Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 17 Februari 2026
Trending
  • SPKLU 400 kW Pertama dengan Teknologi Split Charger Hadir di Gading Serpong Banten
  • Detail Gaji, Tugas, Tunjangan, dan Kriteria Masuk Tim SAR
  • Tim gabungan Polri ungkap skandal narkoba mantan Kapolres Bima Kota
  • Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak Orang Tak Dikenal
  • 1 Nama Jadi Tumbal Jika Persib Gagal Kalahkan Ratchaburi di GBLA, Calon Tak Bekerja
  • Jadwal Kapal Nggapulu 2026: Bitung, Ternate, Ambon, Namlea
  • Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 16 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • 6 shio diprediksi sukses dan kaya 17 Februari 2026 di awal tahun kuda api
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Kebijakan Trump Bisa Ubah Jalannya Kripto 2026, Begini Kata Ahli
Politik

Kebijakan Trump Bisa Ubah Jalannya Kripto 2026, Begini Kata Ahli

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran Kebijakan Politik dalam Mengubah Dinamika Pasar Kripto

Jika Anda berinvestasi di bitcoin atau aset kripto lainnya, periode kepemimpinan kedua Donald Trump bisa berdampak besar terhadap portofolio Anda. Di era saat ini, kebijakan pemerintah AS tidak lagi hanya menjadi penonton dari jauh, melainkan menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar kripto.

Menurut pakar kripto Bobby Lee, CEO Ballet, serangkaian perintah kebijakan aset digital yang dikeluarkan Washington menjadikan pemerintah AS sebagai aktor kunci dalam pergerakan pasar. Memasuki 2026, imbal hasil investasi kripto akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan Gedung Putih dan Kongres, bukan semata-mata oleh analisis grafik harga.

Riset Galaxy menyebut pemerintahan saat ini menargetkan Amerika Serikat sebagai “ibu kota kripto dunia” melalui regulasi dan legislasi yang terkoordinasi. Pendekatan ini menandai pergeseran tajam dari era sebelumnya yang cenderung menitikberatkan penegakan hukum. Kini, kerangka federal baru mulai dibangun untuk mengatur pasar kripto, stablecoin, hingga peran bank.

Lantas, bagaimana tepatnya kebijakan Trump bisa berdampak pada aset kripto? Berikut poin-poin penting menurut para ahli:

Aturan Imbal Hasil Stablecoin Bisa Mengubah “Uang Tunai Digital”

Salah satu isu utama ada pada imbal hasil stablecoin dolar AS di bursa besar dan platform pinjam-meminjam kripto. Selama ini, beberapa platform menawarkan bunga menarik untuk saldo stablecoin. Namun, tekanan dari sektor perbankan mendorong pembatasan agar dana tidak “kabur” dari simpanan bank tradisional.

Dengan aturan baru yang mewajibkan stablecoin teregulasi didukung cadangan 1:1 dan sebagian besar ditempatkan di surat utang negara jangka pendek, pemerintah memiliki insentif untuk mendorong adopsi yang lebih bertanggung jawab. Dampaknya, likuiditas dolar di ekosistem kripto bisa meningkat dan partisipasi bank berpotensi melebar, meski imbal hasil di platform kripto kemungkinan menyusut. Stablecoin berbasis dolar kini lebih diposisikan sebagai alat pembayaran dan likuiditas, bukan instrumen tabungan berbunga tinggi.

Cadangan Bitcoin Strategis Berpotensi Menopang Harga Jangka Panjang

Agenda Trump mencakup pembentukan Cadangan Bitcoin Strategis AS serta gudang aset digital nasional. Cadangan ini akan diisi terutama dari bitcoin hasil sitaan penegakan hukum dan direncanakan untuk tidak dijual, menjadikan pemerintah AS sebagai pemegang bitcoin jangka panjang.

Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk dukungan kedaulatan paling eksplisit yang pernah diterima bitcoin dari ekonomi terbesar dunia. Secara simbolis, langkah tersebut dapat meningkatkan kepercayaan institusi besar yang sebelumnya ragu terhadap keberlanjutan bitcoin. Bagi investor jangka panjang, ini berpotensi menciptakan “lantai harga” yang lebih kuat, meski volatilitas harian tetap tinggi.

Regulasi Lebih Ramah Bisa Memicu Volatilitas yang Lebih Tajam

Pada 2025, Trump menandatangani kebijakan yang membalik sejumlah arahan kripto era sebelumnya, melarang pengembangan CBDC AS, serta membentuk kelompok kerja presiden untuk merumuskan aturan pro-inovasi terkait stablecoin, struktur pasar, kustodi, dan perlindungan konsumen.

Paradoksnya, kejelasan regulasi tidak selalu menenangkan pasar. Di pasar kripto yang likuiditasnya relatif tipis, setiap kabar kebijakan bisa memicu pergerakan harga ekstrem. Kebijakan yang lebih ramah memang menarik arus modal baru, tetapi hal ini sering memperbesar reli sekaligus koreksi karena kedalaman pasar belum memadai.

Dukungan Politik Menguntungkan Proyek Berkualitas, Bukan Sekadar Hype

Trump menjadi presiden pertama yang secara terbuka merangkul retorika pro-kripto, mulai dari janji melonggarkan tekanan terhadap industri hingga dukungan atas hak self-custody. Narasi menjadikan AS sebagai pusat kripto global memperkuat keterkaitan antara siklus politik dan sentimen pasar kripto.

Namun, dukungan politik tidak otomatis menyelamatkan proyek yang lemah secara fundamental. Proyek dengan tokenomics rapuh atau tanpa basis pengguna nyata tetap berisiko. Fokus kebijakan pemerintah lebih condong pada kejelasan aturan, keamanan pasar, dan struktur industri—bukan menjamin kenaikan harga aset spekulatif.

Perlindungan Self-Custody Menguntungkan Holder Jangka Panjang yang Siap

Kebijakan aset digital terbaru secara eksplisit melindungi hak self-custody yang sah, membalik tren tekanan terhadap dompet non-kustodian. Otoritas diminta memastikan warga dapat mengakses dan menggunakan jaringan blockchain selama mematuhi aturan anti pencucian uang.

Bagi investor jangka panjang, ini menegaskan pentingnya pengelolaan aset kripto secara mandiri dengan keamanan yang kuat. Di tengah regulasi yang masih akan terus berevolusi hingga 2027, kombinasi perlindungan kebijakan, praktik keamanan konservatif, dan pengelolaan ukuran posisi yang disiplin menjadi fondasi penting strategi kripto di 2026.

Kesimpulan

Pada akhirnya, di era kripto yang semakin dipengaruhi politik, investor tak cukup hanya membaca grafik harga—memahami arah kebijakan menjadi kunci untuk bertahan dan menangkap peluang di 2026.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak Orang Tak Dikenal

17 Februari 2026

Apa Itu Desil? Pengaruhnya pada Bansos 2026

17 Februari 2026

Daftar Lengkap Dana Desa 2026 Aceh Barat Daya, 12 Desa Terima Lebih dari Rp400 Juta

17 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

SPKLU 400 kW Pertama dengan Teknologi Split Charger Hadir di Gading Serpong Banten

17 Februari 2026

Detail Gaji, Tugas, Tunjangan, dan Kriteria Masuk Tim SAR

17 Februari 2026

Tim gabungan Polri ungkap skandal narkoba mantan Kapolres Bima Kota

17 Februari 2026

Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak Orang Tak Dikenal

17 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?