Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Maret 2026
Trending
  • Hasil ONE Friday Fights 146: Detchawalit Lanjutkan Dominasi dengan Hancurkan Denis Dotsenko
  • 4 cara mengubah baju bekas jadi uang banyak
  • Dendi Mengarungi 400 KM Rally Raid dengan BAIC BJ40
  • Reece James tetap di Chelsea, kontrak diperpanjang hingga 2032
  • Mudik Lancar Tanpa Sinyal: Gunakan Google Maps Offline!
  • Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat
  • Borneo FC vs Persib Bandung: Thom Haye Tak Hadir, Bojan Hodak Beri Respons Menarik
  • 5 Benda Jadul 1970-an yang Kini Berharga Jutaan hingga Miliaran
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Ketimpangan Global Memburuk! 60 Ribu Orang Terkaya Miliki Kekayaan Sama dengan Setengah Penduduk Bumi
Ekonomi

Ketimpangan Global Memburuk! 60 Ribu Orang Terkaya Miliki Kekayaan Sama dengan Setengah Penduduk Bumi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ketidaksetaraan Global yang Mengkhawatirkan

Laporan Ketidaksetaraan Global 2026 mengungkapkan data yang mengejutkan dan menyedihkan tentang pertumbuhan jurang ekonomi yang semakin dalam. Dalam laporan ini, terlihat bahwa kekayaan di dunia terkonsentrasi secara sangat tidak merata, dengan sejumlah kecil individu memiliki harta yang jauh lebih besar dibandingkan populasi yang lebih besar.

Data menunjukkan bahwa hanya sekitar 60.000 orang terkaya di dunia kini menguasai aset tiga kali lipat lebih besar dibandingkan gabungan harta milik 50% penduduk terbawah. Angka ini menunjukkan bahwa kelompok elite tersebut hanya mewakili 0,001% dari populasi dunia. Hal ini mencerminkan ketimpangan yang sangat signifikan dalam distribusi kesejahteraan global.

Berikut adalah poin-poin penting yang disajikan dalam laporan tersebut:

  • Kelompok Elite (0,001%): Hanya sekitar 60.000 miliarder.
  • Kelompok Terbawah (50%): Sekitar 4 miliar penduduk manusia.
  • Perbandingan Kekayaan: Kelompok elite memiliki 3X lipat lebih banyak daripada seluruh harta gabungan 4 miliar orang tersebut.

Laporan ini dirancang oleh lebih dari 200 peneliti dan diterbitkan pada Rabu, 17 Desember 2025. Studi ini menunjukkan bahwa kesenjangan ekonomi tidak hanya terjadi dalam hal kekayaan, tetapi juga dalam berbagai aspek lainnya. Sebab, 1/10 penduduk terkaya di dunia kini memiliki hampir tiga perempat dari seluruh kekayaan. Sementara itu, separuh penduduk termiskin hanya memiliki kurang dari 2%.

Selain itu, pendapatan juga dibagi secara tidak merata. 10% teratas menghasilkan lebih banyak daripada gabungan 90% sisanya, sementara separuh penduduk termiskin hanya memperoleh kurang dari 1/10 pendapatan global.

“Akibatnya adalah dunia di mana minoritas kecil menguasai kekuatan finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara miliaran orang terpinggirkan, bahkan dari stabilitas ekonomi dasar,” demikian laporan penelitian tersebut.

Kesenjangan Berdasarkan Gender

Kesenjangan upah berdasarkan gender tetap ada di semua wilayah dan terdapat di berbagai bagian dunia. Kaum perempuan hanya memperoleh sedikit lebih dari seperempat pendapatan tenaga kerja global. Angka ini tidak berubah sejak tahun 1990.

Perbedaan Pengeluaran Pendidikan

Laporan itu juga menyatakan kesenjangan global sudah terlihat jauh sebelum orang-orang memasuki pasar kerja. Rata-rata pengeluaran pendidikan publik per siswa usia sekolah sekitar $230 per tahun di Afrika Sub-Sahara, dibandingkan dengan $8.600 di Eropa dan $10.500 di Amerika Utara dan Oseania. Angka-angka ini mencerminkan rasio lebih dari 40 banding 1.

Studi tersebut menunjukkan negara-negara miskin tertekan oleh sistem keuangan global yang condong ke negara-negara kaya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

4 cara mengubah baju bekas jadi uang banyak

19 Maret 2026

Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat

19 Maret 2026

Eskalasi Timur Tengah Tingkatkan Permintaan Batubara, Ini Rekomendasi Sahamnya

19 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Hasil ONE Friday Fights 146: Detchawalit Lanjutkan Dominasi dengan Hancurkan Denis Dotsenko

19 Maret 2026

4 cara mengubah baju bekas jadi uang banyak

19 Maret 2026

Dendi Mengarungi 400 KM Rally Raid dengan BAIC BJ40

19 Maret 2026

Reece James tetap di Chelsea, kontrak diperpanjang hingga 2032

19 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?