Mantan Ketua Umum The Jakmania, Tauhid Ferry Indrasjarief atau yang akrab disapa Bung Ferry, hadir langsung menyaksikan tim kesayangannya dalam laga tandang melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026).
Persib Bandung berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan pekan ke-17 Super League 2025-2026 yang digelar di Stadion GBLA. Pertandingan yang menjadi penutup putaran pertama kompetisi ini berlangsung sengit dengan gol tunggal yang dicetak oleh Beckham Putra pada menit ke-5.
Macan Kemayoran harus bermain dengan 10 pemain setelah Bruno Tubarao menerima kartu merah langsung di menit ke-53 usai melakukan pelanggaran terhadap Beckham Putra. Kemenangan ini mengukuhkan Persib Bandung sebagai juara paruh musim Super League 2025-2026 di hadapan ribuan Bobotoh yang memadati stadion kebanggaan mereka.
Di tengah ketatnya rivalitas kedua tim, ada momen menarik yang terjadi antara suporter Persib Bandung dan pentolan The Jakmania. Meskipun suporter tamu masih dilarang hadir dalam pertandingan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Bung Ferry tetap datang untuk mendukung Persija Jakarta.
Kehadiran Bung Ferry sebagai pentolan The Jakmania justru disambut baik oleh kalangan Bobotoh di GBLA. Hal tersebut terlihat dari unggahan Instagram Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, yang memperlihatkan momen kebersamaan dengan Bung Ferry.
Bung Ferry merupakan sosok penting dalam sejarah The Jakmania karena menjabat sebagai Ketua Umum pada periode 1999-2005. Di bawah kepemimpinannya, The Jakmania ditata dengan matang sebagai organisasi suporter sepak bola yang solid hingga saat ini. Pria berusia 60 tahun ini memiliki pengalaman mendalam di dunia organisasi sehingga mampu membawa The Jakmania terus berkembang dengan baik.
Usai pertandingan berakhir, Asep Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Asmul menghampiri Bung Ferry dan terlihat saling bertukar senyum. Keduanya bahkan berjabat tangan dan berpelukan sebagai simbol persaudaraan antarsuporter kedua klub besar tersebut.
“Terima kasih, Bung Ferry, sudah hadir ke GBLA,” tulis Asep Mulyadi di akun Instagram pribadinya. “Salam hangat untuk The Jakmania,” tambah Politisi PKS itu.
Momen ini menjadi contoh positif kerukunan antarsuporter yang jarang terlihat dalam dunia sepak bola Indonesia belakangan ini. Sudah cukup lama publik sepak bola Indonesia tidak melihat pertandingan away di kasta tertinggi Liga Indonesia karena berbagai pertimbangan keamanan.
Larangan suporter tamu untuk hadir memang masih diberlakukan oleh pihak penyelenggara kompetisi sebagai antisipasi terhadap insiden yang tidak diinginkan. Keputusan tersebut diambil karena masih adanya oknum-oknum yang kerap menodai persaudaraan antarsuporter di berbagai pertandingan.
Kehadiran Bung Ferry dan sambutannya yang hangat dari Bobotoh memberikan secercah harapan baru bagi persatuan suporter sepak bola di Indonesia. Sikap saling menghormati yang ditunjukkan oleh kedua kubu ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi seluruh suporter fanatik masing-masing tim.
Momen silaturahmi antara para Bobotoh dan pentolan The Jakmania ini bisa menjadi langkah awal untuk membangun kembali hubungan baik antarsuporter di masa mendatang. Dengan terus memupuk sikap sportif dan saling menghargai, tidak mustahil suatu hari nanti pertandingan dengan kehadiran suporter tamu dapat kembali digelar di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.
Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Hubungan Antarsuporter Sepak Bola Indonesia
Sejarah Persaingan yang Berat
Rivalitas antara suporter Persib dan Persija telah berlangsung selama puluhan tahun, menciptakan perbedaan pendapat dan kadang-kadang konflik. Namun, kehadiran Bung Ferry menunjukkan bahwa ada ruang untuk perdamaian.Peran Pemimpin Suporter
Bung Ferry, sebagai tokoh penting dalam sejarah The Jakmania, memiliki pengaruh besar dalam menjembatani hubungan antarsuporter. Keberadaannya di GBLA menunjukkan bahwa perpecahan tidak selalu permanen.Kebijakan Penyelenggara Kompetisi
Larangan kehadiran suporter tamu di pertandingan adalah upaya untuk mencegah kekerasan. Namun, hal ini juga membatasi interaksi langsung antarsuporter yang bisa menjadi fondasi persatuan.Peran Media Sosial
Unggahan Instagram Asep Mulyadi menjadi bukti bahwa media sosial bisa menjadi alat untuk mempromosikan harmoni antarsuporter. Dengan membagikan momen seperti ini, pesan perdamaian bisa lebih cepat menyebar.Harapan untuk Masa Depan
Momen ini menjadi titik awal untuk membangun kembali hubungan antarsuporter. Dengan sikap saling menghormati dan sportif, kehadiran suporter tamu di pertandingan tingkat atas bisa kembali terwujud.



