusat kota, lapisan pertama wajah modern Azerbaijan diletakkan di atas fondasi kuno bahkan purba..

Warisan api sebagai “negeri api” dan bahan bakar ini terlihat di mana2 dari kilang2 minyak bahkan di halaman2 rumah2 yang mempunyai akses ke dalam bumi Azerbaijan. Itu ada di api abadi Yanar Da dan kuil api Zoroastrian kuno yang dikenal sebagai Ateshgah atau “Kuil Api.”

Itu tercermin dalam api LED yang menari2 di Menara Api atau Gedung Flame Tower dengan 3 gedung futuristik modern di malam hari. Dan sebagai arsitek dengan gaya dan langgam arsitektur Azerbaijan, aku memahami kota Baku, aku juga memahami bahwa masa lalu dan masa kini kota ini didorong oleh sumber yang sama.

Energi tanpa henti yang melestarikan kota sekaligus mendorongnya maju. Menjelajah kehidupan berabad2 sambil berjalan di sepanjang promenade pesisir Danau Caspia. Latar belakan Danau Caspi aini memang bisa membuat pikiranku melayang2 …..

Disisi lain, walau hanya perjalanan singkat ku disana, negeri api ini memiliki kobaran api yang menjulang dari bumi seperti yang telah terjadi selama berabad2, sebuah pengingat akan api abadi yang memberi Azerbaijan. Yang juga mengobarkan jiwaku seperti api untuk terus mengeksplore luar biasa untuk mencari inspirasi2 baru di negeri ini.

Ketika aku terbang pulang ke negeriku tercinta Indonesia dan meninggalkan kota Baku, “kebingungan” awal berubah menjadi apresiasi yang mendalam bagi Azerbaijan.

Mungkin yang aku rasakan bukanlah kebingungan sama sekali, melainkan “kekaguman”, kagum kepada sebuah negeri api yang cepat membawa angin sejuk di dunia arsitektur bahkan di dunia anti-mainstream!

Kepada sebuah kota yang menolak untuk memilih antara masa lalu dan masa kini. Kota Baku ini yang bersikeras untuk hidup di keduanya sekaligus, antara masa lalu dan masa kini yang semakin futuristik.

Identitasnya sih, menurutku tidak membingungkan.Tetapi, memang berlapis, kompleks, dan tanpa penyesalan denga napa yang terjadi di masa2 susah mereka. Kota Baku menantang asumsi, menghargai rasa ingin tahu, dan membuktikan bahwa kontradiksi bisa menjadi indah.

Mungkin itulah intinya. Di dunia yang terobsesi dengan kejelasan,Di dunia yang tahu bahwa hidup itu indah jika ada dalam kedamaian. Kota Baku mengingatkan kita bahwa beberapa kisah paling baik diceritakan dalam hitam putih. Bukan abu, yang akhirnya membuat kita sadar, apa yang terbaik untuk negeri.

Kota Baku adalah kota yang penuh kontras, menampilkan perpaduan visual unik antara infrastruktur modern dan tembok abad pertengahan yang berusia berabad2. Para penjelajah terkenal seperti Marco Polo dan Alexander Dumas telah menulis banyak tentang kota Baku.

Dan mereka semua benar2 mengakui apa yang mereka lihat memang itulah apa adanya sebagai “negeri api” Azerbaijan ……

Kota Tua Baku terkenal dengan bangunan2 tradisionalnya yang sangat cantik, banyak di antaranya memiliki balkon kayu menjorok keluar dari dinding utama yang berfungsi sebagai “teras atau balkon”.

Itu lah yang memungkinkan mereka tetap bisa menikmati udara luar sambil melihat pemandangan jalan2 sempit dan berkelok2. Fitur arsitektur ini, atau jendela yang menjorok, menambah ruang ekstra dan karakter unik pada arsitektur bersejarah di daerah tersebut.

Ya, inilah Azerbaijan, dan inilah Kota Baku sebagai ibukota negara. Sebuah bagian dari dunia yang mempunyai Sejarah besar sejak jaman purba sampai sekarang, dan berusaha untuk menggapai mimpi mereka serta Bersama berjuang denagn negara2 yang lainnya bagi masa depan mereka masing2 …..

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Syifa Nekat Jadi Tentara AS, Ancaman Kehilangan Kewarganegaraan

28 Januari 2026

Geliat Partai Baru Gema Bangsa dan Gerakan Rakyat: Harapan Efek Coattail Prabowo dan Anies

28 Januari 2026

Klarifikasi Anwar Usman soal Kehadiran di Sidang MK yang Dikaitkan dengan Sakit Sejak Tahun Lalu

28 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Shin Tae Yong Bocorkan Tekanan dan Konflik di Balik Layar Timnas dalam Podcast

28 Januari 2026

Serangan Tawon Tewaskan Pasangan: Suami Tewas di Kebun, Istri Meninggal Beberapa Jam Kemudian

28 Januari 2026

Pekan Depan, Kemenhub Uji Coba Penegakan Hukum ODOL di 5 Lokasi

28 Januari 2026

OJK Tanggapi Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald

28 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?