Peringatan Keras Prabowo Subianto untuk Kader Partai Gerindra
Seorang dosen komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, atau yang akrab disapa Hensa, memberikan analisis terkait peringatan keras yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada kader Partai Gerindra. Menurutnya, peringatan tersebut tidak hanya ditujukan pada kader partai sendiri, tetapi juga menjadi pesan bagi partai-partai lain.
Hensa menilai bahwa pernyataan Prabowo mencerminkan komitmen kuat terhadap penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu. Ia menyebut kalimat “Kalau Gerindra brengsek, Gerindra pun saya tangkap” sebagai contoh bahasa tegas yang digunakan untuk membangun citra seorang pemimpin yang berintegritas dan tidak nepotis.
Menurut Hensa, penggunaan kata-kata kasar namun lugas bukan sekadar gaya bicara, melainkan strategi komunikasi politik yang efektif. Dengan demikian, Prabowo ingin menepis narasi bahwa kekuasaan akan melindungi kroni atau anggota partai sendiri. Justru sebaliknya, ia menegaskan bahwa hukum di atas segalanya, bahkan di atas loyalitas partai.
Pesan untuk Seluruh Partai Koalisi
Pernyataan Prabowo dalam rapat koordinasi nasional pemerintah pusat dan daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, disampaikan di hadapan banyak pejabat dari berbagai partai politik. Menurut Hensa, hal ini menjadi pesan lintas partai. Presiden ingin agar seluruh pejabat pemerintahan dari berbagai latar belakang mengetahui bahwa ia juga tegas terhadap kadernya sendiri.
“Ini pesan lintas partai, Pak Prabowo tidak ingin ada persepsi bahwa koalisi besar ini menjadi tameng bagi siapa pun yang nakal. Dengan menegaskan ‘saya tangkap’ tanpa terkecuali, ia membangun fondasi bahwa pemerintahan ini berbasis hukum, bukan berbasis patron politik,” ujar Hensa.
Ancaman Prabowo untuk Kader yang Melanggar Hukum
Sebelumnya, Prabowo mengancam tidak akan segan menangkap kader Partai Gerindra yang melanggar hukum. Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan bahwa ia tidak akan melindungi siapa pun yang melawan hukum, termasuk kader partainya sendiri.
Ancaman ini disampaikan dalam taklimatnya di rapat koordinasi nasional pemerintah pusat dan pemerintah daerah 2026. Prabowo menyampaikan pesannya dengan tegas, yaitu: “Kalau (ada kader) Gerindra berengsek, Gerindra pun saya tangkap. Jangan macam-macam, enggak ada itu. Kita semua bergerak.”
Ia menekankan bahwa tidak melihat seseorang berdasarkan pilihan politik maupun afiliasi partai politiknya. Hal ini menunjukkan bahwa Prabowo memiliki pendekatan yang objektif dalam menjalankan pemerintahan.
Analisis Komunikasi Politik
Hensa menilai bahwa peringatan Prabowo merupakan bagian dari strategi komunikasi politik yang efektif. Dengan menggunakan bahasa yang tegas dan langsung, ia mampu menyampaikan pesan penting kepada publik serta kader partai. Hal ini juga membantu membangun citra seorang pemimpin yang tidak ragu dalam mengambil keputusan, terutama terkait hukum dan keadilan.
Dalam konteks yang lebih luas, peringatan ini juga bisa menjadi bentuk penguatan koalisi partai politik. Dengan menunjukkan ketegasan terhadap kader partai sendiri, Prabowo memberikan keyakinan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya akan berjalan dengan transparansi dan akuntabilitas.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, peringatan keras Prabowo Subianto kepada kader Partai Gerindra mencerminkan komitmen terhadap prinsip hukum yang adil dan tidak memihak. Dengan langkah-langkah seperti ini, ia berusaha membangun citra seorang pemimpin yang tegas dan berintegritas. Di samping itu, pesan ini juga menjadi bentuk penguatan koalisi dan menepis persepsi negatif tentang pemerintahan yang tidak jelas arahnya.



