Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 12 Februari 2026
Trending
  • Fakta Wali Kota Bekasi Diancam Golok, Akhirnya Minta Maaf: Emosiku Meledak
  • Aksi Berani: Penjual Kelapa ke Wali Kota dan Istri Polisi Lolos Razia
  • Proyek Sumur Tangkulo-1 Blok South Andaman Selesai Juni 2026
  • Persib Hadapi Ratchaburi di 16 Besar ACL: Kesempatan Debut Kurzawa dan Castel
  • TRAVL Gunakan IoT untuk Keamanan, Pengemudi Dapat Peringatan Saat Lampaui Batas Kecepatan
  • 6 Kebiasaan yang Menghancurkan Rasa Percaya Diri Anak
  • Ramalan Karier 12 Zodiak: Aquarius Naik Gaji, Virgo Hadapi Tantangan 10 Februari 2026
  • IIMS 2026 Tawarkan Pengalaman Mobilitas Lengkap dan Inovatif
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Indosat: AI Diterapkan Bertahap, Investasi Sesuai Kebutuhan
Teknologi

Indosat: AI Diterapkan Bertahap, Investasi Sesuai Kebutuhan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tren Adopsi Kecerdasan Buatan di Kalangan Perusahaan

PT Indosat Tbk. (ISAT) melihat bahwa adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di kalangan perusahaan masih dilakukan secara bertahap dan berbasis kebutuhan spesifik. Direktur dan Chief Business Officer Indosat, Muhammad Buldansyah, menjelaskan bahwa sebagian besar perusahaan belum melihat AI sebagai transformasi menyeluruh di tingkat korporasi, melainkan sebagai solusi yang diterapkan pada unit kerja tertentu.

Menurutnya, banyak perusahaan mengadopsi AI secara satu per satu, dengan fokus pada use case tertentu. Hal ini disebabkan oleh dampak yang lebih cepat terlihat di area seperti know your customer (KYC) hingga fraud management. Meski demikian, efek keseluruhan terhadap perusahaan belum terlihat signifikan.

Selain itu, beberapa perusahaan masih menahan diri untuk melakukan investasi AI dalam skala besar karena menunggu kejelasan regulasi. Buldansyah menyatakan bahwa ketidakpastian regulasi membuat perusahaan enggan menginvestasikan sumber daya secara besar-besaran.

Namun, bagi perusahaan yang telah menerapkan AI, manfaat langsung sudah terasa di bidang yang diterapkan. Di Indosat, penerapan AI dilakukan melalui hyper segmentation, anti-spam, dan anti-scam. Dengan menggunakan teknik hyper personalization, segmentasi pelanggan yang sebelumnya hanya dibagi menjadi 50 kelompok kini berkembang menjadi ratusan ribu hingga puluhan ribu segmen yang lebih spesifik. Hal ini memungkinkan penawaran produk dan layanan disesuaikan lebih detail sesuai kebutuhan pelanggan.

Temuan Riset Global tentang Kesenjangan AI

Temuan riset global menunjukkan adanya kesenjangan antara ekspektasi dan realisasi dampak finansial dari investasi AI. Berdasarkan data Amazon Web Services (AWS), sebanyak 59% perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan dari penggunaan AI, sementara 68% perusahaan mengalami peningkatan produktivitas sepanjang 2024.

Namun, riset Deloitte bertajuk The State of AI in the Enterprise 2026: The Untapped Edge menemukan kesenjangan tajam antara target dan hasil nyata. Survei terhadap 3.235 pemimpin bisnis dan teknologi informasi di 24 negara menunjukkan bahwa 74% organisasi menargetkan AI untuk mendorong pertumbuhan pendapatan, tetapi hanya 20% yang benar-benar melihat hasil tersebut.

Temuan ini diperkuat survei PwC yang mencatat hanya 12% CEO yang merasakan dampak finansial langsung berupa penurunan biaya sekaligus peningkatan pendapatan dari investasi AI. Meski demikian, Deloitte menekankan bahwa keberhasilan AI tidak semata diukur dari keuntungan finansial jangka pendek, tetapi juga dari efisiensi operasional, diferensiasi strategis, serta keunggulan kompetitif jangka panjang.

Penggunaan AI di Lingkungan Kerja

Laporan tersebut juga mencatat meningkatnya adopsi AI di lingkungan kerja. Hampir 60% pekerja kini memiliki akses ke perangkat AI resmi perusahaan, meskipun tingkat pemanfaatannya dinilai masih belum optimal. Selain itu, sekitar 82% perusahaan memperkirakan sedikitnya 10% pekerjaan akan terotomatisasi dalam tiga tahun ke depan, sementara mayoritas organisasi belum melakukan penyesuaian struktur kerja yang memadai.

Survei PwC juga menunjukkan turunnya kepercayaan CEO terhadap dampak AI terhadap kinerja bisnis. Dalam Survei CEO Global ke-29 PwC yang melibatkan 4.454 CEO di 95 negara, hanya 30% CEO yang yakin terhadap pertumbuhan pendapatan dalam 12 bulan ke depan. Angka ini turun dari 38% pada 2025 dan 56% pada 2022.

Salah satu kekhawatiran utama adalah perubahan teknologi yang sangat cepat, termasuk AI. Jika sebelumnya AI dipandang sebagai solusi untuk meningkatkan kinerja bisnis, kini hanya 12% CEO yang merasa AI benar-benar memberikan keuntungan finansial. Sebanyak 56% CEO bahkan mengaku belum melihat manfaat finansial signifikan dari penerapan AI.

Tantangan dan Peluang di Tahun 2026

Ketua Global PwC, Mohamed Kande, menyebut hanya sedikit perusahaan yang berhasil menjadikan AI sebagai sumber keuntungan nyata, sementara sebagian besar masih berada pada tahap uji coba. “Tahun 2026 tampaknya akan menjadi tahun yang menentukan bagi AI,” ujar Kande.

Meski demikian, perusahaan yang telah mengintegrasikan AI secara serius dalam produk dan layanan tercatat mampu meraih keuntungan hampir 4% lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang belum menerapkannya. Hal ini menunjukkan bahwa meski ada tantangan, AI tetap menjadi aset penting untuk pengembangan bisnis di masa depan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

TRAVL Gunakan IoT untuk Keamanan, Pengemudi Dapat Peringatan Saat Lampaui Batas Kecepatan

11 Februari 2026

3 HP Samsung Harga 2 Juta, Spesifikasi Lengkap & Harga Terbaru

11 Februari 2026

Ungkapan pelaku usaha tentang kepastian regulasi menghambat investasi AI

11 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Fakta Wali Kota Bekasi Diancam Golok, Akhirnya Minta Maaf: Emosiku Meledak

11 Februari 2026

Aksi Berani: Penjual Kelapa ke Wali Kota dan Istri Polisi Lolos Razia

11 Februari 2026

Proyek Sumur Tangkulo-1 Blok South Andaman Selesai Juni 2026

11 Februari 2026

Persib Hadapi Ratchaburi di 16 Besar ACL: Kesempatan Debut Kurzawa dan Castel

11 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?