Kenangan Ayah Vidi Aldiano tentang Deddy Corbuzier
Ayah dari penyanyi Vidi Aldiano, Harry Kiss, mengungkapkan perasaan haru dan rindu terhadap sahabat putranya, Deddy Corbuzier. Dalam beberapa kesempatan, Harry menyebut Deddy sebagai sosok yang paling memahami kondisi kesehatan Vidi sejak awal perjuangannya melawan kanker ginjal.
Sejak kepergian Vidi pada 7 Maret 2026, keluarga masih rutin mengunjungi makam putra mereka di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Hal ini dilakukan tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga untuk menjaga energi positif yang diyakini masih ada di sekitar makam selama masa 40 hari setelah kematian.
“Om Deddy adalah sahabat Vidi yang menurut saya paling tahu tentang kondisi Vidi,” ujar Harry saat datang ziarah ke makam putranya. Menurutnya, Deddy tidak hanya menjadi teman dekat, tetapi juga sosok yang memberikan dukungan emosional dan moral yang sangat berarti bagi Vidi.
Selain Deddy, banyak sahabat lainnya juga turut membantu Vidi dalam menjalani hidupnya. Mereka memberikan hiburan dan semangat agar Vidi tetap bisa bertahan melawan penyakit yang dideritanya sejak 2019. “Yang lainnya menghibur. Jadi teman-teman lainnya, circle-nya dia itu hiburan buat Vidi. Itu buat Vidi panjang umur sebetulnya,” tambah Harry.
Harry juga mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas semua bantuan yang diberikan oleh Deddy. Ia bahkan tidak bisa berkata-kata lebih lanjut karena merasa tidak cukup kata-kata untuk menggambarkan kebaikan Deddy terhadap Vidi.
Perjuangan Vidi Aldiano yang Tak Terlupakan
Vidi Aldiano dikenal sebagai sosok yang gigih dalam menjalani hidupnya meski sedang sakit. Salah satu momen yang sangat berkesan adalah ketika ia tampil dalam sebuah acara meskipun sedang menjalani perawatan medis. Di tengah kondisi tubuhnya yang lemah, Vidi tetap berusaha memberikan penampilan terbaiknya.
Harry Kiss pernah mengunggah foto yang menunjukkan Vidi menggunakan sarung tangan cokelat untuk menutupi selang infus saat bernyanyi. Dalam caption unggahannya, Harry menulis bahwa Vidi ingin tetap membuat orang-orang di sekitarnya bahagia meskipun sedang sakit. Setelah pertunjukan, Vidi kembali ke rumah sakit untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Perjuangan Vidi ini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Bahkan, ia sempat dijuluki “Duta Persahabatan” karena keberaniannya dalam menghadapi cobaan hidup.
Alasan Keluarga Rutin Ziarah ke Makam
Setelah 40 hari kepergian Vidi, Harry dan Besbarini masih tetap rutin mengunjungi makam putranya. Mereka percaya bahwa energi yang ada di sekitar makam akan mulai menipis setelah masa tersebut. Oleh karena itu, mereka berharap bisa terus memberikan doa dan penghormatan kepada Vidi.
Menurut Harry, keyakinan ini bukan hanya datang dari budaya Jawa, tetapi juga dari informasi yang ditemukan dari media internasional. Meskipun energi tersebut dikatakan mengecil, ia tetap yakin bahwa kehadiran Vidi di sekitar makam masih terasa.
[NAMA SITUS BERITA]
Penutup
Keluarga Vidi Aldiano, termasuk Harry Kiss dan Besbarini, terus berusaha menjaga kenangan dan kepercayaan akan energi yang masih ada di sekitar makam sang putra. Mereka percaya bahwa dengan terus berziarah, mereka dapat memberikan dukungan spiritual bagi Vidi. Semua ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan rasa rindu terhadap sosok yang sangat dicintai.



