Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 9 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Hukum»Kisah menyedihkan Nuriati Sinurat di Samosir: Tanpa ibu, ayah bisu, gangguan mental
    Hukum

    Kisah menyedihkan Nuriati Sinurat di Samosir: Tanpa ibu, ayah bisu, gangguan mental

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover13 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Lokasi Makam Tua yang Menyimpan Rahasia

    Di Desa Aek Nauli, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara (Sumut), pintu besi makam tua masih dipasang garis kuning polisi. Pada hari Minggu (8/3/2026) petang, lokasi tersebut tampak sunyi dan terkesan angker. Di sekelilingnya tumbuh semak belukar, membuat bangunan makam tua tersebut terlihat seperti tugu yang lama terbengkalai.

    Dari lokasi inilah penelusuran dimulai. Jejak sebuah peristiwa keji dan menyayat, yang berujung pada terbongkarnya dugaan pembunuhan terhadap Nuriati Sinurat (32). Polisi menetapkan Mardin Sinurat sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Dugaan pembunuhan itu diperkirakan terjadi sekitar tiga bulan sebelum jasad Nuriati ditemukan di dalam tugu makam tua tersebut.

    Jarak antara rumah korban dengan makam itu diperkirakan sekitar dua kilometer. Di lokasi makam tersebut, terdapat satu rumah warga yang berjarak tak lebih dari 100 meter dan dikelilingi ladang jagung.

    Keluarga Korban yang Mengalami Kesulitan

    Saat menyambangi rumah korban, wawancara tidak mudah dilakukan. Ayah korban, Pandar Sinurat (60), ternyata seorang penyandang bisu. Ia hanya menyambut kedatangan Tribun Medan dengan senyuman dan bahasa isyarat. Pandar tinggal di sebuah rumah papan tua berwarna kecoklatan dan mulai melapuk yang terlihat usang dimakan usia.

    Di dinding rumah itu tertulis sebuah papan bertuliskan “Keluarga Penerima BLT Desa Kemiskinan Ekstrim 2023 Desa Aek Nauli.” Di rumah sederhana itulah Pandar kini menjalani hari-harinya, merenungi kepergian putrinya yang belakangan terungkap diduga kuat dibunuh yang masih semarga dan berasal dari kampung yang sama, yakni Mardin Sinurat.

    Mardin Sinurat sendiri diketahui ayah dari 4 anak, dua laki-laki dan dua perempuan. Tak jauh dari rumah tersebut, Nuriati kini dimakamkan setelah jasadnya ditemukan. Pandar hanya menunjuk ke arah belakang rumah yang ditumbuhi jagung nyaris layu karena kemarau di Samosir, lalu memberi isyarat.

    “Di belakang itulah Nuriati sekarang dimakamkan,” ujarnya melalui bahasa isyarat. Karena kesulitan memahami bahasa isyarat, Tribun Medan kemudian bergeser ke rumah tetangganya yang ternyata adalah adik kandung Pandar. Lalu berbincang dengan keluarga terdekat korban.

    Kondisi Mental Korban yang Memprihatinkan

    Salah satu keluarga terdekat korban, Silvia Sinurat (20), keponakan Pandar, yang merupakan putri dari adik kandung Pandar Sinurat. Bagi keluarga, kasus ini bukan sekadar pembunuhan biasa. Mereka merasa ada sisi kejam yang menyisakan luka mendalam.

    Silvia bercerita, sejak tamat SMA kondisi mental Nuriati mulai menurun. Ia sering mengalami perubahan perilaku, bahkan kerap mengamuk ketika bulan purnama. “Kalau bulan purnama, kakak kami sering beringas meski sehari-hari baik kepada saya. Kadang memukul dinding rumah dengan tangan sampai luka. Dia juga sering bernyanyi dan berteriak-teriak. Orang kampung bilang mungkin seperti diguna-guna,” ujar Silvia dengan wajah prihatin.

    Kondisi itu, kata Silvia, membuat keluarga semakin terpukul. Apalagi Nuriati juga sudah ditinggal sang ibu yang meninggal pada 2021 silam. Mereka tidak menyangka Nuriati, yang belakangan mengalami gangguan mental, justru menjadi korban pembunuhan.

    Penemuan Jasad Nuriati dan Reaksi Keluarga

    Apalagi kondisi keluarga mereka juga tidak mudah. Ayah korban merupakan seorang penyandang bisu dan sejak istrinya meninggal pada 2021 lalu, kondisinya mulai sering linglung. Di rumah itu mereka tinggal bertiga bersama seorang saudara laki-laki. Nuriati sendiri merupakan anak kedua dari empat bersaudara.

    Silvia mengatakan, keluarga tidak memiliki hubungan khusus dengan pelaku selain hanya memiliki marga yang sama. Karena itu mereka sempat tidak percaya ketika mengetahui pelakunya diduga Mardin Sinurat, yang masih sekampung. “Apalagi dia seperti orang yang pertama menemukan jenazah itu di dalam tugu. Padahal ternyata dia sendiri pelakunya,” kata Silvia mengisahkan gelagat Mardin.

    Menurut Silvia, Nuriati sebenarnya lebih sering berada di rumah. Namun sebelum menghilang, ia memiliki seorang teman perempuan berinisial LS yang tinggal dekat rumah pelaku. LS kerap mengajak Nuriati bermain ke rumahnya, bahkan kadang sampai dua hingga tiga hari.

    Namun keluarga mengaku akan kesulitan jika Tribun Medan mencoba meminta keterangan dari LS. Sebab perempuan tersebut juga disebut mengalami keterbelakangan mental dan bahkan pernah mengalami kehamilan di luar nikah secara terpaksa oleh seseorang.

    Saat Nuriati dinyatakan hilang, keluarga sempat mencarinya ke berbagai tempat. Mereka bahkan mendatangi dukun di Kecamatan Ronggur ni Huta untuk meminta petunjuk agar Nuriati bisa ditemukan. Kata Silvia lagi, logis dan fiksi pun mereka jadikan satu untuk mendapat petunjuk terbaik demi menemukan fakta di balik kematian Nuriati.

    Ada cerita yang paling menyayat menurut Silvia, ketika jasad Nuriati akhirnya ditemukan setelah dinyatakan 3 bulan hilang. Pandar, ayah korban, menangis sejadi-jadinya. Awalnya ia tidak mengetahui bahwa jasad yang dibawa pulang adalah putrinya. “Kami hanya menyuruh bapatua (paman) saya itu berpakaian rapi dan duduk di rumah. Dia heran. Setelah diberitahu bahwa yang dibawa pulang itu anak perempuannya, dia langsung menangis sejadi-jadinya,” Silvia berujar dibarengi setetes air mata.

    Hingga kini, menurut Silvia, ayah korban bahkan belum diberitahu siapa pelaku yang telah ditangkap polisi. Keluarga khawatir kondisi mentalnya akan semakin terguncang, dan menimbulkan masalah baru seperti ledakan emosi. “Dia sudah sering linglung. Kasihan sekali kami,” ujarnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

    31 August 2026

    Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?