Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 28 Januari 2026
Trending
  • Di Pengadilan Ambon, Petrus Fatlolon Siap Ungkap Dugaan Pemerasan di Balik Penegak Hukum
  • Nutrijell Perkenalkan ‘House of Jelly’ di KidZania Jakarta, Edukasi Profesi Chef Kue untuk Anak dan Keluarga
  • Basarnas: Pergerakan Smartwatch Buktikan Farhan Masih Hidup
  • Shin Tae Yong Bocorkan Tekanan dan Konflik di Balik Layar Timnas dalam Podcast
  • Serangan Tawon Tewaskan Pasangan: Suami Tewas di Kebun, Istri Meninggal Beberapa Jam Kemudian
  • Pekan Depan, Kemenhub Uji Coba Penegakan Hukum ODOL di 5 Lokasi
  • OJK Tanggapi Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
  • Top Skor Proliga 2026: LavAni Bintang Asing Ciptakan Kejutan, Megawati di Urutan Enam dengan 97 Poin
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Jika Ingin Pensiun Bahagia, Berhenti Lakukan 9 Hal Ini Sebelum Usia 60 Menurut Psikologi
Ekonomi

Jika Ingin Pensiun Bahagia, Berhenti Lakukan 9 Hal Ini Sebelum Usia 60 Menurut Psikologi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Masa Pensiun yang Tenang Tidak Selalu Mudah

Banyak orang membayangkan masa pensiun sebagai fase hidup yang tenang: bangun tanpa alarm, menikmati pagi dengan kopi hangat, dan menjalani hari tanpa tekanan target atau atasan. Namun kenyataannya, tidak sedikit orang justru mengalami kesepian, kecemasan finansial, bahkan kehilangan makna hidup setelah pensiun.

Psikologi memandang bahwa kualitas masa pensiun tidak ditentukan semata oleh jumlah tabungan, melainkan oleh kebiasaan mental, emosional, dan sosial yang dibangun jauh sebelum usia 60 tahun. Tanpa disadari, ada perilaku-perilaku tertentu yang perlahan merusak kebahagiaan di masa tua—dan jika tidak dihentikan sekarang, dampaknya bisa sangat menyakitkan.

Ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar masa pensiun dapat dinikmati dengan tenang dan penuh makna. Berikut adalah 9 hal yang perlu diperhatikan sebelum memasuki usia 60 tahun:

  • Mengabaikan kesehatan mental: Banyak orang terlalu fokus pada kesehatan fisik, tetapi sering kali mengabaikan kesehatan mental. Stres, kecemasan, atau depresi yang tidak diatasi bisa berdampak buruk pada kualitas hidup setelah pensiun.

  • Tidak memiliki tujuan hidup: Setelah pensiun, banyak orang merasa kehilangan arah. Menyusun tujuan hidup baru, seperti hobi, pendidikan, atau pekerjaan sampingan, bisa membantu menjaga motivasi dan rasa bermakna dalam hidup.

  • Menjauhi lingkungan sosial: Kehilangan interaksi sosial bisa membuat seseorang merasa kesepian. Tetap menjalin hubungan dengan keluarga, teman, atau bergabung dengan komunitas bisa menjadi cara untuk tetap terhubung dengan dunia luar.

  • Tidak melakukan persiapan finansial yang matang: Meski tabungan penting, persiapan finansial yang matang juga mencakup rencana pengeluaran, investasi, dan asuransi. Tanpa persiapan yang baik, seseorang bisa menghadapi masalah keuangan yang tidak terduga.

  • Menghabiskan waktu hanya untuk istirahat: Terlalu banyak istirahat bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi lemah. Aktivitas ringan seperti olahraga, membaca, atau belajar bisa menjaga keseimbangan antara istirahat dan aktivitas.

  • Tidak menjaga hubungan dengan keluarga: Hubungan dengan keluarga sangat penting, terutama ketika seseorang sudah pensiun. Jangan biarkan jarak atau kesibukan mengurangi kedekatan dengan orang-orang terdekat.

  • Mengabaikan hobi dan minat: Hobi dan minat bisa menjadi sumber kebahagiaan dan pengisi waktu. Jangan biarkan pensiun menghilangkan kegemaran yang telah Anda kembangkan selama ini.

  • Tidak menerima perubahan: Perubahan adalah bagian dari kehidupan. Menerima perubahan secara positif bisa membantu seseorang lebih mudah beradaptasi dengan fase baru dalam hidup.

  • Tidak memiliki rencana pasca-pensiun: Rencana yang jelas tentang apa yang ingin dilakukan setelah pensiun bisa memberikan arah dan harapan. Tanpa rencana, seseorang bisa merasa bingung dan kehilangan tujuan.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, seseorang bisa mempersiapkan diri untuk masa pensiun yang lebih tenang, bahagia, dan bermakna. Penting untuk mulai mengubah kebiasaan sejak dini agar tidak menghadapi kesulitan di kemudian hari.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Meikarta jadi rusun subsidi, dekatkan hunian ke pusat ekonomi

27 Januari 2026

Risiko fiskal mengancam pasar SBN, yield melonjak

27 Januari 2026

Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 25 Januari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

27 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Di Pengadilan Ambon, Petrus Fatlolon Siap Ungkap Dugaan Pemerasan di Balik Penegak Hukum

28 Januari 2026

Nutrijell Perkenalkan ‘House of Jelly’ di KidZania Jakarta, Edukasi Profesi Chef Kue untuk Anak dan Keluarga

28 Januari 2026

Basarnas: Pergerakan Smartwatch Buktikan Farhan Masih Hidup

28 Januari 2026

Shin Tae Yong Bocorkan Tekanan dan Konflik di Balik Layar Timnas dalam Podcast

28 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?