Toyota Hadir di Reli Dakar dengan Kekuatan yang Mengesankan
Toyota kembali memperkuat kehadirannya di Reli Dakar, ajang balap mobil paling terkenal di dunia. Tahun ini, Arab Saudi menjadi tuan rumah, dan Toyota menunjukkan dominasinya dengan sejumlah besar kendaraan yang berlaga. Selain tim-tim besar, beberapa pereli independen juga memilih Hilux T1 sebagai kendaraan utama mereka karena ketangguhannya dalam medan off-road.
Di kelas Ultimate, sebanyak 19 mobil turut serta, termasuk beberapa model terbaru dari Toyota. Salah satunya adalah GR Hilux IMT Evo, yang telah dimodifikasi untuk meningkatkan ketangguhan, kenyamanan, dan performa di medan pasir. Tim pengembangan Toyota Afrika Selatan telah bekerja keras untuk memastikan bahwa mobil ini siap menghadapi tantangan terberat.
“Program pengujian kami dengan GR Hilux IMT Evo terbaru sangat ekstensif,” kata Shameer Variawa, Team Principal Toyota Gazoo Racing W2RC. “Kami menyempurnakan setiap detail semaksimal mungkin.”
Awalnya, Toyota Gazoo Racing W2RC rencananya akan mengirimkan empat mobil. Mobil-mobil tersebut akan dikemudikan oleh pasangan-pasangan seperti Juan Cruz Yacopini/Daniel Oliveiras, Saood Variawa/Francois Cazalet, Guy Botterill/Oriol Mena, dan Joao Feirreira/Filipe Palmeiro. Namun, akhirnya hanya tiga mobil yang akan berlaga di bivak di Arab Saudi.

Masalah Kecelakaan yang Mengubah Rencana
Beberapa hari sebelum Natal, Yacopini mengalami kecelakaan serius di Argentina. Saat itu, ia sedang bersantai di danau bersama teman-temannya. Menurut laporan dari Argentina, Yacopini melompat ke dalam air dan kepalanya terbentur. Akibatnya, ia mengalami cedera tulang belakang.
Yacopini sadar di rumah sakit, tetapi tingkat cedera yang dialaminya masih belum diketahui. Toyota memutuskan untuk menarik mobil Yacopini dan tidak mencalonkan pembalap pengganti. Oleh karena itu, tandemnya, Oliveiras, juga tidak akan turun sebagai navigator.
“Dia sudah seperti saudara bagi saya. Yang terpenting adalah kesembuhan Juan,” ujar Oliveiras di Diario de Girona. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa ada kemungkinan Yacopini tidak akan pernah bisa membalap di level tertinggi lagi.

Al-Rajhi dan Gottschalk Kembali Berlaga
Di antara para pesaing di kubu Toyota adalah Yazeed Al-Rajhi dan Timo Gottschalk, yang kembali membalap untuk tim Overdrive. Sebagai juara bertahan, Hilux mereka menyandang nomor start 201. Setelah memenangi Dakar, mereka mengalami tahun yang penuh pasang surut.
Pada April lalu, mereka mengalami kecelakaan serius di Reli Yordania. Al-Rajhi mengalami patah dua tulang belakang, sementara Gottschalk juga mengalami cedera punggung. Meski demikian, keduanya telah pulih dan kembali berkompetisi.
Meskipun tersingkir dari Reli Maroko, mereka baru-baru ini memenangi Bajas yang lebih kecil di Arab Saudi, yaitu Qassim Baja dan Jeddah Baja. “Setelah kecelakaan di Yordania, saya sudah lama tidak mengendarai mobil reli,” kenang Gottschalk.
Namun, pereli asal Jerman ini dengan cepat meyakinkan: “Tentu saja saya merasa baik. Saya sudah mendapat izin dari dokter, punggung saya terasa nyaman dan saya sudah menempuh jarak yang cukup jauh dengan motor saya.”
Overdrive memiliki total tiga Hilux di awal. Selain Al-Rajhi/Gottschalk, mereka adalah Hernan Garces/Juan Pablo Latrach dari Chili dan Ronan Chabot/Gilles Pillot dari Prancis. Namun, mereka tidak memiliki versi terbaru dari Hilux seperti para juara bertahan.
Tim Swasta Baru yang Mengandalkan Toyota
Ada tim swasta baru di garis depan yang mengandalkan Toyota: Energylandia dari Polandia. Eryk Goczal membuat sensasi di tahun 2023 ketika ia menjadi pembalap termuda yang memenangkan tahapan di kelasnya. Ia juga meraih kemenangan secara keseluruhan di kelas T4 side-by-side.
Pada tahun 2024, keluarga Goczal berkompetisi di kelas Challenger T3, tetapi kendaraan mereka didiskualifikasi karena masalah teknis. Pada tahun 2025, mereka absen di Arab Saudi. Sekarang keluarga Goczal menyerang di kelas Ultimate. Ayah Eryk, Marek, dan pamannya, Michal, juga mengendarai Hilux.
Prestasi Toyota di Reli Dakar
Toyota telah meraih total empat kemenangan secara keseluruhan di Reli Dakar. Nasser Al-Attiyah menang pada tahun 2019, 2022 dan 2023, serta Al-Rajhi pada tahun 2025. Dengan hadirnya GR Hilux IMT Evo dan kompetitor-kompetitor kuat lainnya, tahun ini akan menjadi tantangan besar bagi semua peserta.


