Pengalaman Apes Arafah Rianti Saat Menangkap Maling Motor
Arafah Rianti, komika ternama di Indonesia, kembali menjadi sorotan setelah mengalami pengalaman tidak terduga saat menangkap seorang pencuri motor. Kejadian ini berawal dari sebuah insiden yang membuatnya merasa kecewa dan kesal dengan pihak berwajib.
Dalam sebuah podcast bersama Vidi Aldiano dan Deddy Corbuzier di Podhub, Arafah menceritakan kisah nyata yang ia alami di Depok. Cerita ini menarik perhatian publik karena isinya menyentuh aspek hukum dan keadilan yang dinilai tidak adil oleh banyak orang.
Kejadian bermula ketika salah satu pelanggan rental PlayStation milik Arafah menjadi korban pencurian motor. Awalnya, seorang pria meminjam motor dengan alasan ingin membeli martabak. Namun, setelah beberapa kali meminjam dan mengembalikan motor, tiba-tiba motor tersebut hilang tanpa jejak.
Ternyata, pelaku sudah lama mengintai korban. Ia bahkan menjadi pelanggan rutin di rental tersebut. Dengan modus yang cerdas, ia membangun kepercayaan untuk kemudian mencuri motor korban. Setelah motor hilang, pelaku kembali ke lokasi yang sama, diduga untuk mencari korban baru.
Saat itu, korban pertama mengenali pelaku dan langsung menanyakan kebenarannya. Pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Dengan cepat, pelaku mencoba melarikan diri dengan naik ke lantai tiga bangunan rental. Ia kemudian melompat ke rumah warga dari genteng lantai tiga.
Sayangnya, usaha pelaku gagal karena atap asbes yang tidak kuat menahan beban tubuhnya. Akhirnya, pelaku tertangkap dan warga sempat menginterogasinya. Ternyata, motor hasil curian itu telah dijual dengan harga Rp1,8 juta.
Arafah dan warga lainnya membawa pelaku ke kantor polisi setempat. Namun, hal tak terduga terjadi. Polisi menolak menangkap pelaku dengan alasan teknis. Arafah menirukan ucapan polisi, “Nggak bisa kalo nggak (ditangkap) sama kita.”
Ini membuat Arafah bingung karena pelaku sudah ditangkap dan mengakui perbuatannya. Bahkan, ia memiliki video sebagai bukti. Akhirnya, pelaku dibebaskan kembali. Tidak hanya itu, Arafah juga diminta mengganti kerusakan pada atap asbes rumah warga yang rusak akibat aksi pelaku.
Pemilik rumah meminta ganti rugi kepada Arafah. Hal ini membuatnya merasa semakin tidak adil. Deddy Corbuzier menduga ada alasan lain di balik penolakan polisi untuk menangkap pelaku, termasuk masalah bukti yang tidak lengkap atau tidak memenuhi syarat hukum.
Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya prosedur hukum yang jelas dan transparan. Selain itu, kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa tindakan warga dalam menangani kasus kejahatan harus tetap berada dalam batas hukum agar tidak menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan.
Sebagai komika, Arafah Rianti selalu menggunakan pengalaman hidupnya untuk menghibur dan memberikan pesan penting bagi para pendengarnya. Kali ini, ia berbagi kisah yang sangat menyentuh dan memicu diskusi tentang sistem hukum serta tanggung jawab sosial.



