Presiden Prabowo Subianto menyampaikan berbagai informasi mengenai program prioritas makan bergizi gratis (MBG) saat memberikan taklimat di forum Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri di Sentul International Convention, Bogor, Jawa Barat pada Senin, 2 Februari 2026.
Forum rapat koordinasi tahun ini dihadiri oleh sebanyak 4.473 pejabat dari kepala daerah tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, serta forum koordinasi pimpinan daerah seperti DPRD, kepolisian, kejaksaan, hingga TNI dari masing-masing tingkatan. Selain itu, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga turut hadir dalam acara tersebut.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan Presiden Prabowo terkait program MBG dalam rapat koordinasi tersebut:
Klaim Keberhasilan MBG 99,9 Persen
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa jumlah penerima manfaat dari program MBG per awal Februari ini telah mencapai 60 juta orang. Meskipun ia mengakui masih ada kasus keracunan selama distribusi makanan dilakukan, menurutnya jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan total paket makanan yang sudah didistribusikan.
Dalam perhitungannya, rasio kasus keracunan dengan jumlah penerima manfaat sebesar 0,0087 persen. “Artinya 99,99 persen usaha MBG harus dinyatakan berhasil,” ujarnya.
Klaim keberhasilan MBG telah sering disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan. Sebelumnya, dalam retret Kabinet Merah Putih di rumah pribadinya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada 6 Januari 2026, ia menyatakan tingkat keberhasilan pelaksanaan program MBG mencapai 99 persen berdasarkan hasil evaluasi.
Dalam agenda tersebut, Prabowo menekankan bahwa MBG merupakan program strategis yang didasarkan pada kepedulian negara terhadap kondisi gizi anak-anak Indonesia. Menurutnya, beberapa kajian menunjukkan bahwa persentase anak Indonesia yang mengalami kekurangan gizi mencapai lebih dari 20 hingga 30 persen.
Prabowo Singgung Distribusi MBG di Sumbar dan Aceh
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa penyaluran proyek MBG sebagai program prioritasnya telah dilakukan di seluruh daerah, termasuk wilayah yang tidak mendukungnya saat pemilihan presiden pada 2024 lalu.
Menurut Prabowo, program yang ia buat tidak pernah membeda-bedakan orang atau daerah berdasarkan pilihan politiknya. Ia menyebut bahwa MBG juga hadir di Sumatera Barat. “Buktinya saya kalah di Sumatera Barat. Tapi tetap MBG sampai ke Sumatera Barat,” ujarnya.
Prabowo juga mengklaim bahwa pemerintah pusat terus berupaya membangun Aceh meski ia tidak mendapatkan perolehan suara terbanyak di daerah tersebut. Menurutnya, pemerintah pusat telah berusaha membangun provinsi tersebut secara maksimal.
Kepala Negara menyatakan bahwa hal ini dilakukan karena ia merasa bertanggung jawab sebagai Presiden yang dipilih oleh rakyat. Menurut Prabowo, Indonesia membutuhkan persatuan, terlepas dari kalah atau menang saat pemilihan umum. “Saudara-saudara, kita bersatu. Tidak ada urusan saudara berasal dari partai mana. Jangan kita terlibat dalam sekat-sekat yang timbul karena sejarah,” ucapnya.
Prabowo Klaim Pakar Gedung Putih Mempelajari MBG
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa proyek MBG yang dijalankan pemerintahannya telah menarik perhatian sejumlah negara. Ia menyebut bahwa ada pakar di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald John Trump yang berniat menelaah program prioritasnya tersebut. “Satu hari yang lalu, para ahli, pakar dari White House sedang mempelajari MBG kita ini,” kata Prabowo.
Salah satu yang diklaim ingin mempelajari MBG adalah Menteri Kesehatan Amerika Serikat atau United States Secretary of Health and Human Services. Dia mengaku kaget ketika menerima informasi bahwa Amerika Serikat ingin bertanya-tanya soal MBG.
Ia juga mengklaim bahwa kurang dari setengah tahun lalu ada rombongan dari Rockefeller Institute yang menemuinya untuk membahas MBG. Menurutnya, rombongan tersebut memuji program MBG. “Mereka datang ke saya dan mengatakan makan bergizi gratis itu adalah investasi terbaik yang bisa dilakukan oleh suatu negara,” ujarnya.
Menurut Prabowo, tidak ada negara lain yang memiliki konsep makan gratis sebaik yang Indonesia telah lakukan. “Ibu hamil kami antar makanan. Lansia, orang tua yang hidup sendiri, diantar makanan, kasih tahu saya negara (mana)?” ucap Prabowo.



