Pengalaman Unik AKBP Arif Fazlurrahman Saat Menyamar Jadi Warga Biasa
AKBP Arif Fazlurrahman, seorang perwira polisi yang dikenal unik dan inspiratif, pernah mengalami pengalaman yang cukup mengejutkan. Ia menceritakan bagaimana dirinya menyamar menjadi warga biasa dan melaporkan kehilangan sepeda di kantor polisi, tetapi justru diabaikan oleh oknum petugas yang bertugas saat itu.
Peristiwa ini terjadi enam tahun lalu, dan akhirnya membuat AKBP Arif merasa marah. Ia mengungkapkan cerita tersebut melalui akun Instagram pribadinya @arif_fazlurrahman. “Saya pernah jadi korban kejahatan. Sepeda saya dicuri maling,” ujarnya dalam postingannya.
Saat tiba di kantor polisi, ia tidak mengungkapkan identitasnya sebagai anggota polisi. Petugas piket yang menerima laporan tidak memberikan perhatian serius. “Dia (oknum polisi) mukanya masih enggak serius. Saya masih berdiri, disuruh duduk aja belum,” katanya.
Oknum polisi tersebut bahkan bertanya tentang harga sepeda yang hilang. “Emang berapa harganya?” ujar AKBP Arif menirukan perkataan petugas tersebut. Perkataan ini membuat hatinya hancur dan emosinya langsung meledak. “Baru saya marah: ‘Woi brengsek kamu. Panggil Kapolsekmu’. Saya bilang. Saya pernah jadi Kapolsek,” tambahnya.
Setelah mendengar pernyataan tersebut, sikap oknum polisi berubah. “Baru dia bilang: ‘siap…siap ndan’,” lanjut AKBP Arif. Ia bercerita karena ingin semua polisi memiliki empati kepada masyarakat, khususnya yang sedang ditimpa musibah. Baginya, apapun nilai kerugian, masyarakat berhak dilayani dengan baik.
Harta Kekayaan AKBP Arif Fazlurrahman
Berdasarkan dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), AKBP Arif Fazlurrahman terakhir kali melaporkan hartanya pada 27 Januari 2026/Periodik – 2025. Total harta kekayaannya mencapai Rp. 3.583.216.944 atau sekitar Rp 3,5 miliar.
Berikut rincian harta kekayaan AKBP Arif Fazlurrahman:
- Tanah dan Bangunan: Rp. 2.792.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 176 m2/150 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI: Rp. 1.016.000.000
- Tanah Seluas 1.856 m2 di KAB / KOTA TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI: Rp. 406.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 268 m2/170 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN: Rp. 1.370.000.000
- Alat Transportasi dan Mesin: Rp. 300.000.000
- MOBIL, MAZDA MINIBUS Tahun 2020, HASIL SENDIRI: Rp. 300.000.000
- Harta Bergerak Lainnya: Rp. 6.000.000
- Surat Berharga: Rp. —-
- Kas dan Setara Kas: Rp. 485.216.944
- Harta Lainnya: Rp. —-
Sub Total: Rp. 3.583.216.944
Utang: Rp. —-
Total Harta Kekayaan: Rp. 3.583.216.944
Profil Singkat AKBP Arif Fazlurrahman
AKBP Arif Fazlurrahman lahir di Jakarta pada 9 Juni 1984. Ia menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2005. Selain memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik, ia juga dikenal memiliki latar belakang keagamaan yang kuat. Ia pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Assalam, Solo, dan menyelesaikan pendidikan MTs dan MA di sana.
Pengalaman nyantri inilah yang membentuk karakter disiplin, empati, dan religius dalam dirinya. Karier di kepolisian dimulai dengan sejumlah penugasan strategis. Pada 2018, ia menjabat sebagai Kapolsek Kelapa Gading. Tahun 2020, ia menjadi Kasatgas Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di Ditlantas Polda Metro Jaya.
Setelah itu, ia dipercaya menjadi Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Jawa Timur dan kemudian Kasatlantas Polrestabes Surabaya. Di Surabaya, ia dikenal sebagai perwira yang gemar berinovasi, terutama dalam edukasi lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan.
Pada 14 Januari 2025, AKBP Arif resmi dilantik sebagai Kapolres Blitar. Setelah kurang lebih satu tahun menjabat, ia dimutasi sebagai Kapolres Lamongan. Ia menggantikan AKBP Agus Dwi Suryanto. Serah terima jabatan tersebut dilaksanakan di Mapolda Jatim pada Senin (12/1/2026).
Harapan AKBP Arif Fazlurrahman
AKBP Arif Fazlurrahman berharap tidak ada lagi oknum-oknum polisi yang mengabaikan laporan dari masyarakat. “Mestinya sekarang sudah tidak ada,” tandas dia. Ia menekankan bahwa setiap laporan dari masyarakat harus dihargai, tanpa memandang besarnya nilai kerugian. Bagi AKBP Arif, barang yang hilang bisa bernilai kecil secara finansial, tetapi sangat penting bagi pemiliknya.



