Jalur Alternatif Pulang dari Bali ke Surabaya yang Menarik untuk Dicoba
Perjalanan pulang dari Bali ke Surabaya tidak harus selalu cepat dan membosankan. Bagi banyak wisatawan, perjalanan ini justru menjadi bagian paling menarik dari liburan mereka. Setelah menyeberang dari Pulau Dewata ke Jawa Timur, terdapat banyak rute darat alternatif dengan lanskap yang indah, mulai dari gunung berapi, pantai, hingga jalur pesisir yang memanjakan mata.
Berikut adalah lima pilihan jalur alternatif yang sering dipilih wisatawan:
1. Rute Klasik dengan Persinggahan Bromo & Ijen
Jalur ini sangat populer bagi para pelancong yang ingin mengambil waktu lebih lama dalam perjalanan. Rute dimulai dari Gilimanuk, kemudian melalui Banyuwangi, Jember, Probolinggo, Malang, hingga akhirnya tiba di Surabaya.
Setelah menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang, Banyuwangi menjadi pintu masuk utama. Jika waktu memungkinkan, wisatawan bisa menyempatkan diri untuk mengunjungi Kawah Ijen sebelum melanjutkan perjalanan ke Jember dan Probolinggo. Dari sini, perjalanan biasanya diarahkan ke kawasan Gunung Bromo untuk menikmati matahari terbit. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Malang, yang dikenal dengan udara sejuk dan berbagai pilihan kuliner. Akhirnya, tiba di Surabaya.
Jalur ini relatif ramai dan infrastrukturnya baik, cocok untuk perjalanan santai selama 2–3 hari.
2. Rute Pesisir Selatan Jawa (Jalur Lintas Selatan – JLS)
Bagi pecinta laut dan perjalanan yang tenang, rute pesisir selatan Jawa Timur menawarkan pengalaman yang berbeda. Rute ini dimulai dari Gilimanuk, kemudian melewati Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, hingga akhirnya tiba di Surabaya.
Dari Banyuwangi menuju Jember dan Lumajang, jalur ini mulai bersentuhan dengan JLS yang terkenal akan pemandangan pantainya. Pantai Watu Ulo, Prigi, serta bentang alam perbukitan Blitar dan Kediri menjadi bonus sepanjang jalan. Meskipun jalur ini lebih berliku dan membutuhkan stamina, panorama alamnya membuat waktu terasa berjalan pelan. Cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati ‘slow travel’ sebelum kembali ke rutinitas.
3. Rute Pegunungan & Kota Wisata Batu
Rute ini digemari oleh wisatawan keluarga atau pencari udara sejuk. Perjalanan dimulai dari Gilimanuk, melewati Banyuwangi, Jember, Probolinggo, Lumajang, Tumpang, Batu, Mojokerto, hingga akhirnya tiba di Surabaya.
Setelah melewati Probolinggo dan Lumajang, arahkan kendaraan ke Tumpang untuk naik ke kawasan pegunungan Malang dan Kota Batu. Batu menawarkan suasana santai, kebun apel, serta banyak destinasi ramah keluarga. Dari sana, perjalanan diteruskan ke Mojokerto, wilayah yang kaya situs sejarah Majapahit—lalu masuk Surabaya dari arah barat. Jalur ini relatif nyaman, dengan kombinasi wisata alam dan kota.
4. Rute Eksplorasi Timur Jawa (Situbondo – Bondowoso)
Ingin menjajaki jalur yang tidak biasa? Rute ini mengajak wisatawan menyusuri pesisir utara Jawa Timur lewat Situbondo setelah menyeberang ke Jawa. Pantai utara yang tenang berpadu dengan latar Gunung Ijen di Bondowoso.
Dari kawasan ini, perjalanan berbelok ke selatan menuju Jember dan Lumajang, lalu menyambung ke Probolinggo sebelum tiba di Surabaya. Rute ini cocok untuk pelancong yang ingin menjelajah sisi Jawa Timur yang lebih sepi namun autentik.
5. Rute Kombinasi Pulau & Darat (Bali – Lombok – Jawa)
Pilihan ini bukan yang tercepat, tapi paling berkesan. Jika punya waktu ekstra, wisatawan bisa menyeberang dari Bali ke Lombok lebih dulu. Nikmati pantai-pantai Lombok atau desa wisata, lalu kembali ke Bali sebelum menyeberang ke Jawa lewat Gilimanuk.
Perjalanan ini menawarkan kontras lanskap yang kuat, dari Bali, Lombok, hingga Jawa Timur, dalam satu rangkaian perjalanan pulang. Rute ini cocok bagi traveler yang menganggap perjalanan sebagai petualangan, bukan sekadar perpindahan.
Intinya, pulang dari Bali ke Surabaya bisa jadi pengalaman yang sama serunya dengan liburan itu sendiri, tinggal pilih jalur yang paling sesuai dengan gaya perjalananmu.



