Mobil listrik Changan Deepal SO7 kini hadir di Indonesia sebagai salah satu model terbaru yang menarik perhatian. Sebagai SUV bertenaga listrik murni (BEV), Deepal SO7 menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari desain yang menarik hingga teknologi canggih dan harga yang relatif terjangkau. Untuk menguji performa mobil ini secara langsung, kami mengikuti event Deepal SO7 Media Drive pada 28-29 Januari lalu, dengan rute Jakarta-Bandung-Garut.

Perjalanan dimulai dari sekitar Ampera, Jakarta, dan langsung menghadapi jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang cukup padat. Dalam kondisi ini, tenaga dan torsi Changan Deepal SO7 dapat disalurkan dengan halus melalui sistem penggerak roda belakang (RWD). Hal ini membuat mobil melaju dengan lancar tanpa gangguan yang berarti. Kehalusannya juga terasa dalam kabin, di mana getaran minim dan suara lingkungan sangat sedikit masuk ke dalam kabin.
Kemampuan pengisolasi suara Double Layer Sound Insulation Glass menjadi salah satu faktor utama yang membuat kabin terasa kedap. Meski beberapa kali terdengar klakson dari kendaraan lain, suara tersebut nyaris tidak mengganggu suasana di dalam mobil. Hal ini memberikan kesan positif terhadap kenyamanan berkendara.

Saat arus lalu lintas semakin lancar, kami pun mulai mengeksplorasi kemampuan Changan Deepal SO7. Motor listriknya mampu menghasilkan daya 215 dk dengan torsi 320 Nm. Meskipun angka ini tidak terlalu mencolok dibandingkan rival seperti BYD Sealion 7 yang memiliki daya 309 dk dan torsi 380 Nm, Changan Deepal SO7 tetap menunjukkan respons yang cepat dan gesit.
Changan mengklaim bahwa mobil ini mampu mencapai kecepatan 0-100 km/jam dalam waktu 7,9 detik, dan klaim ini terasa nyata saat kami menguji. Di tengah kota Bandung yang padat, dimensi besar mobil (4.750×1.930×1.625 mm) memang memberikan tantangan tambahan. Namun, kecepatan rendah yang stabil dan sasis yang gesit membantu mobil untuk bergerak dengan baik di antara kendaraan lain.

Selama perjalanan, kami juga terbantu oleh fitur 360° Panoramic Camera yang menawarkan pandangan tajam dan akurat. Saat jarak dengan kendaraan lain semakin dekat, kamera ini menjadi alat bantu penting untuk memantau area blind spot. Fitur ini memberikan rasa aman dan percaya diri saat berkendara di jalur sempit atau padat.

Masuk ke wilayah Ciparay dan menjelang Garut, perjalanan semakin menantang karena kelokan dan tanjakan curam. Kondisi kabut yang terjadi membuat jarak pandang terbatas, sehingga presisi dalam bermanuver menjadi sangat penting. Changan Deepal SO7 berhasil menunjukkan stabilitas yang baik berkat desain Golden Ratio Body yang lebar dan titik gravitasi rendah.
Sebagai mobil gerak belakang, Deepal SO7 lebih gesit dalam membelok dan menghadapi medan yang sulit. Selain itu, mobil ini dilengkapi baterai besar berkapasitas 79,9 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 560 km (NEDC). Selama perjalanan, kami mencatat total jarak tempuh sebesar 286,1 km dengan sisa baterai sebesar 46%. Ini menunjukkan bahwa Changan Deepal SO7 mampu mengelola jarak tempuh dengan baik, sebuah aspek penting bagi mobil listrik.



