Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 17 Februari 2026
Trending
  • Jika Masih Pilih Pensil Daripada Ponsel, Ini 7 Kepribadian Anda Menurut Psikologi
  • Kolaborasi ITK-PFsains Dorong Ekonomi Sirkular dengan Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Pellet
  • 5 Alasan Kang Shin Jin Layak Dihukum Mati di Akhir The Judge Returns
  • MBG Lawan Pemberdayaan Kantin Sekolah
  • Aneh! Poin Persebaya di luar kandang jauh lebih baik daripada di kandang!
  • Catat Jadwal dan Cara Daftar Mudik Gratis 2026 dari Jasa Raharja
  • Mulai Senin 16 Februari, 3 zodiak berikut masuk gerbang kesuksesan baru, asalkan percaya diri dan tidak ragu melangkah!
  • Apa Agenda Prabowo di Amerika?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Jika Masih Pilih Pensil Daripada Ponsel, Ini 7 Kepribadian Anda Menurut Psikologi
Teknologi

Jika Masih Pilih Pensil Daripada Ponsel, Ini 7 Kepribadian Anda Menurut Psikologi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran Pena dalam Kepribadian dan Berpikir

Di era digital saat ini, hampir semua aktivitas dilakukan melalui ponsel: mencatat jadwal, menulis ide, mengingat tugas, bahkan mengekspresikan perasaan. Namun, masih ada sebagian orang yang tetap setia menggunakan pena dan kertas untuk menulis, mencatat, atau menuangkan pikiran mereka.

Bagi sebagian orang, ini mungkin terlihat kuno. Tapi menurut psikologi, kebiasaan ini justru mencerminkan karakter dan kepribadian yang kuat serta unik. Memilih pena daripada ponsel bukan sekadar soal kebiasaan, melainkan juga soal cara berpikir, cara memproses informasi, dan cara berinteraksi dengan dunia.

Berikut adalah 7 kepribadian yang biasanya dimiliki oleh orang yang lebih memilih menulis dengan pena dibanding mengetik di layar ponsel:

  • Lebih Reflektif dan Mendalam dalam Berpikir

    Orang yang menulis dengan pena cenderung memiliki pola pikir yang reflektif. Proses menulis manual membutuhkan waktu, ketelitian, dan kesadaran penuh terhadap apa yang ditulis. Hal ini membuat mereka tidak impulsif dalam menuangkan pikiran. Dalam psikologi kognitif, menulis tangan membantu otak memproses informasi lebih dalam (deep processing), sehingga pemikiran mereka biasanya lebih terstruktur, matang, dan bermakna. Mereka tidak sekadar “bereaksi”, tetapi merenung sebelum bertindak.

  • Lebih Tenang dan Stabil Secara Emosional

    Menulis dengan pena memiliki efek terapeutik. Gerakan tangan yang berulang, suara gesekan pena di kertas, dan fokus pada tulisan dapat menenangkan sistem saraf. Karena itu, orang yang lebih memilih pena biasanya memiliki kecenderungan kepribadian yang lebih tenang, stabil, dan tidak mudah panik. Mereka cenderung tidak menyukai distraksi berlebihan, notifikasi, atau stimulus digital yang terus-menerus. Mereka nyaman dengan keheningan dan suasana sederhana.

  • Memiliki Kontrol Diri yang Baik (Self-Control Tinggi)

    Memilih pena di tengah dominasi teknologi menunjukkan kemampuan mengendalikan impuls. Mereka tidak selalu mengikuti arus tren atau kemudahan instan, tetapi memilih apa yang paling sesuai dengan kenyamanan mental mereka. Dalam psikologi kepribadian, ini berkaitan dengan self-regulation dan delayed gratification — kemampuan menunda kepuasan instan demi kualitas dan makna yang lebih dalam.

  • Lebih Autentik dan Tidak Suka Kepalsuan

    Orang yang lebih memilih pena biasanya lebih menghargai keaslian. Tulisan tangan tidak bisa dihapus dengan mudah, tidak bisa diedit berkali-kali, dan tidak bisa dimanipulasi seperti teks digital. Ini mencerminkan kepribadian yang jujur, autentik, dan apa adanya. Mereka cenderung tidak suka pencitraan, tidak terlalu peduli validasi sosial, dan lebih fokus pada keaslian diri dibandingkan pengakuan publik.

  • Memiliki Koneksi Emosional yang Kuat dengan Kenangan

    Tulisan tangan menyimpan jejak emosi: tekanan pena, bentuk huruf, coretan, bahkan kesalahan. Hal ini membuat orang yang menulis dengan pena memiliki hubungan emosional yang kuat dengan memori dan pengalaman masa lalu. Secara psikologis, mereka cenderung sentimental, menghargai proses, dan menghormati perjalanan hidup, bukan hanya hasil akhirnya.

  • Lebih Fokus dan Minim Distraksi

    Ponsel selalu membawa gangguan: notifikasi, pesan, media sosial, dan aplikasi. Orang yang memilih pena secara tidak langsung menciptakan ruang fokus. Kepribadian mereka cenderung:

  • Lebih mudah berkonsentrasi
  • Tidak mudah terdistraksi
  • Memiliki perhatian yang lebih panjang (long attention span)
  • Nyaman bekerja dalam keheningan
    Ini menunjukkan kecenderungan kepribadian yang disiplin secara mental.

  • Cenderung Introvert Reflektif atau Ambivert Bijak

    Tidak semua orang yang memilih pena adalah introvert, tetapi banyak dari mereka memiliki kecenderungan introvert reflektif atau ambivert. Mereka menikmati waktu sendiri, berpikir, menulis, dan merenung, tetapi tetap bisa bersosialisasi dengan baik. Mereka tidak haus perhatian, tidak butuh pengakuan terus-menerus, dan lebih nyaman dengan kedalaman hubungan daripada banyaknya relasi.

Penutup: Pena Bukan Sekadar Alat, Tapi Cermin Kepribadian

Memilih pena daripada ponsel bukan soal teknologi vs tradisi, tapi soal identitas psikologis. Ini mencerminkan cara seseorang berpikir, merasakan, dan menjalani hidup. Dalam dunia yang serba cepat, orang yang masih menulis dengan pena biasanya:
* Lebih sadar diri (self-aware)
* Lebih terhubung dengan pikiran dan emosi
* Lebih menghargai proses daripada hasil
* Lebih tenang dalam menghadapi tekanan hidup

Pena bagi mereka bukan sekadar alat tulis, melainkan media dialog dengan diri sendiri.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

SPKLU 400 kW Pertama dengan Teknologi Split Charger Hadir di Gading Serpong Banten

17 Februari 2026

Yamaha Rayser 160: Skutik Futuristik dan Sporty Favorit Rider Indonesia

17 Februari 2026

Sungai Cisadane Terkontaminasi Pestisida: Sumber dan Dampaknya

17 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jika Masih Pilih Pensil Daripada Ponsel, Ini 7 Kepribadian Anda Menurut Psikologi

17 Februari 2026

Kolaborasi ITK-PFsains Dorong Ekonomi Sirkular dengan Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Pellet

17 Februari 2026

5 Alasan Kang Shin Jin Layak Dihukum Mati di Akhir The Judge Returns

17 Februari 2026

MBG Lawan Pemberdayaan Kantin Sekolah

17 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?