Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 23 April 2026
Trending
  • Itinerary Malaysia 3 Hari 2 Malam: Rp4,2 Juta Termasuk Tiket Pesawat Jakarta
  • 50 kutipan penutup presentasi yang menarik dan mengesankan
  • Kapal Induk USS George HW Bush Tempuh Rute 1,5 Kali Lebih Panjang ke Teluk untuk Hindari Ancaman Houthi?
  • Kalender 2026: Liburan Akhir Pekan di Mei, Catat 4 Momennya
  • Profil AKP Haris Wicaksono, Kapolsek Banjarmasin Tengah yang Membangun Citra Polisi Melalui Anak-Anak
  • 50 Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 Penuh Makna untuk Media Sosial
  • Harga HP Vivo Terbaru 2026: X300 Pro, X200 Ultra, V50, V60 Lite
  • Jadwal Lengkap Yamaha Cup Race 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Kapal Induk USS George HW Bush Tempuh Rute 1,5 Kali Lebih Panjang ke Teluk untuk Hindari Ancaman Houthi?
Nasional

Kapal Induk USS George HW Bush Tempuh Rute 1,5 Kali Lebih Panjang ke Teluk untuk Hindari Ancaman Houthi?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Rute Memutar USS George HW Bush untuk Menghindari Ancaman di Laut Merah

Kapal induk supercanggih milik Amerika Serikat, USS George HW Bush, tengah menempuh rute memutar yang jauh melalui Afrika untuk menghindari ancaman serangan dari kelompok Houthi di Laut Merah. Rute ini 1,5 kali lebih panjang dibandingkan jalur biasa yang ditempuh kapal induk Angkatan Laut AS. Keputusan ini mencerminkan meningkatnya risiko keamanan di jalur strategis Bab el-Mandeb akibat aktivitas milisi yang didukung Iran.

USS George HW Bush adalah salah satu aset militer terbesar AS dengan kemampuan tempur, pesawat, dan sistem pertahanan yang sangat canggih. Kapal induk kelas Nimitz ini memiliki berbagai fitur teknologi modern yang membuatnya menjadi salah satu kapal paling kuat dalam angkatan laut dunia.

Jalur Khusus untuk Menghindari Bahaya

Rute normal kapal induk Angkatan Laut AS dari Pantai Timur ke Timur Tengah biasanya melalui Selat Gibraltar menuju Laut Mediterania, lalu melintasi Terusan Suez ke Laut Merah. Namun, karena adanya ancaman dari Houthi, kapal induk tersebut memilih rute yang lebih panjang, melewati Afrika dan melewati Tanjung Harapan.

Dilaporkan bahwa USS George HW Bush terlihat di lepas pantai Namibia awal pekan ini saat bersiap mengelilingi ujung selatan Afrika, sebelum menyeberang dari Samudra Atlantik ke Samudra Hindia. Kapal induk tersebut diyakini sedang dalam perjalanan menuju Timur Tengah dan akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang telah beroperasi di kawasan tersebut sejak Februari.

Pentagon belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan kapal induk tersebut mengambil rute yang lebih panjang. Namun, keputusan ini dinilai sebagai pengakuan tidak langsung bahwa bahkan formasi angkatan laut AS yang paling kuat pun menghadapi risiko di Laut Merah.

Ancaman Houthi dalam Perang Iran

Sementara perhatian dunia banyak tertuju pada Selat Hormuz, jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman, kelompok Houthi di Yaman turut memperluas tekanan dengan mengancam Bab el-Mandeb, yang dalam bahasa Arab berarti “Gerbang Air Mata”.

Milisi tersebut memperingatkan AS dan Israel akan kesiapan mereka melancarkan serangan. Kelompok Houthi menguasai sebagian garis pantai barat Yaman, termasuk pelabuhan Hodeidah di Laut Merah, serta wilayah pegunungan yang menghadap ke jalur pelayaran tersebut. Mereka telah menargetkan kapal-kapal komersial di Laut Merah, sehingga mengganggu arus lalu lintas melalui Bab el-Mandeb.

Selat ini, yang hanya selebar sekitar 32 kilometer di titik tersempitnya, merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dunia. Bab el-Mandeb terbagi menjadi dua jalur, yakni Dact-el-Mayun Barat dengan lebar sekitar 16 mil, dan Selat Alexander Timur (Bab Iskender) yang lebih dangkal dengan lebar sekitar dua mil.

Jarak Tempuh yang Signifikan

Jika USS George HW Bush menempuh rute tradisional dari Norfolk melalui Laut Merah menuju Laut Arab, jaraknya berkisar antara 8.000 hingga 9.000 mil laut. Namun, dengan rute memutar melalui Afrika, jarak tempuh meningkat menjadi sekitar 13.000 hingga 15.000 mil laut, atau sekitar 1,5 kali lebih jauh.

Profil USS George HW Bush

USS George HW Bush (CVN-77) merupakan kapal induk kesepuluh sekaligus terakhir dari kelas Nimitz. Program CVN-77 disahkan pada 1999, dengan kontrak utama pembangunan diberikan kepada Northrop Grumman Newport News pada Januari 2001. Kapal kelas Nimitz termasuk yang terbesar dan terkuat yang pernah dibangun.

Nama George HW Bush secara resmi diberikan dalam upacara di Pentagon pada Desember 2002. Kapal ini diresmikan pada Januari 2009, menyelesaikan uji coba laut pada April 2009, dan diserahkan kepada Angkatan Laut AS pada Mei 2009.

Desain dan Fitur Teknologi Canggih

USS George HW Bush mengadopsi desain haluan bulat seperti pada USS Ronald Reagan (CVN-76), yang meningkatkan efisiensi hidrodinamis dan performa kapal. Desain ini mengurangi hambatan air, meningkatkan daya apung di bagian depan, serta efisiensi lambung.

Fitur lainnya termasuk baling-baling baru, sistem pembuangan limbah laut yang diperbarui, serta otomatisasi pada anjungan dan sistem penggerak. Sistem keselamatan mencakup panel Kevlar setebal 6,4 cm di beberapa bagian lambung, serta struktur pelindung di area amunisi dan mesin.

Pesawat dan Sistem Pertahanan

Kapal induk ini mampu membawa hingga 56 pesawat sayap tetap, termasuk berbagai varian F/A-18 Hornet, serta pesawat pendukung seperti EA-6B Prowler dan E-2C Hawkeye. Selain itu, terdapat hingga 15 helikopter, termasuk SH-60 Seahawk.

Dek penerbangan sepanjang 332,9 meter dan lebar 76,8 meter dilengkapi sistem landasan miring untuk meningkatkan keselamatan pendaratan. Kapal ini mampu meluncurkan satu pesawat setiap 20 detik, dengan empat ketapel uap dan tiga kabel penahan.

Sistem Persenjataan dan Tenaga Penggerak

Sistem tempur kapal mencakup sensor, komunikasi, kendali pesawat, serta sistem persenjataan canggih. Persenjataan meliputi rudal Sea Sparrow, RIM-116 RAM, serta sistem pertahanan jarak dekat Phalanx 20 mm.

Sistem radar mencakup radar udara dan permukaan dari Raytheon dan Northrop Grumman, serta sistem peperangan elektronik untuk deteksi dan gangguan sinyal. Tenaga penggerak USS George HW Bush ditenagai dua reaktor nuklir tipe PWR yang menggerakkan empat turbin dengan total daya 209 MW. Kapal ini juga dilengkapi mesin diesel cadangan untuk kondisi darurat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Itinerary Malaysia 3 Hari 2 Malam: Rp4,2 Juta Termasuk Tiket Pesawat Jakarta

23 April 2026

50 Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 Penuh Makna untuk Media Sosial

23 April 2026

Kalender 2026: Liburan Akhir Pekan di Mei, Catat 4 Momennya

23 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Itinerary Malaysia 3 Hari 2 Malam: Rp4,2 Juta Termasuk Tiket Pesawat Jakarta

23 April 2026

50 kutipan penutup presentasi yang menarik dan mengesankan

23 April 2026

Kapal Induk USS George HW Bush Tempuh Rute 1,5 Kali Lebih Panjang ke Teluk untuk Hindari Ancaman Houthi?

23 April 2026

Kalender 2026: Liburan Akhir Pekan di Mei, Catat 4 Momennya

23 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?