Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • Kompolnas: Kasus Suami Korban Jambret Jadi Peringatan untuk Polisi
  • Sifat Raymond/Joaquin Dikagumi Ganda Malaysia Pasca Final Indonesia Masters 2026
  • Apakah Gym Termasuk Olahraga? Cek Fakta Penting!
  • Kejutan Transfer: Dion Marx Resmi Bergabung dengan Persib Bandung
  • Tindakan Richard Lee Pasca-Jadi Tersangka, Gugat Polda Metro Jaya via Praperadilan, Doktif: Tekanan
  • Alvia Nur Vida: Dari Tari Hobi Jadi Jalur Hidup di Sanggar Tresna Budaya Semarang
  • Prediksi Pertandingan Arsenal vs Manchester United di Liga Inggris
  • Mental Juara dan Comeback Mengagumkan: Lima Gol di Emirates, United Kalahkan Arsenal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » HP co-pilot pesawat ATR 42-500 Farhan Gunawan diserahkan ke kekasih, smartwatch masih berfungsi
Teknologi

HP co-pilot pesawat ATR 42-500 Farhan Gunawan diserahkan ke kekasih, smartwatch masih berfungsi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penemuan Penting dari Smartwatch Farhan Gunawan

Penemuan terbaru mengenai jejak langkah kaki yang diduga berasal dari smartwatch milik Farhan Gunawan, co-pilot pesawat ATR 42-500, memberikan harapan baru bagi keluarga dan tim pencarian. Informasi ini muncul setelah ponsel Farhan ditemukan oleh tim SAR dan diserahkan kepada kekasihnya, Dian Mulyani Hasibuan.

Ponsel Diserahkan ke Kekasih

Ponsel tersebut pertama kali ditemukan oleh tim pencari sebelum akhirnya diserahkan kepada Dian. Ponsel itu diduga masih terhubung dengan smartwatch yang dikenakan Farhan sebelum kecelakaan terjadi. Saat diperiksa, fitur pelacak aktivitas pada perangkat tersebut masih menunjukkan adanya pergerakan langkah kaki.

Dalam pesan singkat yang dikirimkan, tercatat aktivitas mencapai sekitar 9.000 langkah pada pukul 18.00 WITA tanggal 18 Januari 2026. Beberapa jam kemudian, jumlah langkah bertambah hingga lebih dari 13.000 langkah pada pukul 10.00 WIB di hari yang sama.

Dian mendapati bahwa smartwatch masih aktif dan mencatat aktivitas, bahkan saat pergantian hari jumlah langkah kembali ke nol sebelum meningkat lagi. Diketahui, beberapa jenis smartwatch memang tetap dapat merekam aktivitas meski tidak tersambung langsung melalui Bluetooth.

Keluarga Berharap Temuan Ini Bisa Mempercepat Pencarian

Informasi soal temuan ini disampaikan ke publik oleh kakak Dian, Pitri Keandedes Hasibuan. Ia menjelaskan bahwa adiknya masih dalam kondisi syok sehingga belum sanggup memberikan keterangan kepada media.

Menurut Pitri, sejak pesawat jatuh pada 17 Januari 2026, pergerakan langkah Farhan terpantau selama tiga hari berturut-turut. Aktivitas tersebut muncul pada beberapa waktu berbeda dalam sehari.

Keluarga berharap temuan ini dapat menjadi petunjuk penting dan mereka meminta agar Tim SAR mengerahkan lebih banyak personel serta dukungan helikopter guna mempercepat proses pencarian di area hutan yang sulit dijangkau.

Tanggapan dari Tim SAR

Staf SAR Mission Coordinator Basarnas Makassar, Arman Amiruddin, membenarkan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Namun hingga kini, tim belum dapat memastikan apakah pergerakan yang terdeteksi benar-benar menandakan korban masih hidup.

Menurut Arman, tim di lapangan belum menemukan suara, sinyal minta tolong, maupun tanda-tanda kehidupan lainnya, termasuk saat melakukan penyisiran dan menuruni tebing di lokasi kejadian.

Menunggu Hasil Pelacakan Cyber Polda

Basarnas kini menunggu hasil penyelidikan dari unit siber Polda untuk mendapatkan titik koordinat terakhir dari handphone Farhan. Data tersebut dinilai krusial untuk menentukan arah pencarian selanjutnya.

“Koordinat terakhir sangat dibutuhkan agar tim bisa bergerak lebih tepat sasaran,” ujar Arman.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi terkait informasi pergerakan smartwatch. Ia memastikan seluruh upaya saat ini difokuskan pada pencarian korban serta pengumpulan dan pendataan seluruh temuan di lokasi jatuhnya pesawat.

Pesawat ATR 42-500 Mengangkut 10 Orang

Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui mengangkut 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang tengah menjalankan misi pengawasan laut.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Laptop Toshiba Terbaik 2026 untuk Mahasiswa Desain: Kreativitas Tak Terbatas, Harga Cerdas

26 Januari 2026

Tampil Mewah! Yamaha NMAX Turbo Texmax 2026, Skutik Hitam Sporty

26 Januari 2026

Yamaha Perkenalkan TMAX Edisi Spesial dengan Jajaran Maxi Elegan dari XMax hingga NMax

26 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kompolnas: Kasus Suami Korban Jambret Jadi Peringatan untuk Polisi

29 Januari 2026

Sifat Raymond/Joaquin Dikagumi Ganda Malaysia Pasca Final Indonesia Masters 2026

29 Januari 2026

Apakah Gym Termasuk Olahraga? Cek Fakta Penting!

29 Januari 2026

Kejutan Transfer: Dion Marx Resmi Bergabung dengan Persib Bandung

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?