
Komitmen VinFast untuk Keamanan Produk
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menegaskan bahwa keamanan (safety) menjadi prioritas utama dalam setiap unit kendaraan yang diproduksi. Pernyataan ini disampaikan saat merespons insiden mobil listrik yang terbakar saat diisi daya (charge). Meskipun kejadian tersebut tidak melibatkan produk VinFast, Keri—sapaan akrabnya—menjelaskan bahwa insiden ini memperkuat komitmen seluruh produsen mobil listrik untuk meningkatkan standar keamanan.
Sebelumnya, kebakaran yang terjadi di Penjaringan, Jakarta Utara, pada 18 Desember 2025, menyebabkan lima korban jiwa dan menggegerkan masyarakat. Setelah pemeriksaan oleh petugas pemadam kebakaran, ditemukan bahwa penyebab kebakaran adalah charger mobil listrik. Menurut Keri, hal ini semakin memperkuat komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas produk.
“Safety pasti menjadi prioritas utama. Kami memiliki standar keamanan yang memastikan sistem baterai dan keselamatan kendaraan terjamin. Semua kejadian seperti ini menjadi perhatian kami untuk terus meningkatkan kualitas,” ujarnya.
Keri menambahkan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab VinFast, tetapi juga seluruh brand mobil listrik lainnya. “Semua brand pasti tidak ingin kejadian seperti ini terjadi. Safety selalu menjadi standar,” katanya.
Pentingnya Edukasi Konsumen
Salah satu faktor penting dalam memperkuat keamanan adalah edukasi kepada konsumen. VinFast sangat memperhatikan aspek ini, karena setiap proses penjualan dilengkapi dengan edukasi tentang cara merawat dan menggunakan mobil listrik.
“Edukasi selalu diberikan sejak awal pembelian. Sales langsung memberikan informasi tentang pemeliharaan dan penggunaan mobil listrik,” jelas Keri.
Prediksi Pertumbuhan Pasar Mobil Listrik
Keri memprediksi lonjakan signifikan pada pasar mobil listrik (EV) tahun 2026. Ia memperkirakan bahwa kontribusi EV terhadap total volume industri otomotif bisa melampaui 20% pada tahun depan, naik dari kisaran 12-13% di akhir tahun ini. Pertumbuhan ini dinilai sangat pesat jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang hanya sebesar 4,9%.
Optimisme ini didukung oleh peresmian pabrik VinFast di Subang pada 15 Desember 2025. Sebagai perusahaan yang fokus sepenuhnya pada kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), VinFast menargetkan produksi 50.000 unit pada tahun pertama, mencakup model VF3 hingga VF7 serta lini MPV terbaru.
Strategi Perusahaan untuk Menguatkan Ekosistem
Strategi perusahaan di tahun depan tidak hanya bertumpu pada aspek produk dan harga, tetapi juga pada penguatan ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh. Hal ini disampaikan Keri dalam acara VinFast Creator Summit di Bali, 20 Desember 2025.
Komponen utama dari ekosistem ini mencakup:
- Perluasan infrastruktur pengisian daya (charging station) di seluruh Indonesia, termasuk Bali, yang akan dikelola oleh sister company mereka, V Green.
- Pertahanan program langganan baterai (battery subscription).
- Jaminan harga jual kembali (resale value guarantee) untuk meningkatkan daya saing di pasar otomotif nasional.
Dengan strategi ini, VinFast berkomitmen untuk terus berinovasi dan memastikan keamanan serta kenyamanan bagi konsumen.



