Ketidaksetaraan Global yang Mengkhawatirkan
Laporan Ketidaksetaraan Global 2026 mengungkapkan data yang mengejutkan dan menyedihkan tentang pertumbuhan jurang ekonomi yang semakin dalam. Dalam laporan ini, terlihat bahwa kekayaan di dunia terkonsentrasi secara sangat tidak merata, dengan sejumlah kecil individu memiliki harta yang jauh lebih besar dibandingkan populasi yang lebih besar.
Data menunjukkan bahwa hanya sekitar 60.000 orang terkaya di dunia kini menguasai aset tiga kali lipat lebih besar dibandingkan gabungan harta milik 50% penduduk terbawah. Angka ini menunjukkan bahwa kelompok elite tersebut hanya mewakili 0,001% dari populasi dunia. Hal ini mencerminkan ketimpangan yang sangat signifikan dalam distribusi kesejahteraan global.
Berikut adalah poin-poin penting yang disajikan dalam laporan tersebut:
- Kelompok Elite (0,001%): Hanya sekitar 60.000 miliarder.
- Kelompok Terbawah (50%): Sekitar 4 miliar penduduk manusia.
- Perbandingan Kekayaan: Kelompok elite memiliki 3X lipat lebih banyak daripada seluruh harta gabungan 4 miliar orang tersebut.
Laporan ini dirancang oleh lebih dari 200 peneliti dan diterbitkan pada Rabu, 17 Desember 2025. Studi ini menunjukkan bahwa kesenjangan ekonomi tidak hanya terjadi dalam hal kekayaan, tetapi juga dalam berbagai aspek lainnya. Sebab, 1/10 penduduk terkaya di dunia kini memiliki hampir tiga perempat dari seluruh kekayaan. Sementara itu, separuh penduduk termiskin hanya memiliki kurang dari 2%.
Selain itu, pendapatan juga dibagi secara tidak merata. 10% teratas menghasilkan lebih banyak daripada gabungan 90% sisanya, sementara separuh penduduk termiskin hanya memperoleh kurang dari 1/10 pendapatan global.
“Akibatnya adalah dunia di mana minoritas kecil menguasai kekuatan finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara miliaran orang terpinggirkan, bahkan dari stabilitas ekonomi dasar,” demikian laporan penelitian tersebut.
Kesenjangan Berdasarkan Gender
Kesenjangan upah berdasarkan gender tetap ada di semua wilayah dan terdapat di berbagai bagian dunia. Kaum perempuan hanya memperoleh sedikit lebih dari seperempat pendapatan tenaga kerja global. Angka ini tidak berubah sejak tahun 1990.
Perbedaan Pengeluaran Pendidikan
Laporan itu juga menyatakan kesenjangan global sudah terlihat jauh sebelum orang-orang memasuki pasar kerja. Rata-rata pengeluaran pendidikan publik per siswa usia sekolah sekitar $230 per tahun di Afrika Sub-Sahara, dibandingkan dengan $8.600 di Eropa dan $10.500 di Amerika Utara dan Oseania. Angka-angka ini mencerminkan rasio lebih dari 40 banding 1.
Studi tersebut menunjukkan negara-negara miskin tertekan oleh sistem keuangan global yang condong ke negara-negara kaya.



