IHSG Melemah di Awal Pekan, Kinerja Saham Tertentu Mengalami Perubahan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Selasa (3/2/2026) dibuka dengan penurunan ke level 7.886,38. Penurunan ini terjadi karena adanya koreksi pada sejumlah saham besar atau big caps, seperti TPIA, BBCA, dan BMRI. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengalami penurunan sebesar 0,46% atau 36,34 poin hingga pukul 09.02 WIB.
Pada hari ini, IHSG bergerak dalam rentang antara 7.872,57 hingga 7.919,67. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 308 saham menguat, 215 saham terkoreksi, dan 152 saham stagnan. Kapitalisasi pasar mencapai angka Rp14.194,04 triliun.
Beberapa saham dengan kapitalisasi pasar besar yang masih menguat antara lain PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik 2,79% menjadi Rp6.450 per saham. Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) juga mengalami kenaikan sebesar 2,32% menjadi Rp6.625 per saham.
Di sisi lain, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) meningkat sebesar 0,63% menuju harga Rp7.975 per saham. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sempat mengalami penguatan sebesar 0,57% pada hari ini.
Sebaliknya, beberapa saham besar mengalami penurunan. Contohnya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) turun sebesar 3,81% menjadi Rp5.675 per saham. Sementara itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) terkoreksi sebesar 1,96% menuju harga Rp85.000 per saham.
Selain itu, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun sebesar 0,99% menjadi Rp7.525 per saham, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turun 0,90% ke Rp8.250 per saham, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terkoreksi 0,42% ke Rp4.780 per saham.
Top Gainers dan Top Losers Hari Ini
Saham-saham yang menjadi top gainers hari ini meliputi PT Trimitra Prawara Goldland Tbk. (ATAP) yang mengalami kenaikan sebesar 16,67% menjadi Rp945 per saham. Sementara itu, saham PT Ever Shine Tex Tbk. (ESTI) juga mengalami penguatan sebesar 16,57% menjadi Rp204 per saham.
Di sisi lain, saham-saham yang menjadi top losers hari ini adalah PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) yang turun sebesar 14,97% menjadi Rp142 per saham. Sementara itu, saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) terkoreksi sebesar 14,69% ke Rp900 per saham.
Prediksi IHSG dan Aliran Modal Asing
Ajaib Sekuritas memproyeksikan bahwa IHSG memiliki peluang untuk bergerak di zona hijau pada perdagangan hari ini. Setelah mengalami koreksi tajam di awal pekan, indeks diperkirakan akan merespons positif terhadap sentimen dari bursa global serta aliran modal asing yang mulai masuk ke pasar ekuitas.
Ratih Mustikoningsih, Financial Expert dari Ajaib Sekuritas, memprediksi bahwa indeks komposit hari ini akan bergerak positif dalam rentang 7.900 hingga 8.100. Pada perdagangan Senin (2/2/2026), IHSG ditutup turun signifikan sebesar 4,88% atau 406 poin ke level 8.922.
Meski indeks terkoreksi di awal pekan, Ratih mencatat adanya optimisme dari sisi aliran modal. Investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) di pasar ekuitas domestik senilai Rp654 miliar pada Senin kemarin.
“Saham-saham komoditas metal mining hingga konglomerasi sempat dilanda aksi profit taking selaras dengan koreksi harga emas, perak, dan nikel dunia,” ujar Ratih dalam riset harian Ajaib Sekuritas, Selasa (3/2/2026).
Selain fluktuasi komoditas, pasar juga mencermati katalis negatif terkait implementasi transparansi free float minimal di atas 1% dalam pertemuan antara MSCI dan regulator pada Senin sore. Isu tersebut memberikan tekanan tambahan bagi saham-saham grup konglomerasi besar.
Secara akumulasi sejak awal tahun, performa IHSG tercatat menjadi yang terlemah di kawasan ASEAN dengan koreksi mencapai 8,38%.



