Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 22 Februari 2026
Trending
  • Yamaha NMAX 2026 vs Honda PCX 160 vs Aerox 155: Skutik Premium Terbaik untuk Harian dan Touring
  • Rahasia Mengatasi Kelelahan Saat Berkendara di Awal Puasa
  • 5 zodiak dipenuhi rezeki besar Februari 2026 menurut ramalan tarot
  • PSG Kalahkan Monaco 10 Pemain, Desire Doue Jadi Pahlawan Cadangan di Playoff Liga Champions
  • Daftar Lengkap Dana Desa 2026 Kabupaten Sanggau, 54 Desa Terima Lebih dari Rp 370 Juta
  • Dalang penembakan di teras rumah anggota DPRD terungkap, motif kasus pedagang martabak diungkap
  • Yamaha Mio M3 2026 Hadir dengan Harga 18 Jutaan, Desain Sporty dan Mesin Irit 125cc
  • Mengapa Yamaha XSR155 Jadi Pilihan Penggemar Gaya Klasik dan Vintage? Ini Performanya!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Ini yang terjadi saat polisi temui lane hogger di jalan tol, bisa ditilang?
Ragam

Ini yang terjadi saat polisi temui lane hogger di jalan tol, bisa ditilang?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Fenomena Lane Hogger di Jalan Tol dan Tanggapan Polisi



Lane hogger, atau pengemudi yang memaksa lajur kanan tanpa alasan yang jelas, sering kali menjadi permasalahan di jalan tol Indonesia. Banyak pengemudi mengira bahwa karena sudah membayar tol, mereka berhak untuk terus-menerus berada di lajur kanan. Padahal, kebiasaan ini justru mengganggu kelancaran lalu lintas.

Mobil di belakang terpaksa melambat, sehingga menimbulkan antrean panjang yang sebenarnya bisa dihindari. Dalam situasi tertentu, beberapa pengemudi bahkan memilih untuk menyalip dari lajur kiri, tindakan yang berisiko tinggi dan bisa menyebabkan kecelakaan.

Meski masalah lane hogger sering disampaikan oleh pengguna jalan, penindakan di lapangan masih jarang terlihat. Hal ini membuat banyak pengendara bertanya-tanya, bagaimana respons polisi saat menemukan pengemudi yang melakukan lane hogger di jalan tol? Apakah mereka bisa diberi tilang?



Menjawab pertanyaan tersebut, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani menjelaskan bahwa petugas hanya bisa memberikan imbauan kepada pengemudi yang melakukan lane hogger. Menurutnya, kecepatan kendaraan harus disesuaikan dengan kondisi lalu lintas. “Kecepatan yang lebih lambat harus ada di posisi kiri, lebih cepat di kanan, itu narasi dalam undang-undang. Dalam hal ini (lane hogger) sebagai bentuk imbauan kepada para pengguna jalan,” ujarnya.

Ojo menjelaskan bahwa tidak ada pasal khusus yang mengatur kecepatan tertentu harus berada di lajur kiri atau kanan. Oleh karena itu, pelaku lane hogger hanya bisa diberikan imbauan, bukan ditindak tilang sebagai pelanggaran. “Jadi orang harus memperhatikan kepentingan orang lain, tidak boleh egois. Kita lebih lambat dan ada yang mau menyalip, kasih lah jalan itu, kita minggir ke kiri, kan lebih enak,” imbaunya.

Menurut Ojo, setiap pengguna jalan memiliki hak yang sama untuk melintas. Namun, akan lebih aman dan nyaman apabila pengemudi mampu menyesuaikan kecepatan dengan kondisi lalu lintas serta situasi di sekitarnya. “Bukan berarti kita bayar tol kemudian seenaknya di tengah jalan. Lambat pun ada di sebelah kanan, enggak boleh begitu,” paparnya.

Tantangan dalam Penegakan Hukum

Pola perilaku lane hogger terkadang dianggap wajar oleh sebagian pengemudi karena minimnya penindakan di lapangan. Hal ini menciptakan kesan bahwa tindakan tersebut tidak dianggap sebagai pelanggaran serius. Namun, dampaknya sangat nyata, yaitu gangguan terhadap kelancaran lalu lintas dan risiko kecelakaan yang meningkat.

Kasubdit Gakkum juga menekankan pentingnya kesadaran diri setiap pengemudi. Setiap individu harus mempertimbangkan kepentingan bersama, bukan hanya kepentingan pribadi. Dengan demikian, jalan tol akan lebih efisien dan aman bagi semua pengguna.

Kesimpulan

Meskipun tidak ada aturan yang secara eksplisit mengatur tentang penggunaan lajur, praktik lane hogger tetap dianggap sebagai perilaku yang tidak sesuai dengan etika berkendara. Polisi hanya bisa memberikan imbauan, bukan tilang. Oleh karena itu, kesadaran dan tanggung jawab setiap pengemudi menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran lalu lintas di jalan tol.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Yamaha NMAX 2026 vs Honda PCX 160 vs Aerox 155: Skutik Premium Terbaik untuk Harian dan Touring

22 Februari 2026

Mengapa Yamaha XSR155 Jadi Pilihan Penggemar Gaya Klasik dan Vintage? Ini Performanya!

22 Februari 2026

6 kesalahan mencuci mobil yang merusak cat, hindari!

22 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Yamaha NMAX 2026 vs Honda PCX 160 vs Aerox 155: Skutik Premium Terbaik untuk Harian dan Touring

22 Februari 2026

Rahasia Mengatasi Kelelahan Saat Berkendara di Awal Puasa

22 Februari 2026

5 zodiak dipenuhi rezeki besar Februari 2026 menurut ramalan tarot

22 Februari 2026

PSG Kalahkan Monaco 10 Pemain, Desire Doue Jadi Pahlawan Cadangan di Playoff Liga Champions

22 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?