Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Friday, 16 October 2026
Trending
  • DPR desak penanganan serius korban keracunan MBG, siswi usia 16 tahun di Karo diduga hilang ingatan
  • Prediksi skor Villarreal vs Napoli: I Partenopei berburu poin di Estadio de la CerĂ¡mica
  • Renungan Katolik Selasa 13 Oktober 2026, Jangan hanya tampak baik di luar tetapi bersihkanlah hatimu
  • Keadilan Jomplang: Korupsi Lebih Besar Dituntut Lebih Ringan
  • Hari ini masih berlaku! Promo Indomaret harga spesial, cek diskon berbagai produk
  • Cara melacak HP Android yang hilang, kunci layar dan hapus data dari jarak jauh
  • Lampaui target 13,3 persen, program servis motor gratis SMK se-Jatim raih rekor MURI
  • 5 cara mengoptimalkan otak anda di dunia yang didominasi AI menurut psikologi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Jelas, ini penjelasan Pak Ogah soal rantai besi di Tol Rawa Buaya
Nasional

Jelas, ini penjelasan Pak Ogah soal rantai besi di Tol Rawa Buaya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 January 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penjelasan Pak Ogah Mengenai Penutupan Exit Tol Rawa Buaya

Pada peristiwa yang terjadi di exit tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, muncul dugaan bahwa tiga orang yang dikenal sebagai “Pak Ogah” menutup jalan menggunakan rantai besi. Namun, setelah adanya klarifikasi dari pihak tersebut, diketahui bahwa penutupan area tersebut sebenarnya dilakukan oleh pihak Dinas Perhubungan.

Klarifikasi ini disampaikan setelah ketiga pak ogah diamankan di Mapolsek Cengkareng pada malam hari tanggal 14 Januari 2026. Salah satu perwakilan kelompok pak ogah, Joni, memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut dalam sebuah video yang dirilis.

Joni membantah narasi bahwa mereka sengaja merantai jalan untuk memeras pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Ia menjelaskan bahwa penutupan area tersebut dilakukan oleh pihak Dishub dan bukan oleh para pak ogah.

“Kami mengklarifikasi bahwa penutupan area tol Rawa Buaya dengan rantai dan kotak cone tersebut dilakukan oleh pihak Dishub,” ujar Joni dalam video tersebut.

Menurut Joni, keberadaan mereka di lokasi tersebut hanya bertujuan untuk mencari uang secara sukarela dari pengendara setelah akses jalan dibuka oleh petugas. Ia menegaskan bahwa tidak ada pemaksaan terhadap pengendara.

“Kami sekadar datang mencari receh. Kami juga tidak ada pemaksaan, kami sekadar membantu dan mencari rezeki sekadar untuk jajan saja,” tambah Joni.

Meskipun demikian, Joni menyampaikan permohonan maaf atas keresahan yang timbul di tengah masyarakat. Ia berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di masa depan.

“Kami sekali lagi meminta maaf untuk kejadian ini, kami tidak akan mengulangi lagi. Mohon maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.

Tanggapan dari Pihak Kepolisian

Menanggapi fenomena ini, Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang atau imbalan dalam bentuk apa pun kepada pengatur lalu lintas liar. Kanit Lantas Polsek Cengkareng, AKP Yeni, menegaskan bahwa keberadaan pak ogah di persimpangan maupun putaran balik tidak dibenarkan secara hukum karena mereka tidak memiliki kewenangan maupun perlengkapan resmi.

“Kami dari Satlantas Jakarta Barat menghimbau kepada seluruh warga agar lebih waspada dan tidak memberikan uang atau imbalan dalam bentuk apa pun kepada orang yang biasa dikenal sebagai ‘Pak Ogah’, yaitu pihak yang mengatur arus lalu lintas tanpa kewenangan dan tanpa perlengkapan resmi,” imbau Yeni dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Yeni, aktivitas pak ogah justru kerap menjadi penyebab kemacetan serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Keberadaan mereka dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas, membahayakan keselamatan pengguna jalan, serta menimbulkan potensi kecelakaan,” jelas Yeni.

Ia menambahkan, kebiasaan memberikan uang receh kepada pak ogah justru membuat praktik tersebut terus berlangsung dan sulit dikendalikan.

“Ini menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan apabila terus diberi imbalan,” ucapnya.

Imbauan Kepada Pengendara

Oleh karena itu, Yeni mengimbau pengendara untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas resmi di lapangan. Jika tidak ada petugas, masyarakat diminta mengutamakan kesabaran dan saling menghormati antar pengguna jalan, bukan bergantung pada pengatur lalu lintas liar.

Selain itu, masyarakat juga diminta segera melapor kepada kepolisian apabila menemukan pak ogah yang memaksa meminta uang atau berpotensi membahayakan keselamatan.

“Apabila masyarakat menemukan adanya Pak Ogah yang meresahkan, memaksa meminta uang, atau berpotensi membahayakan keselamatan, segera laporkan kepada petugas kepolisian terdekat atau melalui layanan pengaduan resmi,” tegas Yeni.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

DPR desak penanganan serius korban keracunan MBG, siswi usia 16 tahun di Karo diduga hilang ingatan

16 October 2026

Hari ini masih berlaku! Promo Indomaret harga spesial, cek diskon berbagai produk

16 October 2026

Renungan Katolik Selasa 13 Oktober 2026, Jangan hanya tampak baik di luar tetapi bersihkanlah hatimu

16 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

DPR desak penanganan serius korban keracunan MBG, siswi usia 16 tahun di Karo diduga hilang ingatan

16 October 2026

Prediksi skor Villarreal vs Napoli: I Partenopei berburu poin di Estadio de la CerĂ¡mica

16 October 2026

Renungan Katolik Selasa 13 Oktober 2026, Jangan hanya tampak baik di luar tetapi bersihkanlah hatimu

16 October 2026

Keadilan Jomplang: Korupsi Lebih Besar Dituntut Lebih Ringan

16 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?